Tahun 2016 Momen Meningkatnya Peran Swasta dan Sektor Finansial

Adhitya Himawan

Jum'at, 11 Desember 2015 | 02:47 WIB
Tahun 2016 Momen Meningkatnya Peran Swasta dan Sektor Finansial
Seminar “Mengubah Risiko Menjadi Peluang di Era Globalisasi yang Dinamis” [Suara.com/

Pelemahan kondisi keuangan dan ekonomi internasional beberapa waktu belakangan ini serta downside risk terhadap prospek ekonomi jangka pendek memunculkan sejumlah tantangan makroekonomi Indonesia saat ini. Oleh karena itu, Sampoerna University bersama HSBC menggelar Seminar Indonesia Economic and Financial Sector Outlook (IEFSO) 2016 dengan tema “Mengubah Risiko Menjadi Peluang di Era Globalisasi yang Dinamis”. Seminar yang diselenggarakan kemarin (10/12/2015) merupakan bagian dari kerjasama yang diinisiasi oleh Putera Sampoerna Foundation bersama HSBC yang dijalankan oleh Sampoerna University melalui Fakultas Bisnisnya, dalam mengembangkan program Pendidikan Perbankan dan Keuangan yang diresmikan pada Oktober 2015.

“Tahun 2016 diprediksi akan menjadi momentum perubahan struktural, dimana sektor swasta akan mulai berperan signifikan dalam membangun fondasi ekonomi yang produktif dan mendorong ekspor, dengan memanfaatkan depresiasi rupiah,” papar WahyoeSoedarmono, Dosen Fakultas Bisnis, Sampoerna University yang menjadi salah satu pembicara di seminar hari ini. “Namun, di balik potensi ini, terdapat tantangan mengingat sektor perbankan sebagai lembaga pembiayaan utama bagi investasi swasta sedang mengalami tekanan, baik dari sisi kualitas kredit ataupun likuiditas,” tambahnya.

Wahyoe Soedarmono juga menyebutkan utang luar negeri swasta naik hampir dua kali lipat sejak 2010, menjadi sekitar 168 miliar dolar AS di September 2015. Akibatnya, risiko nilai tukar karena depresiasi rupiah akan semakin terlihat, khususnya saat the Fed menaikkan suku bunga acuan di Amerika Serikat dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pendalaman pasar modal atau pun pasar obligasi domestik bagi sektor swasta tetap menjadi prioritas untuk memberikan alternatif pembiayaan sektor swasta dari dalam negeri, sehingga sektor swasta tidak terlalu terimbas oleh gejolak nilai tukar. Selain itu, usaha-usaha mendorong intermediasi dari sektor perbankan melalui relaksasi aturan makroprudensial ataupun mikroprudensial, tetap diperlukan karena ruang ekspansi kredit oleh sektor perbankan akan terbatas seiring penerapan aturan-aturan Basel III mulai 2016.

Pada kesempatan yang sama dalam paparannya Ali Setiawan  Managing Director, Head of Global Markets, HSBC Indonesia  mengatakan “Depresiasi rupiah terhadap dolar AS saat ini lebih disebabkan oleh beberapa faktor struktural domestik, seperti ekspor yang masih didominasi oleh barang commodity yang sedang melemah dan sentimen eksportir yang mengurangi penjualan mata uang asing terhadap rupiah, serta impor barang konsumsi yang terus meningkat. Faktor tersebut menyebabkan banyaknya dolar AS yang digunakan oleh sektor swasta untuk pembayaran impor, membayar utang luar negeri dan membayar dividen.” Ali Setiawan juga menilai bahwa untuk prospek ekonomi tahun depan masih akan terpengaruh pada ekonomi Tiongkok yang cenderung masih melambat. 

Selain itu, Wahyoe Soedarmono menambahkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan perlu dilakukan guna mendorong investasi masyarakat ke instumen-instrumen jangka panjang dalam rangka memperkuat sisi pendanaan bagi sektor perbankan.Perlambatan kredit saat ini, selain dipengaruhi oleh faktor perlambatan permintaan kredit, juga karena efek penawaran akibat pengetatan sumber-sumber pendananan di sisi perbankan. Pertumbuhan kredit yang baik akan mendorong pemulihan ekonomi di tahun 2016.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan juga turut menjadi perhatian pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, OJK tahun ini menargetkan peningkatan sebesar dua persen (2%) untuk indeks literasi keuangan[1]. Putera Sampoerna Foundation bersama HSBC pada Oktober 2015 meluncurkan Program Pedidikan Perbankan dan Keuangan, yang dijalankan oleh Sampoerna University melalui Fakultas Bisnisnya. Program ini sebagai bentuk upaya PSF dan HSBC dalam mendukung pemerintah dalam meningkatkan literasi keuangan di Indonesia.

“Seminar Indonesia Economic and Financial Outlook (IEFSO) 2016 merupakan bagian dari Program kolaborasi antara HSBC, Putera Sampoerna Foundation dan Sampoerna University dalam mengembangkan Program Pendidikan Perbankan dan Keuangan,” ujar Dr. Wahdi Salasi April Yudhi Rektor USBI-Sampoerna University. “Program kolaborasi ini terdiri atas program kurikulum ajar berupa konsentrasi jurusan perbankan dengan materi ajar yang unik dan spesifik perbankan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja dan mampu menghasilkan profesional perbankan yang handal, Training of Trainers (TOT) di lebih dari 210 universitas di 7 wilayah di Indonesia, kegiatan pengabdian masyarakat, berbagai seminar dan lokakarya yang diselenggarakan oleh Sampoerna University sebagai wadah pelaksana keberlangsungan program ini.”

Program akan dilaksanakan dalam tiga tahun ke depan mencakup berbagai kegiatan yang memberikan kontribusi secara nyata bagi para penerima manfaat program, berupa pelatihan, beasiswa, dan atau kemudahan akses kepada perbankan. Selain itu para karyawan HSBC Indonesia juga turut berperan aktif pada program ini sebagai relawan untuk pembuatan studi kasus, menjadi dosen tamu, menjadi anggota tim peneliti dan pembicara seminar, serta terlibat dalam proyek pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Sampoerna University atau perguruan tinggi lain yang menerima manfaat dari program pendidikan ini.

Seminar Indonesia Economic and Financial Outlook (IEFSO) 2016 ini turut dihadiri oleh Ganjar Mustika PhD, Senior AdvisorOtoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Gimin Sumalim, Director of Network and Distribution, Bank Ekonomi dan Zulkifli Zaini Ketua Umum Ikatan Bankir Indonesia (IBI) selaku para pembicara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kolaborasi Kementerian,Lembaga dan Stakeholders Jadi Kunci Membangun Ekosistem Intelijen Ekonomi

Kolaborasi Kementerian,Lembaga dan Stakeholders Jadi Kunci Membangun Ekosistem Intelijen Ekonomi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 13:15 WIB

Target 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Target 8% Buyar, Ekonomi Indonesia Diramal Hanya Mentok di Level 5,2%

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:49 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:25 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Bahaya 'Ilusi Kesiapsiagaan' Industri yang Ancam Lingkungan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:48 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan

Seminar KAGAMA HSE UGM 2026: Babak Baru AMDAL, Transisi Jadi 'GPS' Kehidupan

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 08:11 WIB

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

Seminar KAGAMA HSE UGM: Atasi Bencana Hidrometeorologi Melalui Rehabilitasi Lanskap Berkelanjutan

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:06 WIB

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Seminar KAGAMA HSE: Pakar Ungkap Resep Lahan Bekas Tambang Bisa Pulih, Ragam Pohon Ini Harus Ditanam

Tekno | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:32 WIB

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

Resmi Dibuka, Seminar KAGAMA HSE 2026 di UGM Ingatkan Ancaman Bencana Sektor Industri Nasional

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 14:33 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×