Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun

Bernadette Sariyem Suara.Com
Kamis, 12 Maret 2026 | 22:30 WIB
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
Ilustrasi - Rudal Tomahawk AS hantam sekolah di Iran [X/Mehr News]
Baca 10 detik
  • Kesalahan kalkulasi Gedung Putih menyebabkan respons Iran melumpuhkan Selat Hormuz, memicu kenaikan harga minyak dunia.
  • Iran merespons serangan 28 Februari dengan agresi intensif, mengejutkan Pentagon karena tidak diantisipasi secara matang.
  • Perang singkat tersebut menghabiskan amunisi AS senilai miliaran dolar, menimbulkan krisis logistik dan ketidakpastian ekonomi global.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintahannya kini menyesal karena meremehkan Iran, sehingga biaya peperangan yang harus ditanggung terus merangkak naik menunju krisis ekonomi berkepanjangan.

Laporan investigasi The New York Times mengungkapkan, Trump telah melakukan kesalahan perhitungan yang fatal mengenai bagaimana Teheran akan bereaksi terhadap agresi militer yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Alih-alih menyerah atau memberikan respons terbatas, Iran justru melancarkan serangan balasan yang melumpuhkan jalur perdagangan energi dunia.

Saat ini, Selat Hormuz—arteri paling vital bagi pasokan minyak global—tetap hampir tidak dapat dilalui, memicu lonjakan harga minyak mentah ke level yang mengkhawatirkan dan mengguncang pasar keuangan dari New York hingga Jakarta.

Kesalahan Kalkulasi Gedung Putih

Menurut laporan yang mengutip beberapa sumber anonim di internal pemerintahan, Trump dan para penasihat seniornya awalnya percaya bahwa agresi tanpa provokasi ini hanya akan menimbulkan gejolak singkat.

Mereka merujuk pada pola perang 12 hari pada Juni tahun lalu, di mana harga minyak naik sebentar sebelum akhirnya stabil kembali.

Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Gedung Putih terbukti gagal menganggap serius ancaman Teheran untuk menutup Selat Hormuz.

Dampaknya terasa instan: pengiriman komersial terhenti total di Teluk Persia, memaksa pemerintahan Trump memutar otak untuk meredam kenaikan harga bensin yang kini mulai membebani warga Amerika di pompa-pompa bensin.

Baca Juga: Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada

“Ini adalah contoh kesalahan fatal penilaian Trump serta barisan penasihatnya soal bagaimana Iran bakal merespons peperangan yang dianggap Teheran sebagai ancaman eksistensial. Mereka justru merespons secara agresif ketimbang perang 12 hari tahun 2025," demikian laporan NY Times, dikutip hari Kamis (12/3/2026).

Respons Ganas Iran Mengejutkan Pentagon

Keberanian Iran dalam melakukan serangan balik ini nampaknya tidak diantisipasi secara matang oleh petinggi militer AS.

Menteri Perang Pete Hegseth mengakui skala dan intensitas balasan Iran, terutama serangan langsung ke pangkalan-pangkalan militer AS, cukup mengejutkan pihak Pentagon.

“Saya tak bisa mengatakan bahwa sudah mengantisipasi apa reaksi mereka (Iran). Tapi, kami memang tahu ada kemungkinan itu (balasan agresif Iran)," kata Hegseth.

Ketidaksiapan ini juga terungkap dalam sesi pengarahan tertutup dengan para anggota parlemen.

Senator Christopher Murphy mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial, menyatakan bahwa pemerintah saat ini sama sekali tidak memiliki rencana strategis untuk Selat Hormuz dan “tak tahu cara membuka Selat Hormuz kembali secara aman.”

Krisis Logistik dan Amunisi yang Menipis

Selain ancaman energi, perang ini juga menguras kantong pembayar pajak Amerika dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam pengarahan di Capitol Hill, pejabat Pentagon mengungkapkan militer AS telah menghabiskan amunisi senilai USD5,6 miliar atau setara Rp 94,7 Triliun hanya dalam dua hari pertama perang.

“Jumlah amunisi yang dipakai sebenarnya jauh lebih besar ketimbang yang diungkap ke publik," kata sumber NY Times.

Tingginya intensitas penggunaan senjata canggih ini memicu kekhawatiran mengenai ketahanan rantai pasokan militer AS jika konflik berlanjut dalam jangka panjang.

Sementara di lain sisi, kebingungan internal pemerintah semakin diperparah dengan insiden disinformasi.

Menteri Energi Chris Wright sempat memicu kehebohan pasar saat mengunggah klaim bahwa Angkatan Laut AS berhasil mengawal sebuah kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Namun, unggahan itu segera dihapus setelah pejabat lain mengonfirmasi bahwa tidak ada pengawalan yang terjadi, yang justru membuat pasar minyak kembali terguncang hebat.

Ancaman Eksistensial bagi Iran

Eskalasi ini dipicu oleh serangan udara agresif AS dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beserta beberapa komandan senior militer lainnya.

Bagi Teheran, tindakan ini bukan sekadar serangan militer biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keberadaan negara mereka.

Akibatnya, kampanye balasan Iran dilakukan dengan kekuatan penuh, menargetkan banyak lokasi strategis di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer AS di negara-negara tetangga.

Kini, Presiden Trump dilaporkan mulai menunjukkan frustrasi yang meningkat. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, ia mendesak awak kapal tanker minyak untuk “menunjukkan keberanian” dan tetap berlayar melalui Selat Hormuz yang sangat berbahaya.

Namun, dengan nihilnya jaminan keamanan dari Angkatan Laut, seruan tersebut tampaknya belum mampu menggerakkan kembali roda distribusi energi yang membeku.

Para pejabat di dalam pemerintahan kini semakin pesimis tentang kurangnya strategi keluar (exit strategy) yang jelas dari Trump untuk mengakhiri perang ini, sementara ekonomi dunia terus berada di bawah bayang-bayang resesi akibat guncangan energi global ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI