Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Indonesia Q2 2025 Tumbuh 5,12 Persen, Ini Prediksi Pengamat Hingga Akhir Tahun

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:16 WIB
Ekonomi Indonesia Q2 2025 Tumbuh 5,12 Persen, Ini Prediksi Pengamat Hingga Akhir Tahun
Suasana aktivitas perdagangan di Pasar Senen, Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) tetap optimis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada dalam rentang target 4,6% hingga 5,4% sepanjang tahun 2025. Optimisme ini didukung oleh data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 tumbuh sebesar 5,12% (year on year atau yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,87% (yoy).

Menurut Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, peningkatan ini mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi domestik serta kinerja ekspor-impor yang positif. "Ke depan, pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,6-5,4 persen," ujarnya dalam keterangan resmi.

Secara rinci, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2025 ditopang oleh beberapa faktor utama dari sisi pengeluaran:

  1. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,97% (yoy), didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.
  2. Investasi mencatatkan pertumbuhan solid sebesar 6,99% (yoy), yang didukung oleh realisasi penanaman modal yang terus menunjukkan tren positif.
  3. Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga tumbuh signifikan sebesar 7,82% (yoy).

Sementara itu, konsumsi pemerintah terkontraksi 0,33% (yoy), seiring dengan normalisasi belanja setelah periode Pemilu 2024 yang memiliki realisasi belanja yang tinggi.

Kinerja eksternal juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ekspor tumbuh sebesar 10,67% (yoy), didukung oleh permintaan dari mitra dagang utama yang tetap kuat, serta kenaikan ekspor jasa seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Pertumbuhan impor juga terdorong oleh permintaan domestik yang meningkat.

Sebelumnya, Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5,1-5,2 persen (year-on-year atau yoy) sepanjang tahun 2025.. Prediksi ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,12 persen (yoy) pada kuartal II 2025.

Menurut Piter, tren pertumbuhan positif ini diharapkan dapat berlanjut hingga akhir tahun. Ia memproyeksikan pertumbuhan di kuartal III akan tetap berada di kisaran 5,1 persen (yoy), dan bahkan bisa terakselerasi pada kuartal IV berkat adanya perayaan dan liburan Hari Raya Natal 2025 serta Tahun Baru 2026. "Kalau pola [kuartal II 2025] memang terjadi, kekhawatiran kita bahwasanya pertumbuhan ekonomi akan di bawah 5 persen (yoy) mungkin bisa terelakkan. Kita bisa tumbuh di atas 5 persen (yoy) kalau seandainya tren ini terus ya," ujarnya, dikutip dari Antara.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari konsumsi rumah tangga. Sektor ini menyumbang 54,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau berandil sebesar 2,64 persen dari total pertumbuhan 5,12 persen. Peningkatan konsumsi ini didorong oleh berbagai momen hari besar seperti Idul Fitri, Waisak, Kenaikan Isa Almasih, dan Idul Adha, serta berlanjutnya liburan sekolah yang meningkatkan permintaan untuk transportasi dan restoran.

Selain itu, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga menjadi pendorong pertumbuhan yang signifikan, menyumbang 2,06 persen dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 27,83 persen. Pertumbuhan PMTB yang tercatat sebesar 6,99 persen (yoy) menunjukkan aktivitas investasi yang masih menggeliat, terutama di sektor konstruksi.

Meskipun prospek ekonomi domestik terlihat positif, Piter Abdullah mengingatkan adanya tantangan dari perekonomian global. Ia menyoroti kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang dapat memberikan hambatan bagi perekonomian AS dan pada akhirnya merembet ke perekonomian global, termasuk Indonesia.

"Membaiknya perekonomian AS tidak otomatis menyebabkan perekonomian global membaik, karena ada hambatan-hambatan yang dipasang oleh Trump," kata Piter. Meskipun ada potensi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Fed, kebijakan-kebijakan proteksionis Trump tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan eksternal, fondasi ekonomi Indonesia yang kuat, terutama dari konsumsi domestik dan investasi, memberikan harapan bahwa pertumbuhan di atas 5 persen dapat dipertahankan hingga akhir 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Tumbuh, Rakyat Merana? Istana Akui 'Rojali' dan 'Rohana' Jadi Cambuk Keras!

Ekonomi Tumbuh, Rakyat Merana? Istana Akui 'Rojali' dan 'Rohana' Jadi Cambuk Keras!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:06 WIB

Tantri Namirah Sindir soal Payment ID: Semoga Napas Enggak Bayar Ya Allah...

Tantri Namirah Sindir soal Payment ID: Semoga Napas Enggak Bayar Ya Allah...

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:25 WIB

Menko Airlangga Cari-cari Rojali dan Rohana di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen: Hanya Isu!

Menko Airlangga Cari-cari Rojali dan Rohana di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen: Hanya Isu!

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:54 WIB

Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!

Data Ekonomi 5,12 Persen Bikin Kaget! Tapi Raut Wajah Sri Mulyani Datar dan Penuh Misteri!

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 18:21 WIB

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Dongkrak UMKM Lokal, Astra Financial Kucurkan Rp300 Juta

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:18 WIB

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Pasar Respon Capaian Pertumbuhan Ekonomi RI, IHSG Langsung Melonjak

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 17:09 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB