Pemkab Cirebon Bakal Ganti Sawit yang Terlanjur Ditanam dengan Mangga Gedong Gincu, Ini Alasannya

Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 12:00 WIB
Pemkab Cirebon Bakal Ganti Sawit yang Terlanjur Ditanam dengan Mangga Gedong Gincu, Ini Alasannya
Pemkab Cirebon Bakal Ganti Sawit yang Terlanjur Ditanam dengan Mangga Gedong Gincu (Instagram/Suara.com)
  • Pemkab Cirebon mencabut sekitar 600 pohon sawit di Desa Cigobang berdasarkan surat edaran larangan Gubernur Jawa Barat.
  • Ratusan pohon kelapa sawit yang sudah tertanam akan diganti dengan tanaman mangga gedong gincu sebagai komoditas unggulan lokal.
  • Bupati Imron meninjau langsung pada Senin (5/1/2026) dan berencana rapat dengan warga mengenai teknis pelaksanaan penggantian lahan.

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi mengambil langkah tegas atas polemik penanaman kelapa sawit yang sempat viral di Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman. 

Ratusan pohon sawit yang telah terlanjur ditanam di wilayah tersebut akan dicabut dan diganti dengan mangga gedong gincu, komoditas buah unggulan khas Cirebon yang dinilai lebih sesuai dengan karakter lingkungan sekaligus memberi nilai ekonomi bagi warga.

Bupati Cirebon, Imron, turun langsung ke lokasi pada Senin (5/1/2026) untuk melihat kondisi di lapangan. Ia mengaku terkejut ketika mendapati sekitar 600 pohon sawit sudah tertanam di lahan seluas kurang lebih 2,5 hektare, dari rencana awal 6,5 hektare. 

Kehadiran sawit di wilayah perbukitan Cigobang memantik kekhawatiran karena tanaman tersebut dianggap tidak sejalan dengan daya dukung lingkungan Jawa Barat yang relatif sempit dan memiliki fungsi ekologis penting.

“Kami memastikan datang ke sini karena menerima informasi di media adanya penanaman pohon kelapa sawit di wilayah Desa Cigobang,” ujar Imron saat meninjau lokasi. 

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan perluasan sawit di wilayahnya, apalagi setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menerbitkan surat edaran pada 29 Desember 2025 yang melarang penanaman kelapa sawit di Jawa Barat.

Sebagai solusi, Pemkab Cirebon memilih mengganti sawit dengan mangga gedong gincu. Buah ini bukan hanya ikon daerah, tetapi juga memiliki pasar yang kuat dan harga yang relatif stabil, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. 

“Kami akan membantu masyarakat dengan menyiapkan bibit pengganti. Tanaman sawit nantinya akan dicabut dan diganti dengan tanaman lain,” kata Imron. 

Langkah penggantian ini tidak akan dilakukan secara sepihak. Pemerintah kabupaten berencana menggelar rapat lanjutan bersama pemerintah desa, camat, dan warga Cigobang untuk membahas teknis pelaksanaan di lapangan, termasuk waktu pencabutan dan penanaman kembali. 

Pendekatan ini dipilih agar proses transisi berjalan tertib, tidak menimbulkan konflik, dan tetap memberi ruang bagi aspirasi masyarakat yang selama ini mengelola lahan tersebut.

Imron juga memastikan bahwa pengawasan akan diperluas ke wilayah lain di Cirebon. Hingga kini, laporan penanaman sawit baru diterima dari Kecamatan Pasaleman, namun jika ditemukan kasus serupa di kecamatan lain, pemerintah daerah akan mengambil tindakan yang sama.

“Kalau nanti ada laporan di kecamatan lain, tentu akan kami cek. Intinya, kami mendukung penuh edaran dari Pak Gubernur,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Larangan Sawit Jabar Vs Regulasi Nasional: Mengapa Surat Edaran Dedi Mulyadi Rawan Digugat?

Larangan Sawit Jabar Vs Regulasi Nasional: Mengapa Surat Edaran Dedi Mulyadi Rawan Digugat?

News | Senin, 05 Januari 2026 | 19:29 WIB

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Kinerja Ekspor November 2025: Sawit dan Batu Bara Melandai, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Bisnis | Senin, 05 Januari 2026 | 14:38 WIB

Gebrakan KDM Haramkan Jabar untuk Penanaman Sawit Baru

Gebrakan KDM Haramkan Jabar untuk Penanaman Sawit Baru

Video | Minggu, 04 Januari 2026 | 12:04 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB