Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan

Muhammad Yasir, Novian Ardiansyah

Selasa, 02 Juni 2026 | 09:12 WIB
Balas Kritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy: Diplomat Hebat Walau Hanya Menjabat 3 Bulan
Prabowo dan Teddy Indra Wijaya [X]
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menanggapi kritik Dino Patti Djalal mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
  • Teddy menegaskan biaya kelebihan perjalanan ditanggung pribadi oleh Presiden dan jumlah rombongan delegasi telah dipangkas signifikan secara drastis.
  • Pemerintah menyatakan kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk membangun diplomasi serta kepercayaan internasional di tengah situasi global dinamis.

Suara.com - Kritik Dino Patti Djalal terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto mendapat tanggapan langsung dari Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Melalui video yang diunggah akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan sejumlah hal yang menurutnya perlu diluruskan, mulai dari biaya perjalanan Presiden, jumlah rombongan yang menyertai, hingga alasan di balik padatnya agenda diplomasi luar negeri Prabowo.

Teddy membuka penjelasannya dengan mengapresiasi masukan Dino.

"Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tutur Teddy dikutip Suara.com, Selasa (2/6/2026).

Namun Teddy menilai ada sejumlah fakta yang perlu dijelaskan kepada publik agar tidak muncul persepsi keliru mengenai aktivitas diplomasi Presiden.

Salah satu yang disorot ialah anggapan bahwa lawatan luar negeri Prabowo menghabiskan anggaran negara dalam jumlah besar.

Menurut Teddy, setiap kelebihan biaya di luar anggaran resmi negara ditanggung langsung oleh Prabowo secara pribadi.

Tak hanya itu, Teddy juga membantah kritik soal besarnya jumlah rombongan yang mendampingi Presiden dalam kunjungan luar negeri.

Ia mengklaim jumlah delegasi saat ini telah dipangkas lebih dari separuh dibanding periode pemerintahan sebelumnya.

Teddy menyebut rombongan Presiden kini berkisar 50 hingga 60 orang dalam satu kunjungan. Jumlah tersebut, kata dia, jauh lebih kecil dibanding masa lalu yang bisa mencapai lebih dari 120 orang dalam satu lawatan.

Teddy juga menjawab usulan Dino agar agenda kunjungan luar negeri Presiden diumumkan jauh-jauh hari. Menurutnya, situasi global saat ini bergerak sangat cepat sehingga tidak semua agenda dapat direncanakan secara kaku.

Ia mencontohkan berbagai konflik dan ketegangan internasional yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari perang di Ukraina hingga gejolak di Timur Tengah.

Dalam situasi seperti itu, menurut Teddy, seorang kepala negara harus mampu bergerak cepat menyesuaikan perkembangan.

Lebih jauh, Teddy menilai kritik yang hanya melihat jumlah perjalanan Presiden ke luar negeri tanpa memahami tujuan diplomatik di baliknya berisiko mengabaikan kepentingan strategis Indonesia.

Ia menegaskan bahwa hubungan antarnegara tidak dibangun ketika krisis sudah terjadi, melainkan jauh sebelumnya melalui komunikasi dan kedekatan antarpemimpin dunia.

Karena itu, menurut Teddy, kunjungan luar negeri Presiden tidak bisa semata-mata dipandang sebagai kegiatan seremonial atau pencitraan. Ia juga menyebut diplomasi membutuhkan hubungan personal dan kepercayaan yang dibangun secara konsisten.

"Jadi salah besar, kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial," jelas Teddy.

Ia juga meminta publik melihat hasil yang telah dicapai dari berbagai lawatan luar negeri Presiden selama sekitar satu setengah tahun terakhir, bukan hanya menghitung frekuensi perjalanan yang dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:56 WIB

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

Teddy: Lawatan Luar Negeri Prabowo untuk Bangun Kedekatan dengan Pemimpin Dunia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 22:48 WIB

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

Seskab Teddy: Lawatan Luar Negeri Bukan Gagah-gagahan, Prabowo Tanggung Kelebihan Biaya

News | Senin, 01 Juni 2026 | 21:17 WIB

Terkini

Dadan Cs Ditahan Kejagung, Ketua Banggar DPR: BGN Harus Fokus Makan Bergizi, Bukan iPad dan Motor

Dadan Cs Ditahan Kejagung, Ketua Banggar DPR: BGN Harus Fokus Makan Bergizi, Bukan iPad dan Motor

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:58 WIB

MUI Angkat Bicara Soal Status Haji Pejabat yang Terjerat Kasus Korupsi Seperti Dadan Hindayana

MUI Angkat Bicara Soal Status Haji Pejabat yang Terjerat Kasus Korupsi Seperti Dadan Hindayana

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:43 WIB

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

Guru Besar UGM Soroti Penetapan Dadan sebagai Tersangka: Kenapa Baru Sekarang?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:30 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Ketua Banggar DPR: Sudah Lewati Batas Psikologis

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:27 WIB

Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini

Gara-Gara Bunyi Desis di Gardu PLN, 45 Kelurahan Jakarta Terancam Krisis Air Akhir Pekan Ini

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:21 WIB

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

Kenapa Perdamaian Perang AS - Iran Maju Mundur?

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:12 WIB

Pakar UGM Usul 3 Reformasi MBG: Fokus ke Siswa Miskin hingga Benahi Menu

Pakar UGM Usul 3 Reformasi MBG: Fokus ke Siswa Miskin hingga Benahi Menu

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 12:02 WIB

Usai Dadan Terasangka, Prabowo Ultimatum Mitra Makan Bergizi Gratis: Yang Brengsek Segera Tobat!

Usai Dadan Terasangka, Prabowo Ultimatum Mitra Makan Bergizi Gratis: Yang Brengsek Segera Tobat!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:58 WIB

Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS

Rudal Iran Hantam Bandara Kuwait, Teheran Klaim Eror Sistem Patriot AS

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:49 WIB

Kejati Jakarta Tetapkan Ko Xiong Tersangka Korupsi Kredit Rp600 Miliar di KoinWorks

Kejati Jakarta Tetapkan Ko Xiong Tersangka Korupsi Kredit Rp600 Miliar di KoinWorks

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:48 WIB