Misteri Dosen Untag Tewas di Hotel: Autopsi Ungkap Aktivitas Berlebih, Mahasiswa Soroti Kejanggalan

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 20 November 2025 | 14:24 WIB
Misteri Dosen Untag Tewas di Hotel: Autopsi Ungkap Aktivitas Berlebih, Mahasiswa Soroti Kejanggalan
DLL (35), dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang yang ditemukan meninggal dunia di kos hotel (kostel), Senin (17/11/2025) sekira pukul 05.30 WIB. [Ist]
  • Dwinanda Linchia Levi, dosen Untag Semarang, ditemukan meninggal tanpa busana di kamar hotel Semarang pada Senin (17/11) setelah autopsi awal indikasi aktivitas berlebih.
  • Ratusan mahasiswa aliansi "Justice for Levi" berunjuk rasa di Mapolda Jateng pada Rabu (19/11) menuntut transparansi pengusutan kematian dosen mereka.
  • Polda Jateng menjamin pengusutan kasus ini mendapat atensi khusus dan akan melibatkan berbagai pihak dalam gelar perkara untuk menentukan unsur pidana.

Suara.com - Teka-teki kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Hukum Pidana Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, mulai menemui titik terang meski masih diselimuti sejumlah kejanggalan.

Hasil autopsi awal menunjukkan adanya indikasi aktivitas berlebih sebelum korban ditemukan tak bernyawa tanpa busana di sebuah kamar hotel di Semarang, Senin (17/11).

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang perwira menengah Polda Jawa Tengah, AKBP Basuki (56), yang kemudian melaporkan insiden ini ke Polsek Gajahmungkur.

Temuan ini sontak memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa yang mencium adanya hal-hal ganjil di balik kematian dosen mereka.

Ratusan mahasiswa yang mengatasnamakan aliansi "Justice for Levi" mendatangi Mapolda Jawa Tengah pada Rabu (19/11) untuk menuntut transparansi.

Perwakilan mahasiswa, Antonius Fransiskus Polu, mengungkapkan informasi yang mereka terima terkait kondisi terakhir sang dosen.

“Siang hari beliau sempat periksa. Beliau punya riwayat darah tinggi. Ketika kembali ke indekos, ada aktivitas berlebih yang menyebabkan jantungnya pecah. Yang menjadi kejanggalan, posisi beliau ditemukan tergeletak tanpa busana,” ujar Frans di hadapan jajaran pejabat utama Polda Jateng.

Kecurigaan mahasiswa tidak berhenti di situ. Mereka mempertanyakan status saksi kunci, AKBP Basuki, serta jeda waktu yang dinilai tidak wajar sejak korban terakhir kali terlihat hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Di penginapan itu yang tinggal hanya Bu Levi. Sementara saksi kunci (AKBP Basuki) ini kami belum tahu apakah pengunjung atau bukan. Tidak ada yang kami temukan di lokasi,” tegas Frans, menyuarakan keraguan rekan-rekannya.

Sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Justice for Levi", para mahasiswa menegaskan akan terus mengawal proses penyelidikan hingga tuntas. Mereka memberikan ultimatum bahwa pergerakan yang lebih besar akan dilakukan jika kasus ini tidak diusut secara transparan.

“Kami percaya penyidik bekerja maksimal. Harapan kami kasus ini diusut tuntas dan transparan. Jika tidak, pergerakan akan berlanjut,” katanya.

Menanggapi tekanan publik, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, memastikan bahwa pihaknya memberikan atensi khusus pada kasus ini.

Ia meminta semua pihak untuk bersabar dan memberikan ruang bagi tim penyidik untuk bekerja secara profesional.

“Kami sedang berproses. Temuan pasti akan kami sampaikan. Polisi menggali keterangan saksi, ahli, maupun petunjuk lain. Proses ini tidak bisa selesai satu-dua hari,” kata Kombes Artanto.

Polda Jateng berjanji akan menggelar perkara secara terbuka dengan melibatkan pengawas internal dan eksternal, termasuk perwakilan keluarga, untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam peristiwa ini.

“Penyidik akan memaparkan seluruh hasil kepada peserta gelar perkara. Nanti disimpulkan apakah peristiwa ini masuk ranah pidana atau bukan,” ujarnya.

“Kami memahami kegundahan mahasiswa dan civitas academica. Kami sangat berempati dan memberikan atensi khusus pada kasus ini," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan Fakta AKBP Basuki, Benarkah Ada Hubungan Spesial di Balik Kematian Dosen Untag?

Deretan Fakta AKBP Basuki, Benarkah Ada Hubungan Spesial di Balik Kematian Dosen Untag?

News | Kamis, 20 November 2025 | 14:15 WIB

Geger Kematian Dosen Cantik Untag: AKBP Basuki Dikurung Propam, Diduga Tinggal Serumah Tanpa Status

Geger Kematian Dosen Cantik Untag: AKBP Basuki Dikurung Propam, Diduga Tinggal Serumah Tanpa Status

News | Kamis, 20 November 2025 | 13:53 WIB

7 Fakta Kematian Dosen Untag di Kos: AKBP B Diamankan, Kejanggalan Mulai Terungkap

7 Fakta Kematian Dosen Untag di Kos: AKBP B Diamankan, Kejanggalan Mulai Terungkap

News | Kamis, 20 November 2025 | 13:30 WIB

Kematian Kacab Bank: Polisi Tambah Pasal Pembunuhan, Tiga Anggota Kopassus Jadi Tersangka

Kematian Kacab Bank: Polisi Tambah Pasal Pembunuhan, Tiga Anggota Kopassus Jadi Tersangka

News | Rabu, 19 November 2025 | 09:02 WIB

Cemburu Berujung Maut: Teriakan Minta Tolong Bongkar Aksi Sadis Pembunuhan di Condet!

Cemburu Berujung Maut: Teriakan Minta Tolong Bongkar Aksi Sadis Pembunuhan di Condet!

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:52 WIB

Terkuak Dalam Rekonstruksi: Tiga TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab Bank, Siapa Saja?

Terkuak Dalam Rekonstruksi: Tiga TNI Terlibat Kasus Penculikan Kacab Bank, Siapa Saja?

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:23 WIB

Diduga karena Masalah Asmara, Seorang Pria Tewas Ditusuk di Condet

Diduga karena Masalah Asmara, Seorang Pria Tewas Ditusuk di Condet

News | Selasa, 18 November 2025 | 11:48 WIB

Terkini

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

Perang AS-Iran 'Libur', Kini Rudal Hipersonik Rusia Hantam Kyiv

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:49 WIB

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

Senin Pagi Mencekam di Klender: Tawuran Bersenjata Busur Panah Pecah di Tengah Jam Sibuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:46 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:28 WIB

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

Gaduh Alfamart di Lombok Tengah Dipaksa Tutup, Ini Regulasi yang Sebenarnya!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 09:25 WIB

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:36 WIB

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z

News | Senin, 25 Mei 2026 | 08:17 WIB

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:26 WIB

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif

News | Senin, 25 Mei 2026 | 07:10 WIB