Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.465.000
IHSG 5.912,442
LQ45 587,370
Srikehati 290,628
JII 345,613
USD/IDR 18.085

Orang Kaya Amerika Serikat Banyak Kabur Bawa Uang, Ternyata Simpan di Bank Ini

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Senin, 21 April 2025 | 10:21 WIB
Orang Kaya Amerika Serikat Banyak Kabur Bawa Uang,  Ternyata Simpan di Bank Ini
Orang kaya Amerika Serikat bawa banyak kabur bawa uang, ternyata simpan uang di bank ini (istock)

Suara.com - Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh masa jabatan kedua Presiden Donald Trump telah menguntungkan bank-bank Swiss. Lantaran ada peningkatan jumlah warga Amerika yang ingin membuka rekening perbankan dan investasi dalam beberapa bulan terakhir.

Apalagi, Bank-bank di Swiss memiliki reputasi panjang dalam menawarkan stabilitas keuangan yang kuat, perlindungan aset, dan kerahasiaan klien. Meskipun gelombang pembukaan rekening baru-baru ini patut dicatat, itu adalah fenomena yang sudah biasa. Namun, periode kekacauan di AS sebelumnya juga membuat warga Amerika membawa uang mereka ke Swiss.

“Itu datang secara bergelombang. Ketika mantan Presiden Barack Obama terpilih, kita melihat gelombang besar. Kemudian Covid adalah gelombang lainnya. Sekarang tarif menyebabkan gelombang baru," kata Pierre Gabris, CEO Alpen Partners International, sebuah firma konsultan keuangan Swiss.

Meskipun ada cara yang cukup mudah bagi warga negara AS yang tinggal di Swiss untuk membuka rekening. Menurut informasi dari Kedutaan Besar AS di Swiss dan Lichtenstein, menavigasi proses ini dari luar negeri sedikit lebih rumit, meskipun legal.

Membuka rekening di Swiss mungkin memerlukan arahan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan AS yang bertujuan untuk memastikan warga Amerika tidak menghindari pajak berkat kerahasiaan peraturan perbankan di tempat lain. Meski demikian, lembaga keuangan Swiss menjadi lebih nyaman dalam melayani nasabah AS dalam beberapa tahun terakhir setelah menangani masalah pajak yang telah menyebabkan bank-bank Swiss membayar denda miliaran dolar.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump ingin mempercepat proses manufaktur yang sangat rumit dan sensitif. Bahkan negara-negara lain butuh waktu puluhan tahun untuk menyempurnakannya. Trump berpendapat bahwa kebijakan tarifnya akan membebaskan ekonomi AS dan membawa lapangan kerja kembali ke dalam negeri.

Kebijakan ini diklaim Trump sebagai upaya membebaskan AS dari kebergantungan barang impor dan ketidakadilan dalam perdagangan global. Trump menggunakan istilah Liberation Day sebagai tanda hari penetapan serangkaian tarif impor baru.

Trump ingin langkah yang diambilnya dapat melindungi pekerja dan industri AS, mencapai resiprositas dalam perdagangan, meningkatkan pendapatan dan kekuatan nasional, dan melaksanakan visi ekonomi American First.
Tidak hanya itu, - Makanan-makanan Asia bakal lenyap dari supermarket dan toko-toko di Amerika Serikat (AS) akibat perang dagang Presiden AS Donald Trump.

Sejumlah pengusaha supermarket dan toko mengeluhkan kenaikan harga makanan impor setelah tarif 10 persen berlaku. Harga makanan diprediksi akan lebih tinggi lagi karena Trump menerapkan tarif 145 persen ke China.
Lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan berakhirnya aksi saling balas peningkatan tarif antara AS dan China yang mengejutkan pasar.

baca juga

"Saya tidak ingin tarif naik karena pada titik tertentu Anda akan membuat orang tidak membeli," kata Trump kepada wartawan.

Namun, dia menaikkan tarif impor China, yang kini mencapai 145%, setelah Beijing membalas dengan tindakan balasannya sendiri. Minggu lalu, China mengatakan tidak akan menanggapi permainan angka dengan tarif, yang merupakan sinyalnya sendiri bahwa tarif secara menyeluruh tidak akan naik lebih jauh.

Trump mengatakan China telah berkomunikasi sejak pengenaan tarif dan menyatakan optimisme bahwa mereka dapat mencapai kesepakatan. Meski kedua belah pihak masih berkomunikasi, beberapa sumber mengatakan bahwa pertukaran pendapat tingkat tinggi yang mengalir bebas yang akan mengarah pada kesepakatan sebagian besar belum ada. Presiden dari Partai Republik itu mengenakan tarif sebesar 10% pada sebagian besar barang yang masuk ke negara tersebut tetapi menunda penerapan tarif yang lebih tinggi, sambil menunggu negosiasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Dibalik Integrasi Perbankan: Mengapa Sistem Universal Banking Bisa Menghancurkan Stabilitas Ekonomi?

Dibalik Integrasi Perbankan: Mengapa Sistem Universal Banking Bisa Menghancurkan Stabilitas Ekonomi?

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:13 WIB

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

BTN Catat Laba Bersih Rp1,85 Triliun hingga Mei 2026, Ini Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:42 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

OJK Tutup 36.191 Rekening Judi Online, Perbankan Diminta Perketat Pengawasan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:27 WIB

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:09 WIB

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:59 WIB

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:26 WIB

Terkini

327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?

327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 08:06 WIB

Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:58 WIB

Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM

Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:52 WIB

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

CBR Dinilai Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Ini Ajakan Menteri UMKM ke Korporasi

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:40 WIB

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

×