Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Semakin Besar

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 08 Desember 2015 | 12:47 WIB
Kesenjangan Si Kaya dan Si Miskin di Indonesia Semakin Besar
Penggusuran Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (21/8). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bank Dunia mencatat dalam 15 tahun terakhir, kesenjangan di Indonesia terus mengalami peningkatan dan semakin lebar. Ketimpangan di Indonesia sudah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah.

Country Director Indonesia The World Bank, Rodrigo A. Chaves menjelaskan ketimpangan di Indonesia bisa terjadi lantaran pertumbuhan ekonomi hanya dirasakan oleh beberapa orang saja. Khususnya yang berada di daerah yang menjadi pusat kota.

“Contoh ketimpangan yang paling mencolok antara daerah perkotaan dengan daerah terpencil di Papua. Soal sanitasi, contoh Jakarta, di sini hanya 6 persen masyarakat yang tidak memiliki sanitasi yang baik, sedangkan di daerah lain hampir 98 persen sanitasinya buruk. Ini sangat mencolok sekali ketimpangan yang terjadi antara daerah,” kata Rodrigo saat memberikan kata sambutan dalam acara bank dunia bertajuk `Akhiri Ketimpangan Untuk Indonesia “AKU Indonesia” di XXI Ballroom Djakarta Theatre Building Sarinah, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Pada tahun 2002, sekitar 10 persen warga terkaya Indonesia mengonsumsi sama banyaknya dengan total konsumsi 42 persen warga miskin. Sedangkan pada 2014, mereka mengonsumsi sama banyaknya dengan 54 persen warga termiskin. Hal ini cukup jelas menunjukkan ketimpangan di Indonesia semakin melebar.

“Jika dilihat berdasarkan rasio gini Indonesia dalam 15 tahun terakhir dari 30 pada tahun 2000 menjadi 41 di 2014. Angka ini merupakan angka tertinggi jika dibandingkan denga negara-negara tetangga di Asia Timur dan ini bisa menjadi penghambat prospek segmen-sehmen masyarakat dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, pihaknya sangat berharap bahwa Indonesia dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat di Indonesia setara dengan daerah-daerah lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga, Indonesia bisa menjadi negara yang makmur di dunia.

“Indonesia punya potensi mensejahterakan rakyatnya dan menuju kemakmuran sebagai negara. Oleh sebab itu kami berharap Indonesia dapat mengatasi ketimpangan yang dikhawatirkan akan semakin melebar ini,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mensos Klaim Program PKH Persempit Kesenjangan Sosial

Mensos Klaim Program PKH Persempit Kesenjangan Sosial

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 06:27 WIB

Diskusi Perempuan Inspirasi Desa Dibuka oleh Sindorma Down

Diskusi Perempuan Inspirasi Desa Dibuka oleh Sindorma Down

News | Senin, 23 November 2015 | 11:34 WIB

Perubahan Iklim Dorong Ratusan Juta Penduduk Dunia ke Kemiskinan

Perubahan Iklim Dorong Ratusan Juta Penduduk Dunia ke Kemiskinan

News | Senin, 09 November 2015 | 11:46 WIB

Pemerintah Bantah Cabut Subsidi Listrik Karena Kesalahan PLN

Pemerintah Bantah Cabut Subsidi Listrik Karena Kesalahan PLN

Bisnis | Kamis, 05 November 2015 | 15:56 WIB

Dalam Enam Bulan, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 860.000 Orang

Dalam Enam Bulan, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 860.000 Orang

Bisnis | Selasa, 15 September 2015 | 22:23 WIB

Dua Sebab Masih Ada Warga Jakarta yang Miskin

Dua Sebab Masih Ada Warga Jakarta yang Miskin

News | Kamis, 06 Agustus 2015 | 18:20 WIB

Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Ahok Tak Terima Disalahkan DPRD

Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Ahok Tak Terima Disalahkan DPRD

News | Jum'at, 24 April 2015 | 06:48 WIB

Miris, Sebanyak 19 Ribu Warga Kaltim Tergolong Sangat Miskin

Miris, Sebanyak 19 Ribu Warga Kaltim Tergolong Sangat Miskin

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2015 | 02:16 WIB

Menteri ESDM: BBM Naik, Angka Kemiskinan Turun

Menteri ESDM: BBM Naik, Angka Kemiskinan Turun

Bisnis | Kamis, 27 November 2014 | 21:32 WIB

Kemiskinan di Indonesia Bisa Menjadi Bom Demokrasi

Kemiskinan di Indonesia Bisa Menjadi Bom Demokrasi

Bisnis | Kamis, 25 September 2014 | 14:30 WIB

Terkini

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:18 WIB

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:06 WIB

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 08:03 WIB

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:55 WIB

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:36 WIB

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB