Kemenperin Dorong Industri Olahan Susu Gandeng Peternak Lokal

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 10 Oktober 2016 | 20:06 WIB
Kemenperin Dorong Industri Olahan Susu Gandeng Peternak Lokal
Acara Apresiasi Peternak 150 Tahun Nestlé di Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/10/2016). [Dok Kementerian Perindustrian]

Kementerian Perindustrian mendorong industri pengolahan susu untuk menjalin kerja sama dengan peternak sapi perah dalam negeri. Program kemitraan ini dalam upaya peningkatan daya saing industrinya karena didukung dengan pemenuhan bahan baku susu segar yang berkesinambungan dan berkualitas baik.

”Melalui programkemitraan tersebut, diharapkan juga para peternakmemperolehmanfaat-manfaat positif,” kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto pada acara Apresiasi Peternak 150 Tahun Nestlé di Malang, Jawa Timur, Sabtu (8/10/2016).

Manfaat itu, antara lain pendampingan mengenai manajemen produksi susu, perbaikan sarana dan prasarana produksi, serta peningkatan kualitas dan produktivitas susu yang dihasilkan. Hal ini secara langsung akan berdampak pada peningkatan produksi susu dan kesejahteraan peternak sapi perah.

Karenanya, Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Nestlé Indonesia karena selama lebih dari 40 tahunterus mengembangkan program kemitraan yang melibatkan sebanyak27.000 peternak sapi perah di Provinsi Jawa Timur. Program ini telah meningkatkan penyerapan produksi susu sebesar 500.000 liter setiap harinya untuk diolah di pabrik susu Kejayan.

Sementara itu, menurut Direktur Sustainability Agriculture Development & Procurement PT Nestlé Indonesia Wisman Djaja, model kerja sama ini telah berhasil memastikan Nestlé mendapatkan pasokan bahan baku yang berkualitas dari peternak. Pada saat yang sama, peternak akan mendapatkan kemudahan akses pasar yang diperlukan untuk meningkatkan pendapatan.

"Nestlé membangun kemitraan dengan para peternak melalui koperasi-koperasi susu yang ada di Jawa Timur dengan memberikan pendampingan teknis serta pelatihan tentang praktik-praktik peternakan yang berkelanjutan, dan tentunya bantuan finansial," paparnya.

Melalui acara Apresiasi Peternak 150 tahun Nestlé dan peringatan 40 tahun kerja sama kemitraan Nestlé dengan peternak sapi perah, Panggah mengharapkan, PT Nestlé Indonesia dapat menghasilkan produk olahan susu yang berkualitas dan dapat dijangkau masyarakat sehingga dapat mendorong peningkatan konsumsi susu masyarakat Indonesia.

”Selain itu, kami harapkan PT Nestlé Indonesia tetap berkomitmen untuk dapat menyerap susu segar dalam negeri serta terus mengembangkan program kemitraan yang telah dijalankan menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.

Kebutuhan susu segar

Panggah menyampaikan, kebutuhan bahan baku sususegardalamnegeri (SSDN) untuk susu olahan saat ini sebanyak 3,8 juta ton dengan pasokan bahan baku susu segar dalam negeri hanya sekitar 798.000 ton dan selebihnya masih diimpordalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

”Hal tersebut merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi usaha peternakan sapi perah di dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan mutu susu segar sehingga secara bertahap kebutuhan bahan baku susu untuk industri dapatdipenuhi dari dalam negeri,” ungkap Panggah.

Di samping itu, tingkat konsumsi susu perkapita masyarakat Indonesia saat ini rata-rata 12,10 kilogram per tahun setara susu segar. Tingkat konsumsi tersebut masih di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia yang mencapai 36,2 kilogram per tahun, Myanmar 26,7 kilogram per tahun, Thailand 22,2 kilogram per tahun, dan Filipina 17,8 kilogram per tahun.

”Masih rendahnya tingkat konsumsi perkapita tersebut, menunjukkan bahwa pasar untuk industri pengolahan susu ini masih sangat terbuka dan hal ini tentunya menjadi peluang usaha peternakan sapi perah dan koperasi susu untuk meningkatkan produksi susu segar yang berkualitas dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku susu bagi industri,” papar Panggah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hadapi MEA, Menperin Tekankan Penguatan Branding Produk Industri

Hadapi MEA, Menperin Tekankan Penguatan Branding Produk Industri

Bisnis | Minggu, 09 Oktober 2016 | 02:18 WIB

Kemenperin Siapkan Standar SNI untuk Produk Pelumas

Kemenperin Siapkan Standar SNI untuk Produk Pelumas

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 17:22 WIB

Nilai Tambah Industri Kecil Menengah ke PDB Rp222 Triliun

Nilai Tambah Industri Kecil Menengah ke PDB Rp222 Triliun

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 17:10 WIB

Jerman Tingkatkan Kerja Sama Industri dan Pendidikan Vokasi

Jerman Tingkatkan Kerja Sama Industri dan Pendidikan Vokasi

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:28 WIB

Pabrik Konsentrat Coca Cola Disita, Ini Respon Manajemen

Pabrik Konsentrat Coca Cola Disita, Ini Respon Manajemen

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 15:29 WIB

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Turunkan Harga Gas Industri

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Turunkan Harga Gas Industri

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 20:32 WIB

Menperin Minta Asosiasi IKM Perkuat Akurasi Data Anggota

Menperin Minta Asosiasi IKM Perkuat Akurasi Data Anggota

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:56 WIB

Ekspor Batik Indonesia Tahun 2015 178 Juta Dolar AS

Ekspor Batik Indonesia Tahun 2015 178 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:41 WIB

Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:39 WIB

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 06:00 WIB

Terkini

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

CORE Indonesia Proyeksi Penerimaan Pajak 2026 Tak Tercapai

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Urutan Skincare Malam Wardah Renew You untuk Atasi Kerutan dan Bikin Kulit Kencang

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Lama Menghilang, Sosok Legendaris Lebah Ganteng Akhirnya Ungkap Alasan Berhenti Bikin Subtitle

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Ombudsman Akan Bongkar Pemicu Kelangkaan BBM Masif di Indonesia

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

Kemensos Siapkan Tiga Strategi Bantu Masyarakat Keluar dari Kemiskinan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

Tawuran Remaja di Ciracas, Satu Korban Tewas Kena Luka Bacok Parah di Leher

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

Bahlil Ungkap Kendala Teknis Blackout Batam: Petir dan Kelelawar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Irma Rihi Tak Masuk Nominasi FFI 2026, Arie Kriting: Apa Karakter Orang Timur Harus Selalu Miskin?

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Antrean BBM Masih Mengular, Pemprov Riau Klaim Siapkan Sejumlah Langkah

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:48 WIB

×