Guna menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang, ternyata perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis online milik Nadiem Makariem membuat peraturan yang sangat ketat kepada para drivernya. Hal tersebut diungkapkan oleh Rachmat Sugiarto salah satu driver Gojek.
Ia menjelaskan, untuk bekerja di Gojek dan menjadi driver Gojek, tidak sembarang. Setiap harinya, kinerja para pengemudi Gojek dipantau dengan ketat dan selalu dinilai oleh pihak perusahaan. Jika para pengemudi Gojek sering mendapat review jelek dari para penumpang atau bertindak tidak sopan, pihak Gojek tak segan-segan untuk langsung mengeluarkan driver tersebut.
“Wah di Gojek nih ketat kak. Nggak sembarang, abis narik terus udah kelar. Nggak gitu, kita juga ada penilaiaannya. Di pantau terus, kalau pelanggannya nggak suka pelayanan pengataran kita, kita bisa ditegur kak. Kan kalau ojek biasa, ya abis nganter ya udah, nggak peduli saat jalan ini mau gimana-gimana,” kata Rachmat saat berbincang dengan suara.com di Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Ia mencontohkan, jika para driver Gojek berperilaku tidak sopan dengan para penumpangnya, para driver tersebut langsung dikeluarkan oleh perusahaa. Selain itu, jika sering dicancel oleh penumpang, para driver ini juga akan mendapat teguran dari pihak perusahaan.
“Dulu ada tuh kak kasus, saya sih baca di group driver Gojek. Ada yang mesum gitu lah omongannya, mungkin drivernya ini salah nangkep ya, penumpangnya ngajak ngobrol disangka naksir. Padahal emang penumpangnya aja yang pengen tahu pekerjaan kita. Eh malah omongannya ngelantur gitu. Langsung penumpangnya lapor ke kantor, terus dia dipanggil, langsung dikeluarin. Terus kalau kita sering dicancel, kita pasti ditelepon, penumpang juga suka di telepon kenapa di cancel. Penumpang juga ada recordnya, kalau sering cancel bisa di blok juga sama perusahaan,” ungkapnya.
Meski demikian, Rachmat menilai peraturan yang diterapkan oleh perusahaan sangat bagus, pasalnya guna menjaga reputasi perusahaan dengan memberikan pelayanan, kenyamanan dan keamanan kepada penumpang. Selain itu, mendidik para driver Gojek untuk bersikap dengan baik kepada penumpangnya.
“Kan biasanya kalau pada kerjar setoran, suka ugal-ugalan. Kan kalau ada aturan ini mereka jadi takut juga, kalau ugal-ugalan terus dikeluarin, abis dah nggak ada penghasilan. Makanya ada bagusnya juga kak ada aturan ini, kalau nggak nanti semua jadi seenaknya,” tegasnya.