Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Mobil Listrik Tiongkok Ancam Volkswagen, Tesla Tetap Berjaya

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Kamis, 02 Mei 2024 | 18:10 WIB
Mobil Listrik Tiongkok Ancam Volkswagen, Tesla Tetap Berjaya
All-New BYD e6 Electric, salah satu produk produsen mobil listrik BYD Tiongkok [BYD India].

Suara.com - Electric Vehicle (EV) atau mobil listrik buatan Tiongkok terbukti menjadi duri bagi sederet pabrikan Eropa.

Dikutip dari Fortune, situasi ini tercermin dalam penurunan pendapatan sebesar dua digit yang dialami brand ternama Eropa, yaitu Volkswagen dan Mercedes-Benz, serta penurunan pendapatan sebesar 12 persen yang dialami Stellantis--aliansi sederet brand Eropa dan Amerika Serikat, yang terdiri dari Abarth, Alfa Romeo, Chrysler, Citroën, Dodge, DS, Fiat, Jeep, Lancia, Maserati, Opel, Peugeot, Ram, and Vauxhall.

Para produsen mobil terkemuka Eropa tadi mesti menerima penurunan pesanan dan penurunan pendapatan sampai dua digit. Sambil berjaga-jaga menghadapi pertumbuhan profitabilitas produk EV mereka di masa depan.

Pendapatan trio produsen Eropa, yaitu Mercedes-Benz, Volkswagen, serta Stellantis mencapai total 208 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekira Rp 4,531 triliun. Beberapa analis menyimpulkan bahwa industri otomotif di Barat sedang berada di tengah-tengah penurunan yang signifikan.

Penurunan harga saham masing-masing grup pada hari Selasa (30/4/2024) mengurangi penilaian kolektif mereka sebesar 13 miliar dolar AS atau setara Rp 210,392 miliar.

Stellantis mesti korban terbesar, dengan penurunan nilai lebih dari 8 persen di perdagangan pra-pasar Amerika Serikat karena produsen mobil ini mengalami penurunan pendapatan yang mengejutkan. Akan tetapi, baik Volkswagen serta Mercedes-Benz juga mengalami kesulitan pasar di Eropa.

Merosotnya pendapatan para produsen mobil ini muncul di tengah meningkatnya ancaman dari luar negeri, akibat perang harga di beberapa pasar yang dipicu oleh Tesla Incorporation, dan BYD, salah satu dari pabrikan besar asal Tiongkok.

Akan halnya Tesla Incorporation, meski pun perusahaan mobil listrik yang dikomandani CEO Elon Musk ini mengalami penurunan laba, Tiongkok justru terbukti menjadi bahan bakar roket bagi perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki pabrik Gigafactory di Jerman dan Shanghai, Tiongkok.

"Tesla juga melaporkan penjualan yang lemah dan laba yang berkurang secara drastis dibandingkan tahun lalu untuk kuartal pertama. Namun harga sahamnya melonjak 15 persen pada Senin (29/4/2024) setelah mengumumkan kerja sama dengan raksasa teknologi Tiongkok, Baidu untuk menyediakan teknologi full self-driving, yang mana bisa menjadi pendorong pendapatan besar bagi perusahaan EV itu," demikian analisa Kathleen Brooks, direktur penelitian di XTB.

"Tiongkok adalah pasar yang penting bagi Tesla, dan meski pun penjualannya di Eropa dan Amerika Serikat melambat, fokusnya kini tertuju pada pertumbuhan di Tiongkok," lanjutnya.

Ia menambahkan, produsen mobil terkemuka di Eropa selama berbulan-bulan harus menghadapi ancaman yang semakin besar dari pabrikan Tiongkok. Di mana produk mobil listrik harga ekonomisnya perlahan-lahan mulai masuk ke Benua Biru. Sampai akhirnya perusahaan sekaliber Volkswagen pun tidak memiliki kemampuan untuk bersaing dalam perang harga.

Sebagai catatan, Volkswagen Group sendiri, seperti Stellantis memayungi sederet brand tersohor dari lima negara Eropa. Yaitu Volkswagen, Volkswagen Commercial Vehicles, ŠKODA, SEAT, CUPRA, Audi, Lamborghini, Bentley, dan Porsche, serta Ducati.

Kekinian, Komisi Eropa tengah menggodok hasil penyelidikan terhadap praktik-praktik antipersaingan dengan Tiongkok. Termasuk alasan mengapa harga mobil listrik Negeri Tirai Bambu demikian murah di pasaran.

Harapannya, kejelasan ini bisa memberikan solusi bagi brand Eropa. Juga mengkaji profitabilitas yang menggiurkan dari kendaraan listrik Tiongkok di Eropa, di mana tarif yang tinggi sebesar 50 persen mampu mempengaruhi penjualan Volkswagen dan berbagai merek di benua mereka sendiri.

Di sisi lain, penjualan mobil listrik telah melambat beberapa kuartal, membuat para produsen lengah setelah investasi besar-besaran mendorong pengalihan produksi ke kendaraan masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Tips Aman Menyebrang Rel Kereta Api Gunakan Mobil Hybrid, Apakah Sama dengan Mobil Listrik ?

Otomotif | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:24 WIB

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Honda Berpotensi Merugi Pasca Batalkan Proyek Pabrik Mobil Listrik Rp 179 Triliun

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:38 WIB

Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat

Mobil Listrik dan Mobil Hybrid Perlu Radiator Coolant Khusus Agar Tidak Overheat

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:28 WIB

Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia

Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:39 WIB

Terpopuler: Kompetitor Beringas Siap Libas R15, Motor Listrik BGN Jadi Sorotan

Terpopuler: Kompetitor Beringas Siap Libas R15, Motor Listrik BGN Jadi Sorotan

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:45 WIB

Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir

Viral Wuling Binguo Hangus Terbakar saat Sedang Parkir

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China

Krisis Keuangan Nissan Picu PHK Massal Hingga Potensi Serahkan Jalur Produksi ke Brand China

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut

Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan

Cek Harga BYD Atto 1 Bekas Mei 2026: Beli Sekarang Auto Cuan

Otomotif | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:56 WIB

Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal

Indomobil Boyong Mobil Listrik Leapmotor B10 ke GIIAS 2026, Langsung Dirakit Lokal

Otomotif | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:49 WIB