Terjepit Banjir dan Tren Belanja Online, Nestapa Pedagang Pasar Cipulir Menjelang Idulfitri

Bella | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 18:35 WIB
Terjepit Banjir dan Tren Belanja Online, Nestapa Pedagang Pasar Cipulir Menjelang Idulfitri
Ibu Erni, pemilik Toko Prima di Pasar Cipulir yang menjajakan baju tidur dan daster pada Jumat (9/3/2026). [Suara.com/Dinda Pramesti K]
  • Pedagang di lantai dasar Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, mengalami kesulitan akibat seringnya banjir selama bulan puasa.
  • Banjir menyebabkan kerugian materiil signifikan dan memaksa pedagang mengurangi harga jual barang dagangan mereka.
  • Pedagang juga menghadapi tantangan ekonomi akibat persaingan belanja online dan kendala memasuki era digital.

Suara.com - Jalan Ciledug Raya di depan Pasar Cipulir terpantau ramai seperti biasanya. Deru mesin kendaraan dan klakson bersahutan, kontras dengan suasana di dalam gedung pasar yang menyimpan cerita perjuangan para pedagang bertahan hidup di tengah kepungan air dan ketidakpastian ekonomi.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, hiruk-pikuk Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, biasanya identik dengan lonjakan omzet.

Namun, bagi para pedagang di lantai dasar, cerita tahun ini terasa lebih menyesakkan. Bukan hanya soal sepinya pembeli akibat tren belanja online, mereka juga harus berjibaku dengan banjir yang datang bertubi-tubi di tengah musim penghujan.

Baru Puasa Sudah Tiga Kali Banjir

Ibu Erni, pemilik Toko Prima yang menjajakan baju tidur dan daster, mengisahkan betapa melelahkannya menjadi pedagang di 'zona rendah'. Di saat pasar lain sedang sibuk melayani pembeli baju Lebaran, ia justru sudah tiga kali harus berjibaku menyelamatkan barang dagangan dari genangan air selama bulan puasa ini.

"Benar-benar parah. Saya sudah tiga kali ngalamin banjir selama puasa ini. Air masuk sampai sedengkul, sekitar 50 senti," ujar Erni saat ditemui di kiosnya pada Jumat (9/3/2026).

Lantai dasar Pasar Cipulir memang sudah lama menjadi langganan banjir. Meski lantainya telah ditinggikan dua kali, posisinya yang lebih rendah dari jalan raya membuat kawasan ini tetap rentan. Jika hujan deras mulai turun, para pedagang harus bergerak cepat.

Banjir bukan sekadar air yang masuk ke toko, tetapi juga tentang tenaga ekstra yang terkuras. Ibu Erni sudah kenyang pengalaman mencuci baju-baju dagangan yang kotor terkena lumpur, lalu menjualnya dengan harga rugi demi memutar modal.

"Entar jual misalnya harga 30 jadi 20, 50 jadi 20 gitu… Padahal kita sudah kerja ekstra banget itu, belum jemurnya, belum aduh ya gitu deh," ungkapnya dengan getir.

Kondisi serupa dialami Ibu Talenta. Baginya, hujan deras adalah sinyal untuk segera mengemasi barang dagangan dan pulang lebih awal. Hujan berarti “tutup paksa” demi keamanan barang.

"Ya jelas ada penurunan pendapatan, orang nggak bisa dagang! Kalau tiba-tiba hujan, langsung diberesin, masuk-masukin barang, terus pulang naik angkot," keluhnya.

Bertahan di Tengah Kepungan Air

Meski menjadi 'langganan' bencana, pindah lokasi bukanlah perkara mudah. Pak Ardi, seorang pedagang asal Padang, memilih tetap bertahan di kiosnya meskipun harus berulang kali melihat air merayap masuk. Baginya, kenyamanan dan harapan adalah satu-satunya modal yang tersisa.

"Kalau kapok sih nggak, ya karena sudah nyaman di sini. Kita cuma berharap proyek gorong-gorong di depan itu cepat selesai. Selama itu belum beres, air dari depan pasti turunnya ke sini," ujar Ardi dengan nada pasrah.

Hal serupa juga dirasakan oleh Ibu Erni. Menurutnya, lantai atas pasar sudah terlalu penuh untuk mereka tempati. Ia justru menyoroti sistem drainase kota yang dianggapnya gagal mengantisipasi air kiriman dari wilayah sekitarnya.

"Setiap hujan deras saja, air kali mah aman… Entah drainasenya enggak benar apa bagaimana ya? Jadi itu kan kita karena posisinya di kawasan rendah, air itu berbalik ke dalam sini," jelasnya.

Asa yang Tersisa: Pendampingan di Era Digital

Selain persoalan infrastruktur, para pedagang luring (offline) ini juga merasa kian terjepit oleh gempuran pasar digital. Erni berharap pemerintah tidak hanya memperbaiki saluran air, tetapi juga memberikan pendampingan agar pedagang kecil seperti mereka bisa merambah dunia online tanpa rasa takut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Rekomendasi Baju Koko Kucing Terlaris untuk Lebaran 2026, Mulai Rp17 Ribuan!

7 Rekomendasi Baju Koko Kucing Terlaris untuk Lebaran 2026, Mulai Rp17 Ribuan!

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 18:30 WIB

5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret

5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 18:20 WIB

Purbaya Sidak Tanah Abang, Bantah Klaim Ekonom soal Indonesia Masuk Resesi-Krisis

Purbaya Sidak Tanah Abang, Bantah Klaim Ekonom soal Indonesia Masuk Resesi-Krisis

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:38 WIB

Jamin Stok BBM Saat Lebaran 2026, Pertamina Kawal Ketat Produksi Gasoline dan Avtur di 6 Kilang

Jamin Stok BBM Saat Lebaran 2026, Pertamina Kawal Ketat Produksi Gasoline dan Avtur di 6 Kilang

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:37 WIB

1 Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, PT Pegadaian Perkokoh Posisi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

1 Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, PT Pegadaian Perkokoh Posisi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:23 WIB

Terakhir Hari Ini! Promo Biskuit Kaleng, Wafer, dan Sirop di Hypermart

Terakhir Hari Ini! Promo Biskuit Kaleng, Wafer, dan Sirop di Hypermart

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 17:41 WIB

Alasan Mendagri Larang Kepala Daerah Pergi dari Wilayahnya saat Lebaran 2026

Alasan Mendagri Larang Kepala Daerah Pergi dari Wilayahnya saat Lebaran 2026

News | Senin, 09 Maret 2026 | 16:56 WIB

Promo Kue Lebaran dan Sirop di Manna Kampus, Biskuit Kaleng Mulai Rp20 Ribuan

Promo Kue Lebaran dan Sirop di Manna Kampus, Biskuit Kaleng Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 17:05 WIB

Mobil Dinas Cuma Buat Kerja, Bukan Buat Lebaran! Pahami Aturan Mainnya

Mobil Dinas Cuma Buat Kerja, Bukan Buat Lebaran! Pahami Aturan Mainnya

Otomotif | Senin, 09 Maret 2026 | 18:00 WIB

Budget 2 Jutaan? Ini 7 HP Vivo yang Layak Dibeli Jelang Lebaran

Budget 2 Jutaan? Ini 7 HP Vivo yang Layak Dibeli Jelang Lebaran

Your Say | Senin, 09 Maret 2026 | 17:30 WIB

Terkini

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB