Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

Mantan Bos BEI Tepis Mitos Harga Saham Turun di Hari Pertama IPO

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Jum'at, 14 Februari 2020 | 10:49 WIB
Mantan Bos BEI Tepis Mitos Harga Saham Turun di Hari Pertama IPO
Kantor Bursa Efek Indonesia di Jakarta. [Antara]

Suara.com - Komisaris Independen PT Nara Hotel Internasional Tbk, Hamdi Hassyarbaini menyangkal adanya mitos atau persepsi yang beredar di kalangan investor pasar modal, bahwa harga saham akan turun pada hari pertama pencatatan di Bursa, jika investor mendapat saham IPO sesuai jumlah pesanan pada saat penjatahan terpusat (pooling allotment).

"Itu investor halu, yang berhalusinasi atau berasumsi jika harga pasti turun. Memangnya dia tuhan bisa menentukan harga? Saya kira itu asumsi yang tidak ada dasarnya," ujar Hamdi dalam keterangannya, Jumat (14/2/2020).

Hamdi merasa aneh dan tidak masuk akal jika ada investor pesan 1.000 saham dan dapat 1.000 saham atau sesuai dengan pesanan, lalu mereka malah komplain.

“Kami ingin membalik persepsi yang ada di pasar saham, bahwa investor retail di setiap IPO tidak pernah mendapat saham sesuai dengan yang dipesannya. Tapi ketika kami sudah memberikan sejumlah saham sesuai yang dipesan, kemudian investor malah protes dan meminta jumlah yang lebih sedikit. Ini kan aneh, dan tidak sesuai dengan prinsip dagang dimanapun, apalagi di pasar modal dikenal prinsip "my word is my bond", setiap ucapan harus dipegang teguh, apalagi tertulis," tutur Hamdi.

Lebih lanjut, mantan Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menjelaskan bahwa PT Nara Hotel Internasional Tbk memiliki visi dan misi yang sejalan dengan pasar modal, yaitu dengan mengikutsertakan sebanyak mungkin investor retail.

Menurut Hamdi, saham yang ditawarkan NARA untuk investor retail mencapai 62 persen, dan sisanya dialokasikan untuk penjatahan pasti (fix allotment).

Menurut Dia, Nara Hotel sudah mengikuti semua prosedur yang berlaku dalam proses IPO, sehingga dia tidak melihat adanya alasan yang kuat untuk menunda.

Hamdi berharap, jangan sampai gara-gara segelintir orang yang mengajukan protes tanpa dasar yang jelas, proses IPO Nara harus ditunda.

"Bagaimana dengan investor lain yang sudah menginvestasikan uangnya, yang berkehendak agar IPO ini berjalan dengan baik, dan dengan niat baik berinvestasi di pasar modal. Apabila kepentingan mereka diabaikan, akan dapat merusak integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia," pungkas Hamdi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Jiwasraya, DPR Sebut Ada Zombie Company di Pasar Modal

Skandal Jiwasraya, DPR Sebut Ada Zombie Company di Pasar Modal

Bisnis | Senin, 10 Februari 2020 | 14:33 WIB

Dirut BEI Tak Menampik Virus Corona Berpengaruh ke Pasar Modal

Dirut BEI Tak Menampik Virus Corona Berpengaruh ke Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 28 Januari 2020 | 12:41 WIB

Sri Mulyani Sebut Undang-undang Pasar Modal Sangat Kuno

Sri Mulyani Sebut Undang-undang Pasar Modal Sangat Kuno

Bisnis | Rabu, 22 Januari 2020 | 16:19 WIB

Terkini

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

Mendag Klaim MBG Dongkrak Harga Telur, Kini Mendekati HET

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:06 WIB

Terjebak Pregnancy Beauty Standard: Saat Tubuh Ibu Hamil Dijadikan Komoditas Estetika

Terjebak Pregnancy Beauty Standard: Saat Tubuh Ibu Hamil Dijadikan Komoditas Estetika

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:05 WIB

Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih

Kemarau Panjang Terjang Bogor, 52 Ribu Warga di 16 Ribu KK Alami Krisis Air Bersih

Bogor | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:03 WIB

Kubu Jokowi Tegaskan Sidang Dokter Tifa Bisa Lanjut Meski Dakwaan Batal: Jaksa Tinggal Perbaiki

Kubu Jokowi Tegaskan Sidang Dokter Tifa Bisa Lanjut Meski Dakwaan Batal: Jaksa Tinggal Perbaiki

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:01 WIB

Ulasan Pride and Prejudice: Kisah Cinta Klasik yang Tak Lekang oleh Waktu

Ulasan Pride and Prejudice: Kisah Cinta Klasik yang Tak Lekang oleh Waktu

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:00 WIB

Rupiah Berbalik Melemah pada Kamis Sore, Harga Minyak Jadi Biang Kerok

Rupiah Berbalik Melemah pada Kamis Sore, Harga Minyak Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:59 WIB

5 Pilihan Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Biar Rezeki Lancar dan Tidak Stres

5 Pilihan Benda Pembawa Hoki di Meja Kerja Menurut Feng Shui, Biar Rezeki Lancar dan Tidak Stres

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:57 WIB

Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang

Liburan Wisatawan Makassar Berakhir Tragis di Tol Pandaan-Malang: 3 Nyawa Melayang

Malang | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:57 WIB

Wajib Kalahkan Kamboja, Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Wajib Kalahkan Kamboja, Jordi Amat Ungkap Target Ambisius Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:55 WIB

Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali

Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:52 WIB

×