Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:47 WIB
Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu
Mentan Andi Amran Sulaiman. [Suara.com/Novian]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian menargetkan Indonesia mencapai swasembada gula putih nasional pada tahun 2026 mendatang.
  • Peningkatan produksi tebu menjadi kunci utama, didukung rendemen nasional saat ini sekitar tujuh persen.
  • Pemerintah akan meremajakan 86 persen tanaman tebu ratun tidak produktif selama periode 2025 hingga 2027.

Suara.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan, pemerintah akan segera melakukan swasembada gula putih pada tahun 2026 mendatang. 

Amran menilai, peningkatan produksi tebu menjadi faktor kunci dalam melaksanakan kebijakan ini.

Menurut dia, kenaikan produksi tebu akan berdampak langsung pada peningkatan produksi gula nasional.

“Kalau tebu meningkat, berarti gulanya meningkat,” kata Amran di Kantor Kemenko Pangan, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, saat ini tingkat rendemen tebu nasional berada di kisaran 7 persen. 

Angka tersebut dinilai cukup baik sebagai modal awal untuk mencapai target swasembada gula putih dalam waktu dekat.

“Ya, tujuh. Itu sudah bagus kalau tujuh. Jadi tahun depan mudah mudahan sudah bisa swasembada gula putih,” ujar Amran.

Amran mengakui, target swasembada gula kerap dipandang skeptis oleh sebagian pihak. 

Namun, ia menilai, keraguan tersebut pernah terjadi pada komoditas lain, seperti beras, yang akhirnya mampu dicapai pemerintah.

baca juga

“Sepertinya meragukan. Dulu meragukan saya. Dulu, swasembada beras kan 4 tahun,” ucapnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah struktural di sektor hulu. 

Salah satu fokus utama adalah peremajaan tanaman tebu melalui pembongkaran tebu ratun yang dinilai sudah tidak produktif.

Amran menyebut, sekitar 86 persen tanaman tebu ratun akan dibongkar secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. 

Program tersebut direncanakan berlangsung pada periode 2025 hingga 2027.

“Satu-satu doang. Langkah-langkahnya adalah pertama, ratun ini sudah 86 persen itu harus dibongkar. Sekarang kita akan bongkar berturut-turut 3 tahun. 2025, 2026, 2027,” kata Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Dapat Instruksi dari Presiden Prabowo untuk Revitalisasi Pabrik Pupuk

Mentan Dapat Instruksi dari Presiden Prabowo untuk Revitalisasi Pabrik Pupuk

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Kementan Pastikan Perkuat Tata Kelola Pupuk 2026: Sudah Dimulai Dari Aspek Perencanaan

Kementan Pastikan Perkuat Tata Kelola Pupuk 2026: Sudah Dimulai Dari Aspek Perencanaan

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:56 WIB

Sawah Baru di Tanah Laut Siap Dongkrak Produksi Padi Kalsel, Kementan Perkuat Mekanisasi Pertanian

Sawah Baru di Tanah Laut Siap Dongkrak Produksi Padi Kalsel, Kementan Perkuat Mekanisasi Pertanian

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:46 WIB

Mentan Amran Pastikan Temuan Kasus Pupuk Tidak Ganggu Pertanaman Petani, Stok Pupuk Aman

Mentan Amran Pastikan Temuan Kasus Pupuk Tidak Ganggu Pertanaman Petani, Stok Pupuk Aman

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:11 WIB

Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata

Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:19 WIB

Berdasar Survei Litbang Kompas, 71,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kementan

Berdasar Survei Litbang Kompas, 71,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kementan

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 19:27 WIB

Terkini

IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang

IHSG Akhirnya Ijo di Sesi I, BBCA dan TPIA Jadi Penopang

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:38 WIB

BBCA Jadi Bidikan Asing, Dana Rp1,19 triliun Lenyap Selama Dua Hari

BBCA Jadi Bidikan Asing, Dana Rp1,19 triliun Lenyap Selama Dua Hari

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:19 WIB

Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%

Sambut ARTJOG 2026 di Yogyakarta, BRImo Hadirkan Kemudahan Pembelian Tiket: Diskon Sampai 15%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 12:12 WIB

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:39 WIB

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:51 WIB

×