Mantan Bos BEI Tepis Mitos Harga Saham Turun di Hari Pertama IPO

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:49 WIB
Mantan Bos BEI Tepis Mitos Harga Saham Turun di Hari Pertama IPO
Kantor Bursa Efek Indonesia di Jakarta. [Antara]

Suara.com - Komisaris Independen PT Nara Hotel Internasional Tbk, Hamdi Hassyarbaini menyangkal adanya mitos atau persepsi yang beredar di kalangan investor pasar modal, bahwa harga saham akan turun pada hari pertama pencatatan di Bursa, jika investor mendapat saham IPO sesuai jumlah pesanan pada saat penjatahan terpusat (pooling allotment).

"Itu investor halu, yang berhalusinasi atau berasumsi jika harga pasti turun. Memangnya dia tuhan bisa menentukan harga? Saya kira itu asumsi yang tidak ada dasarnya," ujar Hamdi dalam keterangannya, Jumat (14/2/2020).

Hamdi merasa aneh dan tidak masuk akal jika ada investor pesan 1.000 saham dan dapat 1.000 saham atau sesuai dengan pesanan, lalu mereka malah komplain.

“Kami ingin membalik persepsi yang ada di pasar saham, bahwa investor retail di setiap IPO tidak pernah mendapat saham sesuai dengan yang dipesannya. Tapi ketika kami sudah memberikan sejumlah saham sesuai yang dipesan, kemudian investor malah protes dan meminta jumlah yang lebih sedikit. Ini kan aneh, dan tidak sesuai dengan prinsip dagang dimanapun, apalagi di pasar modal dikenal prinsip "my word is my bond", setiap ucapan harus dipegang teguh, apalagi tertulis," tutur Hamdi.

Lebih lanjut, mantan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menjelaskan bahwa PT Nara Hotel Internasional Tbk memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pasar modal, yaitu dengan mengikutsertakan sebanyak mungkin investor retail.

Menurut Hamdi, saham yang ditawarkan NARA untuk investor retail mencapai 62 persen, dan sisanya dialokasikan untuk penjatahan pasti (fix allotment).

Menurut Dia, Nara Hotel sudah mengikuti semua prosedur yang berlaku dalam proses IPO, sehingga dia tidak melihat adanya alasan yang kuat untuk menunda.

Hamdi berharap, jangan sampai gara-gara segelintir orang yang mengajukan protes tanpa dasar yang jelas, proses IPO Nara harus ditunda.

"Bagaimana dengan investor lain yang sudah menginvestasikan uangnya, yang berkehendak agar IPO ini berjalan dengan baik, dan dengan niat baik berinvestasi di pasar modal. Apabila kepentingan mereka diabaikan, akan dapat merusak integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia," pungkas Hamdi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Jiwasraya, DPR Sebut Ada Zombie Company di Pasar Modal

Skandal Jiwasraya, DPR Sebut Ada Zombie Company di Pasar Modal

Bisnis | Senin, 10 Februari 2020 | 14:33 WIB

Dirut BEI Tak Menampik Virus Corona Berpengaruh ke Pasar Modal

Dirut BEI Tak Menampik Virus Corona Berpengaruh ke Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2020 | 12:41 WIB

Sri Mulyani Sebut Undang-undang Pasar Modal Sangat Kuno

Sri Mulyani Sebut Undang-undang Pasar Modal Sangat Kuno

Bisnis | Rabu, 22 Januari 2020 | 16:19 WIB

Terkini

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Limbah Sabut Kelapa Berpotensi Bikin Jalan Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan; Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:39 WIB

Bea Cukai Bakar 44 Juta Rokok Ilegal: Kerugian Negara Rp44 Miliar Terselamatkan

Bea Cukai Bakar 44 Juta Rokok Ilegal: Kerugian Negara Rp44 Miliar Terselamatkan

Lampung | Kamis, 10 September 2026 | 15:37 WIB

Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa

Masa Demo di Depan Rumah Jokowi, Serahkan Surat Peringatan dan Plakat Bertuliskan Filosofi Jawa

Surakarta | Kamis, 10 September 2026 | 15:33 WIB

7 Cara Membuat Pisau Stainless Steel Tetap Tajam Meski Sering Dipakai

7 Cara Membuat Pisau Stainless Steel Tetap Tajam Meski Sering Dipakai

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:33 WIB

Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo

Jokowi Umumkan Kuota Haji Tambahan, Fuad Hasan Langsung Telepon Dito Ariotedjo

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:31 WIB

Jelang Persija Jakarta vs Persib Bandung, PSSI Sampaikan Sebuah Pesan

Jelang Persija Jakarta vs Persib Bandung, PSSI Sampaikan Sebuah Pesan

Bola | Kamis, 10 September 2026 | 15:31 WIB

5 Rekomendasi HP Xiaomi Baterai 6000 mAh dengan Harga Rp1-5 Jutaan

5 Rekomendasi HP Xiaomi Baterai 6000 mAh dengan Harga Rp1-5 Jutaan

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 15:31 WIB

Pasta Kacang Merah: Kisah Sederhana tentang Harapan, Stigma, dan Arti Kehidupan

Pasta Kacang Merah: Kisah Sederhana tentang Harapan, Stigma, dan Arti Kehidupan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 15:30 WIB

Keracunan MBG Berulang di Jogja, SPPG Bisa Dipidanakan Jika Tak Berubah

Keracunan MBG Berulang di Jogja, SPPG Bisa Dipidanakan Jika Tak Berubah

Jogja | Kamis, 10 September 2026 | 15:24 WIB

3 Sabun Muka SymWhite 377 Terbaik untuk Pudarkan Flek Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna!

3 Sabun Muka SymWhite 377 Terbaik untuk Pudarkan Flek Hitam, Lengkap dengan Review Pengguna!

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 15:23 WIB

×