Pramono Sebut Longsor Bantar Gebang Dipicu Curah Hujan Ekstrem

Senin, 09 Maret 2026 | 13:14 WIB
Pramono Sebut Longsor Bantar Gebang Dipicu Curah Hujan Ekstrem
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung usai membuka acara Festival Bedug di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)
Baca 10 detik
  • Longsor di TPST Bantar Gebang pada Minggu (8/3/2026) disebabkan intensitas curah hujan ekstrem mencapai 264 mm.
  • Pergeseran massa sampah setinggi 50 meter menimbun korban, merusak warung, serta mengubur tujuh unit truk sampah.
  • Operasi SAR gabungan fokus mencari lima korban hilang dan menormalisasi Sungai Ciketing yang tertutup material longsor.

Suara.com - Bencana longsor yang terjadi di TPST Bantar Gebang pada Minggu (8/3/2026) disebut Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai imbas intensitas hujan yang sangat ekstrem di wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Tercatat curah hujan menyentuh angka 264 mm per hari, yang membuat struktur gunungan sampah menjadi jenuh air dan licin.

"Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi," ujar Pramono di Balai Kota, Senin (9/3/2026).

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya fenomena sliding atau pergeseran massa sampah dari ketinggian 50 meter.

Longsoran ini tidak hanya menimbun manusia, tetapi juga menghancurkan bangunan warung dan menimbun tujuh unit truk sampah.

Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk mencari keberadaan lima orang yang diduga masih tertimbun material sampah.

Operasi pencarian ini melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas Damkar dan Satpol PP.

Selain pencarian korban, petugas juga fokus menormalkan kembali aliran Sungai Ciketing yang tertutup material longsor.

Tersumbatnya sungai berisiko memperparah keadaan karena mengganggu akses jalan bagi warga setempat.

Baca Juga: Jakarta Terancam Penumpukan Sampah Imbas Longsor TPST Bantar Gebang?

"Sungai itu peranannya atau manfaatnya bagi warga tempat itu, begitu tertutup, maka jalannya juga tertutup," papar Pramono.

Orang nomor satu di Jakarta ini belum bisa memastikan kapan status tanggap darurat di lokasi kejadian akan berakhir sepenuhnya.

Potensi longsor susulan tetap diwaspadai mengingat kondisi cuaca yang masih menunjukkan tanda-tanda anomali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI