- Pedagang di lantai dasar Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, mengalami kesulitan akibat seringnya banjir selama bulan puasa.
- Banjir menyebabkan kerugian materiil signifikan dan memaksa pedagang mengurangi harga jual barang dagangan mereka.
- Pedagang juga menghadapi tantangan ekonomi akibat persaingan belanja online dan kendala memasuki era digital.
"Kami ini pengen masuk online, tapi ragu. Kami bingung soal sistem potongannya yang gede, sementara untung kami tipis. Terus kalau di online orang milih-milih warna, nanti sisa stok kami yang lain jadi susah dijual," keluhnya.
Meski ada keinginan untuk merambah ke dunia digital, Ibu Erni menyimpan keraguan besar. Baginya, berjualan online bukan perkara mudah bagi pedagang grosir yang terbiasa menjual barang dalam bentuk 'serian' atau satu set warna lengkap. Ia khawatir jika pembeli hanya memilih warna atau ukuran populer, sisa stoknya akan menjadi barang mati.
Di tengah ketidakpastian cuaca dan ekonomi, Ibu Erni tetap bertahan. Baginya, selama dapur tetap mengepul dan anak-anak bisa sekolah, ia akan terus melipat baju dan memantau ketinggian air.
"Masih Bismillah sajalah Alhamdulillah dah masih Alhamdulillah masih bisa bertahan gitu. Cukuplah buat ini, yang penting anak cukup buat sekolah buat makan gitu sajalah. Untuk mikir-mikir yang… ah itu nggak usahlah, dikasih nikmat sehat sudah itu sudah cukuplah," pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K