Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak [wikipedia]
  • Indonesia mencatat 8.224 kasus campak dengan 21 KLB di berbagai provinsi selama periode Januari hingga Februari 2026.
  • Virus campak sangat menular melalui droplet di udara dan permukaan benda sehingga mengancam kesehatan anak-anak dan keluarga.
  • Masyarakat meningkatkan upaya pencegahan melalui perilaku hidup bersih, penggunaan masker, serta produk kebersihan Wings Group.

Suara.com - Pagi belum sepenuhnya terang ketika Yuli sudah sibuk dengan rutinitasnya. Tangan kanannya bergerak cepat, menggenggam gagang pel, menyusuri setiap sudut lantai rumah yang masih lembap oleh embun dini hari.

Sesekali ia berhenti, membilas kain pel yang mulai menghitam dalam ember berisi air bercampur cairan pembersih lantai. Ia ingin memastikan tak ada celah bagi kuman dan virus untuk bertahan di rumahnya.

"Cairan pembersih ini dicampur air panas, lantainya jadi tambah bersih, keset gitu. Sudah pasti virus mati semua," ujar Yuli saat berbincang dengan Suara.com, Rabu (1/4/2026).

Belum sempat beristirahat, Yuli beranjak ke kamar mandi. Dua ember besar berisi pakaian keluarga sudah menunggu. Ia menuangkan deterjen, mengucek satu per satu pakaian dan membilasnya dengan telaten.

Kini, mencuci bukan sekadar rutinitas domestik, melainkan bagian dari upaya perlindungan. Baginya, setiap serat kain harus bersih, bukan hanya dari noda, tetapi juga dari potensi ancaman tak kasatmata.

Sejak awal 2026, kecemasan itu tumbuh perlahan namun pasti. Kabar peningkatan kasus campak di berbagai daerah membuat Yuli semakin waspada. Di Kabupaten Tangerang, tempat ia tinggal, lebih dari seribu kasus tercatat hingga Februari 2026.

Secara nasional, situasinya bahkan lebih mengkhawatirkan. Dalam kurun 1 Januari hingga 23 Februari 2026, tercatat 8.224 kasus campak. Sebanyak 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak muncul di 17 kabupaten/kota di 11 provinsi. Dari jumlah tersebut, 13 KLB telah terkonfirmasi secara laboratorium, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Bagi Yuli, angka-angka itu bukan sekadar statistik. Ia langsung teringat pada kedua anaknya yang masih rentan. Anak sulungnya duduk di bangku kelas lima SD, sementara si bungsu baru berusia empat tahun. Di usia tersebut, risiko terpapar campak masih tinggi, terutama dengan aktivitas harian yang tak terhindarkan.

Kekhawatiran itu semakin besar mengingat pekerjaan suaminya sebagai pengemudi ojek online. Setiap hari, sang suami bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Mobilitas tinggi itu menjadi jalur potensial bagi virus untuk masuk ke rumah.

“Mobilitas suami tinggi banget, ketemu banyak orang. Takut bisa bawa virus pulang ke rumah dan menulari anak-anak,” ujarnya.

Tak hanya itu, anak pertamanya yang aktif mengikuti ekstrakurikuler pencak silat di sekolah juga berada dalam lingkungan dengan interaksi tinggi. Ruang kelas, halaman sekolah, hingga aktivitas bersama teman sebaya menjadi titik-titik yang sulit dikontrol sepenuhnya.

Di tengah situasi tersebut, Yuli merasa perannya sebagai ibu menjadi semakin krusial. Ia tak memiliki kuasa untuk mengendalikan dunia di luar rumah, tetapi ia bisa memastikan rumahnya menjadi ruang yang aman. Dari situlah rutinitas bersih-bersih menjadi lebih intens bahkan cenderung ketat.

Kebiasaan hidup bersih dan sehat sebenarnya sudah ia bangun sejak pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu. Namun kini, kebiasaan itu kembali ia perkuat, seiring munculnya ancaman baru yang tak kalah serius.

Setiap hari, ia memastikan lantai rumah dipel dengan cairan pembersih berdisinfektan. Pakaian keluarga dicuci menggunakan deterjen yang tidak hanya menghilangkan noda, tetapi juga membantu membunuh kuman dan virus. Bagi Yuli, ini bukan soal berlebihan, melainkan bentuk perlindungan yang realistis di tengah keterbatasan.

Dalam kesehariannya, ia mengandalkan produk seperti SoKlin Antisep untuk mencuci pakaian. Soklin Antisep adalah deterjen pertama di Indonesia yang menggabungkan deterjen dan disinfektan. Teknologi O2 active power terbukti 99,99 persen efektif membunuh virus, kuman dan bakteri yang menempel di pakaian dibanding deterjen biasa. Yuli mengenal produk ini sejak pandemi Covid-19 dan terus memakainya sampai saat ini untuk perlindungan seluruh keluarga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Piala Dunia 2026 Dihantui Penyebaran Penyakit Menular dari Campak, Hepatitis Hingga Ebola

Bola | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:43 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak

News | Senin, 20 April 2026 | 19:05 WIB

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

Pandemi Senyap 2026: Mengapa Anak Indonesia Kembali Diserang Campak?

News | Selasa, 14 April 2026 | 08:49 WIB

Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat

Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak di Jakarta, Pengawasan Tetap Diperketat

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:07 WIB

Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa

Tak Hanya Anak, Vaksin Campak Kini Bisa Digunakan Orang Dewasa

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:03 WIB

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas

News | Rabu, 08 April 2026 | 13:41 WIB

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

Wabah Campak Mematikan di Bangladesh: 130 Anak Tewas, Ribuan Terinfeksi dalam Waktu Singkat

News | Senin, 06 April 2026 | 15:53 WIB

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?

News | Senin, 06 April 2026 | 14:47 WIB

Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!

Kabar Duka Dokter Muda Tewas Akibat Campak: Bukan Sekadar Penyakit Anak-Anak!

Your Say | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:46 WIB

Terkini

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:51 WIB

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:43 WIB

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:50 WIB

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:28 WIB

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:12 WIB

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB