- Kementerian Pertahanan mengadakan silaturahmi bersama petinggi TNI dan purnawirawan di Jakarta pada Jumat, 24 April 2026.
- Pertemuan membahas kebijakan pertahanan nasional, modernisasi TNI, serta perkembangan isu strategis mengenai izin lintas udara dengan Amerika Serikat.
- Masukan dari para purnawirawan akan dijadikan bahan evaluasi dan pertimbangan untuk penyempurnaan kebijakan pertahanan negara di masa depan.
Sementara itu, perkembangan terakhir mengenai Letter of Intent (LoI) atau surat pernyataan tentang overflight clearance, Rico menyampaikan hal tersebut turut menjadi pembahasan dalam forum silaturahmi.
"Ini merupakan salah satu forum dari bagian dari masukan-masukan yang diterima, ya. Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Letter of Intent tersebut," kata Rico.
Kumpul di Kemhan
Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mendadak menjadi titik kumpul para petinggi militer Tanah Air pada Jumat pagi.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menggelar silaturahmi khusus bersama jajaran purnawirawan dan pejabat aktif TNI dengan tajuk strategis: "Peran TNI Dalam Mendukung Program Pemerintah."
Pantauan di lokasi menunjukkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto tiba pukul 08.50 WIB.
Kedatangannya disambut oleh Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah.
Tak sekadar pertemuan dinas biasa, acara ini juga menjadi ajang "reuni" bagi deretan mantan pucuk pimpinan TNI.
Nama-nama seperti Laksamana (Purn) Yudo Margono, Jenderal (Purn) Andika Perkasa, hingga Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo tampak hadir di lokasi.
Selain itu, terlihat pula sosok senior Jenderal (Purn) Agum Gumelar dan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.
Pemandangan menarik terlihat dari kontras busana yang dikenakan.
Para purnawirawan tampil rapi dalam balutan batik, sementara pejabat TNI aktif mengenakan seragam dinas harian (PDH) lengkap.
Seluruh tamu undangan langsung diarahkan menuju Ruang Bhinneka Tunggal Ika (BTI) untuk memulai pertemuan tertutup tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah eks petinggi TNI lainnya dilaporkan masih terus berdatangan ke area Kemenhan.