Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Salah Paham Produk Vape Bikin Industri Tembakau Alternatif Terancam

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 17 September 2025 | 17:36 WIB
Salah Paham Produk Vape Bikin Industri Tembakau Alternatif Terancam
Ilustrasi. Industri tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, menghadapi tantangan besar. (Photo by Gökhan Yetimova/Pexels)
Baca 10 detik
  • Industri tembakau alternatif menghadapi tantangan besar.
  • Sebuah tinjauan ilmiah global mengungkap adanya kesalahpahaman publik yang meluas.
  • Kesalahpahaman ini menjadi hambatan serius dalam upaya mengurangi angka merokok di Tanah Air.

Suara.com - Industri tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, menghadapi tantangan besar.

Sebuah tinjauan ilmiah global mengungkap adanya kesalahpahaman publik yang meluas, bahwa produk-produk ini sama berbahayanya dengan rokok konvensional. Persepsi keliru ini tidak hanya menghambat upaya kesehatan, tetapi juga merugikan potensi ekonomi dari industri yang sedang berkembang.

Tinjauan terbaru yang diterbitkan di jurnal Addiction pada Juli 2025 menunjukkan bahwa anggapan salah ini membuat perokok dewasa enggan beralih ke produk yang sebenarnya memiliki risiko kesehatan lebih rendah.

Profesor Ann McNeill, Pakar Kecanduan Tembakau dari King’s College London (KCL), menjelaskan bahwa misinformasi ini sangat fatal. "Anggapan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif sama berbahayanya dengan merokok bisa menghalangi perokok dewasa untuk berhenti," jelasnya. Padahal, menurutnya, produk ini lebih efektif dari terapi pengganti nikotin dalam membantu perokok beralih.

Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (Akvindo), Paido Siahaan, mengatakan kondisi di Indonesia tidak jauh berbeda. Ia menyebut, kesalahpahaman ini menjadi hambatan serius dalam upaya mengurangi angka merokok di Tanah Air.

"Banyak perokok dewasa menjadi ragu atau takut beralih, sehingga tetap terjebak merokok dan kehilangan kesempatan mengurangi risiko kesehatannya," ujar Paido.

Menurutnya, produk tembakau alternatif seharusnya dilihat sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko (harm reduction) bagi perokok yang sulit berhenti. Studi di Inggris, Selandia Baru, dan Jepang bahkan membuktikan bahwa penggunaan produk ini mampu menurunkan prevalensi merokok secara signifikan.

Paido menegaskan, kunci untuk mengatasi masalah ini adalah komunikasi publik yang jujur, seimbang, dan berbasis bukti ilmiah. Meskipun produk tembakau alternatif tidak bebas risiko, risikonya jauh lebih rendah daripada rokok.

"Masyarakat harus mendapat informasi yang jujur dan seimbang. Produk tembakau alternatif bukan tanpa risiko, tetapi risikonya jauh lebih rendah dibanding rokok," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Rokok, Peredaran Vape Ilegal Makin Liar, Pelaku Usaha Beri Peringatan Keras ke Pemerintah

Tak Hanya Rokok, Peredaran Vape Ilegal Makin Liar, Pelaku Usaha Beri Peringatan Keras ke Pemerintah

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 07:50 WIB

Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Menkeu Baru Langsung Dapat Tantangan, Beban Cukai Rokok Bisa Picu PHK

Bisnis | Selasa, 09 September 2025 | 11:52 WIB

Buruh Industri Tembakau Beberkan 3 Dampak Adanya Kebijakan Baru Pemerintah

Buruh Industri Tembakau Beberkan 3 Dampak Adanya Kebijakan Baru Pemerintah

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 09:10 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB