Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Industri Farmasi Bergejolak : Setelah Moderna, Giliran Merck PHK Ribuan Karyawan!

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 08:53 WIB
Industri Farmasi Bergejolak : Setelah Moderna, Giliran Merck PHK Ribuan Karyawan!
Ilustrasi PHK karyawan. [James Yarema/Unsplash]

Suara.com - Merck & Co telah memulai rencana pemangkasan biaya pada tahun ini, termasuk melibatkan sekitar 6.000 pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sekitar 8 persen dari total staf globalnya.

Dilansir BioSpace, Jumat (8/8/2025), perusahaan belum memberikan detail dari segmen mana saja yang akan mengalami PHK atau apakah penutupan lokasi diperkirakan akan terjadi.

Adapun, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi biaya tahunan sebesar 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 49 triliun pada akhir tahun 2027.

Meskipun perusahaan menyatakan bahwa PHK akan terjadi di posisi administrasi, penjualan, dan R&D. Keputusan ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran pada sisi globalnya.

Saat ini, Merck menghadapi persaingan biosimilar yang semakin ketat untuk memperebutkan antibodi kanker terlarisnya, Keytruda (pembrolizumab), mulai tahun 2028.

Sementara itu, produsen vaksin mRNA Moderna memangkas sekitar 500 karyawan (10 persen dari total tenaga kerjanya) sebagai bagian dari komitmen untuk menghemat biaya tahunan sebesar 1,5 miliar dolar AS pada tahun 2027.

Ilustrasi perusahaan farmasi. [Unsplash]
Ilustrasi perusahaan farmasi. [Unsplash]

CEO Stéphane Bancel mengatakan, perusahaan telah mengurangi kegiatan R&D, menegosiasikan ulang perjanjian pemasok, dan mengurangi biaya produksi, tetapi beberapa PHK tetap diperlukan.

PHK ini melanjutkan siklus pengurangan biaya di industri farmasi global. Teva mulai memangkas lebih dari 2.000 karyawan pada bulan Mei, sementara Bayer, Novartis, dan Bristol Myers Squibb melanjutkan rencana reorganisasi mereka yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, perusahaan farmasi lain juga mengalami badai PHK.

baca juga

Moderna berencana memangkas karyawannya, 10 persen dari tenaga kerja globalnya pada akhir tahun.

Langkah ini diambil karena penjualan vaksin Covid terus menurun dan perusahaan bergulat dengan ketidakpastian di pasar vaksin.

CEO Moderna, Stephane Bancel, mengatakan perusahaan memperkirakan akan memiliki kurang dari 5.000 pekerja pada akhir tahun.

Sebelumnya, perusahaan mempunyai sekitar 5.800 karyawan penuh waktu di 18 negara per 31 Desember 2024

Sementara itu, saham Moderna telah turun lebih dari 20 persen tahun ini. Pada bulan Mei, perusahaan melaporkan penjualan vaksin kuartal pertama yang tidak mencapai perkiraan Wall Street.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Korban PHK, Inggris Bagikan Bansos dan Buka Lapangan Kerja Baru

Banyak Korban PHK, Inggris Bagikan Bansos dan Buka Lapangan Kerja Baru

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 14:00 WIB

Penjualan Merosot, Jaguar Land Rover PHK 500 Karyawan

Penjualan Merosot, Jaguar Land Rover PHK 500 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 08:22 WIB

Viral Massa Protes saat Paripurna DPRD Sumut, Suarakan Keadilan untuk Buruh Korban PHK

Viral Massa Protes saat Paripurna DPRD Sumut, Suarakan Keadilan untuk Buruh Korban PHK

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:50 WIB

Booking.com PHK Ratusan Karyawan

Booking.com PHK Ratusan Karyawan

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:42 WIB

Smelter Nikel Huadi di Sulsel Stop Operasi, Perusahaan Lakukan PHK Massal

Smelter Nikel Huadi di Sulsel Stop Operasi, Perusahaan Lakukan PHK Massal

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 16:06 WIB

Blak-blakan! Rocky Gerung Sebut Data Pengangguran Ditutupi Demi Citra, UMKM Bukan Tanda Sukses

Blak-blakan! Rocky Gerung Sebut Data Pengangguran Ditutupi Demi Citra, UMKM Bukan Tanda Sukses

News | Senin, 14 Juli 2025 | 06:47 WIB

Terkini

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB