Demi Pemerataan Ekonomi, Jokowi Luncurkan Perhutanan Sosial

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 01 November 2017 | 14:49 WIB
Demi Pemerataan Ekonomi, Jokowi Luncurkan Perhutanan Sosial
Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah di Lombok, NTB. [Foto Rusman - Biro Pers Setpres]

Setelah penegasan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada April 2017 di Boyolali, Jawa Tengah tentang program pemerintah untuk pemerataan ekonomi. Pemerintah secara resmi meluncurkan pelaksanaan agenda Perhutanan Sosial, Rabu (1/11/2017), di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Adapun tiga lokasi perhutanan sosial yang diresmikan yakni satu lokasi di Muara Gembong dan dua lokasi di Teluk Jambe, Kabupaten Karawang.

"Pemerintah ingin sekali dengan pembagian izin pemanfaatan hutan ini, petani dan petambak betul-betul dapat meningkatkan kesejahteraannya," ujar Presiden Joko Widodo saat meresmikan Program Perhutanan Sosial untuk Perekonomian Rakyat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar.

Darmin menjelaskan sebanyak 24 lokasi perhutanan sosial telah siap untuk segera dilaksanakan dan hampir semuanya sudah memperoleh izin atau hak pengelolaan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Lokasi-lokasi tersebut tersebar di Jawa Barat sebanyak tujuh lokasi, di Jawa Tengah sebanyak tujuh lokasi dan di Jawa Timur sebanyak sepuluh lokasi. Dengan total lahan seluas kurang-lebih 13.500 hektar dan jumlah petani atau penggarap sebanyak 7.500 orang," ungkapnya.

Menurut Darmin, Kawasan Muara Gembong ini merupakan daerah rawa yang sangat potensial untuk dikembangkan untuk budidaya perikanan. Dengan luas hamparan lahan sekitar 11.000 hektar dan melalui petak percontohan perhutanan sosial seluas 800 hektar, lahan tersebut akan lebih memiliki nilai strategis, baik dari aspek lingkungan, sosial maupun aspek ekonomi.

"Dengan perhutanan sosial ini, pemerintah akan memberikan akses selama 35 tahun, sehingga penggarap tambak dapat melakukan budidaya tambak di lahan Perhutani di kawasan Muara Gembong," tuturnya.

Dengan pola tanam silvofishery, sambung Darmin,  yakni 50 persen budidaya tambak dan 50 persen Hutan Mangrove, pemerintah melalui Bank Mandiri akan memberikan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR). Sementara itu, Perikanan Indonesia (Perindo) akan menyiapkan benih, melakukan pendampingan, dan sekaligus membeli hasil panen.

baca juga

Sedangkan di Teluk Jambe, pemerintah akan memberikan akses, sehingga petani dapat memanfaatkan kawasan hutan negara untuk membudidayakan tanaman keras atau tanaman tahunan, seperti jati, mahoni dan sengon. Disamping tanaman musiman seperti durian, pisang dan mangga, ataupun tanaman palawija seperti jagung.

"Pemerintah percaya dengan langkah-langkah ini maka pada gilirannya masyarakat betul-betul akan membaik kesejahteraannya," imbuh Darmin. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Darmin Beberkan Capaian Tiga Tahun Kinerja Ekonomi Jokowi

Darmin Beberkan Capaian Tiga Tahun Kinerja Ekonomi Jokowi

Bisnis | Rabu, 01 November 2017 | 13:16 WIB

Jokowi Buka Akses Hutan Kawasan Negara ke Petani dan Petambak

Jokowi Buka Akses Hutan Kawasan Negara ke Petani dan Petambak

Bisnis | Rabu, 01 November 2017 | 11:42 WIB

'Safari' Silaturahmi, AHY Temui Prabowo, Begini Isi Pertemuannya

'Safari' Silaturahmi, AHY Temui Prabowo, Begini Isi Pertemuannya

News | Rabu, 01 November 2017 | 00:53 WIB

Hasil Survei, Elektabilitas Gus Ipul Teratas, Khofifah Nomor...

Hasil Survei, Elektabilitas Gus Ipul Teratas, Khofifah Nomor...

News | Selasa, 31 Oktober 2017 | 04:04 WIB

Bos Persija Ungkap Alasan Laga Lawan Persib Dipindah ke Solo

Bos Persija Ungkap Alasan Laga Lawan Persib Dipindah ke Solo

Bola | Selasa, 31 Oktober 2017 | 00:01 WIB

Temui 12 Perusahaan Besar Jepang, Jokowi Bicara Infrastruktur

Temui 12 Perusahaan Besar Jepang, Jokowi Bicara Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 27 Oktober 2017 | 19:20 WIB

Jokowi Janji Kerja Keras Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018

Jokowi Janji Kerja Keras Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 2018

Bisnis | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:52 WIB

Jelang Asian Games, Pemprov DKI Fokus Selesaikan Tiga Proyek Ini

Jelang Asian Games, Pemprov DKI Fokus Selesaikan Tiga Proyek Ini

News | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:27 WIB

IPW Peringatkan Jokowi, Program Sejuta Rumah Terancam Gagal

IPW Peringatkan Jokowi, Program Sejuta Rumah Terancam Gagal

Bisnis | Kamis, 26 Oktober 2017 | 18:55 WIB

Jokowi Bagi-bagi Lahan Perhutanan Sosial ke Kelompok Marginal

Jokowi Bagi-bagi Lahan Perhutanan Sosial ke Kelompok Marginal

Bisnis | Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:51 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×