Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 15 Juli 2026 | 15:47 WIB
Demi Belajar Mengaji, Driver Ojol Yogyakarta Rela Tinggalkan Order Dua Jam Setiap Rabu
Kegiatan Majelis Ojol Mengaji (Momen) di Rumah Qur'an IQC Bausasran, Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Puluhan pengemudi ojek online di Yogyakarta rutin mengikuti Majelis Ojol Mengaji setiap Rabu pagi untuk belajar membaca Al-Qur'an.
  • Kegiatan ini diselenggarakan secara gratis guna memfasilitasi pengemudi yang ingin mendalami ilmu agama tanpa merasa sungkan atau minder.
  • Peserta sengaja mematikan aplikasi ojek online selama dua jam agar dapat fokus mengikuti pembelajaran di lokasi yang disediakan.

Suara.com - Di sela kesibukan mengejar orderan, puluhan pengemudi ojek online (ojol) di Yogyakarta rutin mematikan aplikasi mereka setiap Rabu pagi.

Selama sekitar dua jam, mereka tidak mengejar penumpang ataupun pesanan makanan. Mereka berkumpul untuk meluangkan waktu belajar membaca Al-Qur'an dalam kegiatan Majelis Ojol Mengaji (Momen).

Bagi Edi Sutanto (47), seorang pengemudi Gojek asal Umbulharjo, meluangkan waktu setiap Rabu pagi selama hampir tiga tahun terakhir merupakan keputusan besar yang mengubah hidupnya.

Pasalnya, sebelum bergabung dengan majelis ini, ia mengaku kesulitan mencari tempat belajar agama yang nyaman karena usianya sudah tidak lagi muda.

"Alhamdulillah setelah bergabung di sini kita ketemu teman-teman yang luar biasa, yang tadinya cuma saling sapa di jalan, alhamdulillah sekarang bisa gabung ngaji bareng," kata Edi saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (15/7/2026).

Edi menceritakan, motivasi terbesarnya mengikuti pengajian adalah kesadaran akan pentingnya bekal spiritual setelah lelah mencari nafkah di dunia.

Awalnya, ia harus memulai semuanya dari nol, melewati lembar demi lembar buku Iqra sebelum akhirnya mampu membaca Al-Qur'an dan kini telah berada di sekitar juz ketiga atau keempat.

"Ya sebetulnya karena kemarin itu ya karena keterbatasan informasi ya. Tapi niat ya setelah sharing-sharing dengan beberapa teman memang akhirat memang harus dikejar lah ya toh. Jangan sampai cuma dunia karena kita tahu akhirat itu ada kan gitu," ucapnya.

Menghapus Rasa Malu Belajar Mengaji

Edi mengaku, hal paling berharga dari kegiatan tersebut adalah hilangnya rasa minder. Selama ini ia enggan belajar mengaji di lingkungan rumah atau masjid karena merasa malu harus memulai dari Iqra ketika anak-anak justru sudah lancar membaca Al-Qur'an.

baca juga

Di Momen, seluruh peserta datang dengan semangat yang sama, yakni belajar sesuai kemampuan masing-masing.

"Enggak, enggak minder (kalau di sini) banyak yang sama gitu, masih belajar," ujarnya.

Ia bahkan kini kerap mengajak rekan-rekan sesama pengemudi untuk ikut belajar. Menurutnya, suasana yang santai membuat peserta tidak merasa tertekan.

Apalagi, belajar mengaji dilakukan sambil berbincang dan menikmati kebersamaan layaknya teman yang sedang berkumpul di warung kopi.

Rela Mematikan Aplikasi

Kegiatan Majelis Ojol Mengaji (Momen) di Rumah Qur'an IQC Bausasran, Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). [Suara.com/Hiskia]
Kegiatan Majelis Ojol Mengaji (Momen) di Rumah Qur'an IQC Bausasran, Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). [Suara.com/Hiskia]

Komitmen para peserta terlihat dari keputusan mereka menghentikan aktivitas bekerja selama kegiatan berlangsung. Edi mengatakan aplikasi ojol sengaja dimatikan agar bisa fokus mengikuti pembelajaran. Terlebih, waktu pelaksanaannya dipilih saat orderan sedang tidak terlalu ramai.

"(Aplikasi ojol) Off, dioffkan (saat ngaji)," ucapnya.

Edi mengatakan, dalam sekali pertemuan jumlah peserta yang hadir biasanya berkisar 25 hingga 30 orang. Mereka datang dari berbagai wilayah di Yogyakarta dengan latar belakang yang beragam.

Manajemen waktu menjadi kunci utama bagi para pejuang jalanan ini agar urusan dapur tetap ngebul sekaligus target mengaji tetap tercapai. Hari Rabu dipilih bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan kesepakatan bersama mengenai dinamika naik turunnya pesanan di aplikasi.

PIC Majelis Ojol Mengaji, Sugiarto (40), menjelaskan bahwa pemilihan hari dan jam pengajian disesuaikan dengan pola kerja para pengemudi ojol agar mereka dapat hadir tanpa merasa terbebani kehilangan pendapatan harian.

"Ini kita milih hari Rabu jam 9 sampai 11 juga itu rekomendasi dari rekan-rekan ojol karena biasanya hari Rabu dan dalam rentang jam 9 sampai 11 itu orderan tidak terlalu ramai. Jadi, teman-teman bisa lebih mudah untuk meluangkan waktu kumpul di sini," kata Sugiarto.

Berawal dari Kegelisahan Para Driver

Sugiarto menceritakan, kegiatan tersebut memang dirancang untuk menjawab kegelisahan para pengemudi ojol yang ingin belajar mengaji, tetapi merasa sungkan jika harus belajar bersama anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

"Jadi, kita melihat kegelisahan rekan-rekan ojol biasanya kalau pengen belajar mengaji tapi kalau di rumahnya mungkin di masjid atau di lingkungannya itu agak sungkan," ucapnya.

Majelis yang akan memasuki usia tiga tahun pada Agustus mendatang itu kini memiliki 125 anggota terdaftar. Peserta yang rutin hadir berkisar 20 hingga 30 orang, dengan rentang usia mulai 27 hingga 72 tahun.

Kemampuan membaca mereka pun beragam. Sebagian besar memulai dari Iqra sebelum beranjak ke Al-Qur'an sesuai hasil penilaian ustaz pendamping.

Sugiarto menuturkan seluruh kegiatan diselenggarakan secara gratis di bawah naungan Mualaf Quran Center. Peserta tidak dipungut biaya. Bahkan, perlengkapan belajar seperti Iqra dan Al-Qur'an telah disediakan.

Setelah Ramadan, kegiatan juga diperluas melalui kolaborasi dengan Yayasan Rumpun Nurani dan Masjid Munzalan Mubarokan. Dengan demikian, kini tersedia tiga lokasi belajar setiap pekan agar lebih mudah dijangkau para pengemudi maupun masyarakat umum yang ingin belajar mengaji.

"Ini juga sedang kita kembangkan lagi untuk yang di satu titik di utara itu kita juga mulai meng-open untuk rekan-rekan ojol yang perempuan yang ingin belajar ngaji dan sebenarnya ini kita sudah mulai mensosialisasikan bahwa ini tidak khusus untuk ojol," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:02 WIB

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

Pembunuh Driver Ojol di Tangerang Ditangkap! Korban Ditusuk Saat Tidur di Basecamp

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 15:43 WIB

Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tak Menurun usai Kebijakan Potongan Aplikator 8 Persen

Menteri UMKM Sebut Pendapatan Ojol Tak Menurun usai Kebijakan Potongan Aplikator 8 Persen

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 00:15 WIB

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Nilai Komisi Ojol 8 Persen Belum Sejahterakan Driver, CELIOS: Aplikator Berpotensi Pangkas Insentif

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 10:11 WIB

Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan

Pemerintah Diminta Evaluasi Dampak Komisi Ojol 8 Persen Selama Enam Bulan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:45 WIB

Bukan Cuma Thamrin, Shelter Ojol Gratis 24 Jam Bakal Menjamur di Terminal dan Stasiun

Bukan Cuma Thamrin, Shelter Ojol Gratis 24 Jam Bakal Menjamur di Terminal dan Stasiun

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:28 WIB

Bongkar Siasat Aplikator: Kenapa Potongan Ojol Turun 8 Persen Tapi Dompet Driver Tetap Kering?

Bongkar Siasat Aplikator: Kenapa Potongan Ojol Turun 8 Persen Tapi Dompet Driver Tetap Kering?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 13:36 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Komisi 8 Persen Ojol Jadi Sorotan DPR, Pengemudi Kini Terima 92 Persen Tarif

Komisi 8 Persen Ojol Jadi Sorotan DPR, Pengemudi Kini Terima 92 Persen Tarif

Video | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:45 WIB

Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

Di Balik Pemakaman Ali Khamenei: Simbol Agama dan Pesan Politik yang Menggema ke Dunia

News | Senin, 06 Juli 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Semifinal Memanas, Wakil Presiden Argentina Singgung Konflik Falkland Jelang Lawan Inggris

Semifinal Memanas, Wakil Presiden Argentina Singgung Konflik Falkland Jelang Lawan Inggris

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:45 WIB

Tahun Ajaran Baru Tak Harus Serba Baru, Orang Tua Tak Perlu Memaksakan Diri

Tahun Ajaran Baru Tak Harus Serba Baru, Orang Tua Tak Perlu Memaksakan Diri

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:45 WIB

HUT ke-70 Danamon, Nasabah Medan Bisa Nikmati Promo di Nelayan Restaurant hingga Pagi Sore

HUT ke-70 Danamon, Nasabah Medan Bisa Nikmati Promo di Nelayan Restaurant hingga Pagi Sore

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:41 WIB

Nasib Ganti Rugi JPO Tendean Belum Jelas, Pemprov DKI Masih Negosiasi dengan Perusahaan Truk

Nasib Ganti Rugi JPO Tendean Belum Jelas, Pemprov DKI Masih Negosiasi dengan Perusahaan Truk

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:40 WIB

4 Penny Loafers Lokal di Bawah Rp500 Ribu, Stylish dan Ramah di Kantong!

4 Penny Loafers Lokal di Bawah Rp500 Ribu, Stylish dan Ramah di Kantong!

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:40 WIB

Kampus Bukan Mesin Cari Cuan, Asosiasi Dosen Minta RUU Sisdiknas Atur Batas Uang Kuliah

Kampus Bukan Mesin Cari Cuan, Asosiasi Dosen Minta RUU Sisdiknas Atur Batas Uang Kuliah

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:39 WIB

"Puncak Kemarau Panjang Mengintai, DPRD Jateng Desak Optimalisasi Embung dan Waduk"

"Puncak Kemarau Panjang Mengintai, DPRD Jateng Desak Optimalisasi Embung dan Waduk"

Jawa Tengah | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:39 WIB

4 Sepatu Lari Warna Pink Merek Lokal untuk Wanita, Lengkap Review Pembeli

4 Sepatu Lari Warna Pink Merek Lokal untuk Wanita, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:38 WIB

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:36 WIB

Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah

Delapan Jam Menyusuri Baduy Mengubah Cara Saya Melihat Sampah

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:35 WIB

×