Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Reshuffle Kabinet Tak 'Berpengaruh', IHSG Melemah 143,10 Poin

Esti Utami

Rabu, 12 Agustus 2015 | 17:42 WIB
Reshuffle Kabinet Tak 'Berpengaruh', IHSG Melemah 143,10 Poin
IHSG anjlok (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/8/2015) ditutup melemah 143,10 poin ke posisi 4.479,49 di tengah koreksi bursa global setelah sentimen negatif devaluasi yuan.

"Aksi jual masih berlanjut menyusul kebijakan Cina yang mendevaluasi mata uangnya. Situasi itu mendorong mata uang rupiah ikut tertekan terhadap dolar dan pelaku pasar berasumsi kinerja emiten akan kembali melemah ke depannya sehingga aksi jual saham pun kembali marak," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.

Secara keseluruhan IHSG ditutup melemah  143,10 poin atau 3,10 persen menjadi 4.479,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 28,79 poin (3,69 persen) menjadi 752,31.

Reza menambahkan bahwa perubahan susunan (reshuffle) Kabinet Kerja sepertinya kurang dapat menahan adanya aksi jual oleh pelaku pasar, terutama investor asing. Sejak pekan lalu asing terus melakukan aksi lepas saham.

Tercatat, dalam data perdagangan Bursa Efek Indonesia, pelaku pasar asing mencatatkan jual bersih atau "foreign net sell" sebesar Rp763,768 miliar pada hari ini.

Ia berharap, besok aksi jual saham mulai berkurang sehingga pelemahan IHSG BEI tidak lebih besar. Diharapkan juga pelaku pasar menyambut positif pidato Presiden Jokowi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat di atas 5 persen dan akan akan menggenjot belanja APBN untuk kegiatan pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, aksi jual pelaku pasar akibat pelemahan rupiah dan devaluasi yuan Tiongkok membuat IHSG BEI masuk ke daerah jenuh jual (oversold).

"Pelaku pasar dapat memanfaatkan saham yang telah rendah nilainya, rekomen akumulasi di berberapa saham berkapitalisasi besar," katanya.

Sementara nilai tukar rupiah juga bergerak melemah 149 poin menjadi Rp13.756 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.607 per dolar AS.

"Tekanan pada rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal. Kebijakan pemerintah Cina yang kembali memangkas nilai yuan berimbas pada mata uang di kawasan Asia-Pasifik, termasuk rupiah," ujar pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova di Jakarta.

Di sisi lain, lanjut dia, belum adanya kepastian dari bank sentral Amerika Serikat (AS) mengenai kenaikan suku bunganya (Fed fund rate) membuat pelaku pasar sedikit kesulitan mengukur valuasinya terhadap aset keuangan di negara berkembang sehingga cenderung memutuskan untuk keluar dari pasar berisiko.

"Kendati demikian, devaluasi yuan diperkirakan hanya sesaat sehingga rupiah masih berpotensi untuk kembali bergerak menguat," ucapnya. Menurut dia, pemerintah harus bisa memanfaatkan koreksi mata uang rupiah ini, pemerintah untuk mendorong kinerja ekspor domestik. Produk ekspor Indonesia juga masih cukup kompetitif di pasar global.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (12/8/2015) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.758 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.541 per dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Pemicu IHSG Bisa Tembus Level Psikologis 6.400 Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:54 WIB

IHSG Masih Senang Bertengger di Level 6.300, ISAT Melesat di Sesi I

IHSG Masih Senang Bertengger di Level 6.300, ISAT Melesat di Sesi I

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 12:51 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.300 Pagi Ini, Saham ASII Perlu Disimak

IHSG Bertahan di Level 6.300 Pagi Ini, Saham ASII Perlu Disimak

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 09:12 WIB

Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI

Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:49 WIB

IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi

IHSG Berakhir Terkoreksi Tapi Masih di Level 6.300, DSSA Melesat Lagi

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Lepas BBCA, PTRO Diburu

Investor Asing Ramai-ramai Lepas BBCA, PTRO Diburu

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 13:32 WIB

IHSG Masih Nyaman di Level 6.300 Pagi Ini, PTRO Bisa Dilirik

IHSG Masih Nyaman di Level 6.300 Pagi Ini, PTRO Bisa Dilirik

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Hari Ini saat Wall Street Meroket dan Harga Minyak Amblas

IHSG Hari Ini saat Wall Street Meroket dan Harga Minyak Amblas

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:38 WIB

Meski Ekonomi RI Melambat, IHSG Tetap Nyaman di Level 6.300

Meski Ekonomi RI Melambat, IHSG Tetap Nyaman di Level 6.300

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:33 WIB

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×