Forextime Akui Harga Minyak Dunia Makin Tergelincir

Adhitya Himawan

Rabu, 02 November 2016 | 10:46 WIB
Forextime Akui Harga Minyak Dunia Makin Tergelincir
Ilustrasi harga minyak dunia turun. [Shutterstock]

Jameel Ahmad, VP of Market Research Forextime mengatakan pasar saham sepertinya akan terus mempertahankan level volatilitas yang rendah dan potensi penurunan memasuki hari kedua dalam pekan perdagangan ini. Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan digelar satu minggu lagi.

"Peristiwa ini biasanya tidak mendominasi perhatian pasar, namun mengingat kursi Presiden AS kali ini diperebutkan oleh dua kandidat paling tidak populer dalam sejarah negara adidaya ini, reaksi pasar mungkin saja berbeda," kata Jameel dalam keterangan resmi, Rabu (2/11/2016).

Tajuk utama saat ini masih berkisar berita terhangat di akhir pekan lalu bahwa FBI kembali melakukan peninjauan terhadap email Kandidat Presiden Hillary Clinton. Kita belum mengetahui apakah hal ini akan memengaruhi probabilitas Clinton untuk memenangkan Pilpres. Kita mungkin dapat mengatakan bahwa bahkan jika Clinton terpilih, isu ini setidaknya akan mendominasi beberapa pekan pertama pemerintahannya.  

Risiko terkait hasil Pilpres saat ini masih berupa kemungkinan terpilihnya Donald Trump, suatu hal yang belum terefleksikan dalam pasar finansial. Walaupun pasar saat ini masih memprediksi dan merefleksikan bahwa Hillary Clinton akan terpilih sebagai Presiden, tapi hasil ini pun dapat menimbulkan reaksi yang tidak menyenangkan atau bahkan negatif dari investor. Alasannya adalah karena ini akan memberi kejelasan bahwa Federal Reserve akan kembali meningkatkan suku bunga AS di bulan Desember tahun ini.

Perlu dicatat bahwa walaupun Dolar Amerika Serikat (AS) saat ini mendekati rekor level tertinggi dan kenaikan suku bunga AS secara umum telah terefleksikan dalam kurs USD, kepastian kenaikan suku bunga AS akan tetap dipandang negatif untuk aset pasar berkembang, logam mulia, dan pasar saham.   

Harga minyak WTI merosot di bawah 47 Dolar AS

Harga minyak mentah WTI pada penutupan bulan Oktober mendekati level awal perdagangan komoditas ini dan berisiko terus menurun di awal November dengan melemahnya harga WTI di bawah $47 semalam. 

Alasan berlanjutnya penurunan tajam selama sepekan terakhir adalah kekhawatiran bahwa OPEC akan gagal mencapai kesepakatan pemotongan level produksi dalam rapat bulan ini. Investor sebelumnya memperhitungkan berita positif di luar dugaan bahwa OPEC berhasil bersepakat untuk memangkas level produksi yang akan dikonfirmasikan di bulan November. Sekarang mereka telah melakukan aksi ambil untung karena ketidakpastian situasi saat ini. 

"Pasar sepertinya menjual karena fakta bahwa OPEC belum berhasil memastikan perubahan hasil produksi. Investor sebelumnya membeli rumor ini namun sekarang telah mengubah posisinya," jelas Jameel, 

Apabila para anggota OPEC sendiri tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai level produksi, maka kemungkinan para anggota Non-OPEC berkenan mengikuti kesepakatan ini pun lebih kecil lagi. Kesepakatan ini sangat dibutuhkan dan perubahan level produksi global akan menjadi suatu pencapaian signifikan yang membantu harga minyak keluar dari periode depresi.

Di saat yang sama, kekhawatiran bahwa OPEC tidak mampu memenuhi komitmennya untuk memastikan perubahan level produksi bulan ini secara teoretis akan memicu momentum jual. 

"Konfirmasi perubahan level produksi atau meningkatnya optimisme yang sebelumnya telah direfleksikan investor ke pasar akan dibutuhkan untuk meningkatkan potensi pulihnya harga minyak," tutup Jameel. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Forextime: Saham Asia Menguat Akibat Naiknya Perdagangan Jepang

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 12:34 WIB

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Forextime: BI Bikin Kejutan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:08 WIB

Forextime: Investor  di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Forextime: Investor di Eropa Tunggu Kepastian dari Mario Draghi

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 12:18 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Melorot Akibat Pasokan Berlimpah

Harga Minyak Dunia Terus Melorot Akibat Pasokan Berlimpah

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2016 | 07:30 WIB

Forextime: Isu Brexit Memperlemah Poundsterling

Forextime: Isu Brexit Memperlemah Poundsterling

Bisnis | Rabu, 12 Oktober 2016 | 14:42 WIB

Ini Efek Debat Capres AS ke Pasar Finansial Versi Forextime

Ini Efek Debat Capres AS ke Pasar Finansial Versi Forextime

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2016 | 14:15 WIB

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Forextime: Pound dan Emas Tergelincir, Rupiah Bertahan

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 16:33 WIB

Persediaan Menurun, Dorong Harga Minyak Dunia Naik

Persediaan Menurun, Dorong Harga Minyak Dunia Naik

Bisnis | Kamis, 06 Oktober 2016 | 05:57 WIB

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Selera Risiko Meningkat, Rupiah Menguat

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 13:56 WIB

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Forextime: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 02:04 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×