Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah

Bangun Santoso | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Kamis, 05 Maret 2026 | 19:46 WIB
Pemerintah Didesak Prioritaskan Evakuasi WNI di Timur Tengah Ketimbang Ambisi Jadi Penengah
Guru Besar UGM Bidang Geopolitik Timur Tengah, Siti Mutiah Setiawati. (Suara.com/Hiskia)
  • Pemerintah didesak fokus utama pada evakuasi ribuan WNI di zona konflik daripada menjadi mediator Iran-Israel.
  • Indonesia dinilai sulit menjadi mediator netral karena posisi diplomatik dianggap condong ke blok Amerika Serikat dan Israel.
  • Situasi mendesak karena konektivitas udara di wilayah Teluk terhenti, menahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sana.

Suara.com - Pemerintah Indonesia didesak untuk segera mengalihkan fokus dari ambisi menjadi mediator konflik Iran-Israel dan AS. Seharusnya langkah nyata yang harus diutamakan adalah penyelamatan ribuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terjebak di negara berkonflik.

Guru Besar UGM Bidang Geopolitik Timur Tengah, Siti Mutiah Setiawati, menilai posisi Indonesia saat ini sangat sulit untuk diterima sebagai penengah yang netral.

Hal itu tidak terlepas dari syarat utama seorang mediator yang netralitas diakui kedua belah pihak. Sementara sekarang posisi diplomatik Indonesia dianggap sudah terlalu condong pada blok Amerika Serikat dan Israel usai bergabung dengan Board of Peace (BoP).

"Kita sudah nge-pro pada yang satu, enggak mungkin Iran itu menerima kita," kata Siti, di acara Pojok Bulaksumur UGM, Kamis (5/3/2026).

Ambisi menjadi mediator kian sulit mengingat posisi geopolitik Indonesia yang masih berada di lingkaran luar pusat kekuatan dunia.

Menurutnya, negara-negara besar seperti Jerman dan organisasi sekuat Uni Eropa pun telah gagal dalam upaya menengahi kesepakatan nuklir Iran Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Apalagi ketika Amerika Serikat secara sepihak keluar dari kesepakatan tersebut.

"Kita itu negara dunia ketiga, itu yang harus kita sadari. Tidak mungkin (jadi mediator) ya karena kita sudah berpihak," ucapnya.

Ketimbang membuang energi pada diplomasi yang sulit membuahkan hasil, Siti menekankan pentingnya rencana jangka pendek (immediate plan) untuk mengevakuasi warga negara di daerah berkonflik.

"Loh kenapa pemerintah malah idenya untuk menengahi, yang itu sudah sulit, ini lho (WNI) diselamatkan dulu," tandasnya.

Ia menyoroti kekhawatiran beberapa rekan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mulai menyuarakan kegelisahan mereka di media sosial. Seiring dengan meningkatnya pula ancaman serangan di wilayah Teluk.

"Saya diskusi dengan Kemenlu, kenapa Kemenlu tidak mencanangkan bahwa immediate (plan) itu harus menyelamatkan mengevakuasi penduduk Indonesia ke sana," tegasnya.

Diungkapkan Siti, data menunjukkan bahwa konsentrasi PMI terbesar berada di wilayah Teluk, dengan jumlah mencapai jutaan orang. Baik kategori unskilled maupun skilled worker yang bekerja di sektor strategis seperti perusahaan minyak.

Situasi kini semakin genting usai maskapai-maskapai besar di wilayah tersebut mulai menghentikan operasional akibat ancaman serangan udara.

Lumpuhnya konektivitas udara ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan WNI yang hendak keluar dari zona merah. Siti menyayangkan jika pemerintah masih berkutat pada ide mediasi.

"Itu yang harus lebih kita perhatikan kalau menurut saya. Wilayah teluk itu sangat kaya dan konsentrasi PMI itu di wilayah teluk. Jadi sekarang terhenti semua, tertahan di bandara itu yang memprihatinkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

Ratusan Warga Padati Kediaman Dubes Iran, Gelar Doa Bersama dan Petisi atas Wafatnya Ali Khamenei

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:42 WIB

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:23 WIB

Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Nyanyi Lagu Kebangsaan Dituding Terpaksa, Aksi Manis Striker Iran Bikin Dunia Tersentuh

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:06 WIB

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Aset Bitcoin 'To The Moon' dan Langsung Jadi Buruan

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:30 WIB

Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Umrah di Tengah Ketegangan Iran-Israel, Kimberly Ryder Pasrah Apa pun yang Terjadi

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB