Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Kehabisan Akal Hadapi Ekonomi Global

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Sri Mulyani Sebut Banyak Negara Kehabisan Akal Hadapi Ekonomi Global
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3). [ANTARA FOTO/Wahyu Putro]

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini sudah banyak negara di dunia mulai kehabisan amunisi dalam membendung pelemahan ekonomi global.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan saat ini sudah banyak negara di dunia mulai kehabisan amunisi dalam membendung pelemahan ekonomi global dalam rentang waktu 10 tahun terakhir.

"Sekarang satu dekade terakhir banyak negara yang tanda kutip kekurangan atau kehabisan amunisi, strategi untuk hadapi pelemahan ekonomi tersebut," kata Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2020 di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Dalam rentang 10 tahun terakhir ini, menurut Sri Mulyani tahun 2019 merupakan tahun yang paling berat, menurut dia pelemahan ekonomi global sudah berada dipuncaknya, tetapi pelemahan ekonomi global berpotensi kembali terjadi pada tahun ini.

"2019 catatkan pertumbuhan ekonomi terlemah terutama trade (perdagangan) dan saya yakin yang hadir di forum ini ikuti perkembangan global, tahun lalu 2019 pasti tahu banyak negara di dunia yang menerapkan kebijakan untuk menghadapi perlemahan ekonomi global dan perbaiki ekonomi mereka sendiri," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, ketidakpastian global masih akan terjadi pada tahun ini dan memberikan dampak terhadap ekonomi Indonesia.

Tapi, berkaca pada kondisi 2018 dan 2019, ia memprediksi ekonomi domestik masih dapat menjaga momentum pertumbuhan di kisaran 5 persen di tengah guncangan faktor eksternal.

"RI ini adalah anomali dari gambaran global karena pertumbuhan ekonomi kita catatkan angka 5 persen karena ini hal historis bagi pertumbuhan ekonomi RI sendiri dan salah satu pendukung adalah adanya domestic demand," paparnya.

"RI berhasil pertahankan pertumbuhan ekonomi melalui penerapan kebijakan dan instrumen kebijakan yang diterapkan dengan baik," tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS