Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Industri Farmasi Bergejolak : Setelah Moderna, Giliran Merck PHK Ribuan Karyawan!

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 08:53 WIB
Industri Farmasi Bergejolak : Setelah Moderna, Giliran Merck PHK Ribuan Karyawan!
Ilustrasi PHK karyawan. [James Yarema/Unsplash]

Suara.com - Merck & Co telah memulai rencana pemangkasan biaya pada tahun ini, termasuk melibatkan sekitar 6.000 pemutusan hubungan kerja (PHK) atau sekitar 8 persen dari total staf globalnya.

Dilansir BioSpace, Jumat (8/8/2025), perusahaan belum memberikan detail dari segmen mana saja yang akan mengalami PHK atau apakah penutupan lokasi diperkirakan akan terjadi.

Adapun, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi biaya tahunan sebesar 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 49 triliun pada akhir tahun 2027.

Meskipun perusahaan menyatakan bahwa PHK akan terjadi di posisi administrasi, penjualan, dan R&D. Keputusan ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran pada sisi globalnya.

Saat ini, Merck menghadapi persaingan biosimilar yang semakin ketat untuk memperebutkan antibodi kanker terlarisnya, Keytruda (pembrolizumab), mulai tahun 2028.

Sementara itu, produsen vaksin mRNA Moderna memangkas sekitar 500 karyawan (10 persen dari total tenaga kerjanya) sebagai bagian dari komitmen untuk menghemat biaya tahunan sebesar 1,5 miliar dolar AS pada tahun 2027.

Ilustrasi perusahaan farmasi. [Unsplash]
Ilustrasi perusahaan farmasi. [Unsplash]

CEO Stéphane Bancel mengatakan, perusahaan telah mengurangi kegiatan R&D, menegosiasikan ulang perjanjian pemasok, dan mengurangi biaya produksi, tetapi beberapa PHK tetap diperlukan.

PHK ini melanjutkan siklus pengurangan biaya di industri farmasi global. Teva mulai memangkas lebih dari 2.000 karyawan pada bulan Mei, sementara Bayer, Novartis, dan Bristol Myers Squibb melanjutkan rencana reorganisasi mereka yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, perusahaan farmasi lain juga mengalami badai PHK.

Moderna berencana memangkas karyawannya, 10 persen dari tenaga kerja globalnya pada akhir tahun.

Langkah ini diambil karena penjualan vaksin Covid terus menurun dan perusahaan bergulat dengan ketidakpastian di pasar vaksin.

CEO Moderna, Stephane Bancel, mengatakan perusahaan memperkirakan akan memiliki kurang dari 5.000 pekerja pada akhir tahun.

Sebelumnya, perusahaan mempunyai sekitar 5.800 karyawan penuh waktu di 18 negara per 31 Desember 2024

Sementara itu, saham Moderna telah turun lebih dari 20 persen tahun ini. Pada bulan Mei, perusahaan melaporkan penjualan vaksin kuartal pertama yang tidak mencapai perkiraan Wall Street.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Korban PHK, Inggris Bagikan Bansos dan Buka Lapangan Kerja Baru

Banyak Korban PHK, Inggris Bagikan Bansos dan Buka Lapangan Kerja Baru

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 14:00 WIB

Penjualan Merosot, Jaguar Land Rover PHK 500 Karyawan

Penjualan Merosot, Jaguar Land Rover PHK 500 Karyawan

Bisnis | Jum'at, 18 Juli 2025 | 08:22 WIB

Viral Massa Protes saat Paripurna DPRD Sumut, Suarakan Keadilan untuk Buruh Korban PHK

Viral Massa Protes saat Paripurna DPRD Sumut, Suarakan Keadilan untuk Buruh Korban PHK

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 18:50 WIB

Booking.com PHK Ratusan Karyawan

Booking.com PHK Ratusan Karyawan

Bisnis | Kamis, 17 Juli 2025 | 13:42 WIB

Smelter Nikel Huadi di Sulsel Stop Operasi, Perusahaan Lakukan PHK Massal

Smelter Nikel Huadi di Sulsel Stop Operasi, Perusahaan Lakukan PHK Massal

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 16:06 WIB

Blak-blakan! Rocky Gerung Sebut Data Pengangguran Ditutupi Demi Citra, UMKM Bukan Tanda Sukses

Blak-blakan! Rocky Gerung Sebut Data Pengangguran Ditutupi Demi Citra, UMKM Bukan Tanda Sukses

News | Senin, 14 Juli 2025 | 06:47 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB