- Pasukan Iran menyita kapal kargo MSC Francesca dan Epaminondas di Selat Hormuz pada 23 April 2026 sebagai aksi balasan.
- Presiden Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat menembak kapal Iran yang memasang ranjau di jalur pelayaran tersebut.
- Ketegangan militer di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak Brent serta penurunan bursa saham di berbagai negara global.
Dampak Global: Harga Minyak dan Prahara di Pentagon
Ketidakpastian ini kembali mengguncang pasar global:
- Harga Minyak: Brent naik 0,5% menjadi US$102,40 per barel, mencerminkan kekhawatiran atas gangguan energi terburuk dalam sejarah.
- Pasar Saham: Meskipun Wall Street sempat mencetak rekor, bursa di Jepang, Hong Kong, dan Jerman mulai memerah akibat sinyal konflik yang berkepanjangan.
- Politik AS: Di tengah kemelut, Trump memecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan. Isu perselisihan internal mengenai pembangunan kapal perang dan hubungan buruk dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth disebut menjadi pemicunya.
Hingga saat ini, ambisi Trump untuk melumpuhkan program nuklir Iran dan memicu perubahan rezim belum membuahkan hasil. Iran justru mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz meski diancam Trump akan "hidup di neraka".
Pakistan tetap berupaya menjadi mediator, namun Teheran menegaskan hanya akan kembali ke meja perundingan jika blokade AS diangkat dan kapal-kapal mereka yang disita segera dibebaskan.