Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 30 Desember 2025 | 11:47 WIB
Target Swasembada Gula Putih 2026, Mentan Bakal Bongkar 300 Ribu Hektare Lahan Tebu
Mentan Andi Amran Sulaiman. [Suara.com/Novian]
  • Menteri Pertanian menargetkan Indonesia mencapai swasembada gula putih nasional pada tahun 2026 mendatang.
  • Peningkatan produksi tebu menjadi kunci utama, didukung rendemen nasional saat ini sekitar tujuh persen.
  • Pemerintah akan meremajakan 86 persen tanaman tebu ratun tidak produktif selama periode 2025 hingga 2027.

Suara.com - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan, pemerintah akan segera melakukan swasembada gula putih pada tahun 2026 mendatang. 

Amran menilai, peningkatan produksi tebu menjadi faktor kunci dalam melaksanakan kebijakan ini.

Menurut dia, kenaikan produksi tebu akan berdampak langsung pada peningkatan produksi gula nasional.

“Kalau tebu meningkat, berarti gulanya meningkat,” kata Amran di Kantor Kemenko Pangan, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, saat ini tingkat rendemen tebu nasional berada di kisaran 7 persen. 

Angka tersebut dinilai cukup baik sebagai modal awal untuk mencapai target swasembada gula putih dalam waktu dekat.

“Ya, tujuh. Itu sudah bagus kalau tujuh. Jadi tahun depan mudah mudahan sudah bisa swasembada gula putih,” ujar Amran.

Amran mengakui, target swasembada gula kerap dipandang skeptis oleh sebagian pihak. 

Namun, ia menilai, keraguan tersebut pernah terjadi pada komoditas lain, seperti beras, yang akhirnya mampu dicapai pemerintah.

“Sepertinya meragukan. Dulu meragukan saya. Dulu, swasembada beras kan 4 tahun,” ucapnya.

Untuk memastikan target tersebut tercapai, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah struktural di sektor hulu. 

Salah satu fokus utama adalah peremajaan tanaman tebu melalui pembongkaran tebu ratun yang dinilai sudah tidak produktif.

Amran menyebut, sekitar 86 persen tanaman tebu ratun akan dibongkar secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. 

Program tersebut direncanakan berlangsung pada periode 2025 hingga 2027.

“Satu-satu doang. Langkah-langkahnya adalah pertama, ratun ini sudah 86 persen itu harus dibongkar. Sekarang kita akan bongkar berturut-turut 3 tahun. 2025, 2026, 2027,” kata Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Dapat Instruksi dari Presiden Prabowo untuk Revitalisasi Pabrik Pupuk

Mentan Dapat Instruksi dari Presiden Prabowo untuk Revitalisasi Pabrik Pupuk

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Kementan Pastikan Perkuat Tata Kelola Pupuk 2026: Sudah Dimulai Dari Aspek Perencanaan

Kementan Pastikan Perkuat Tata Kelola Pupuk 2026: Sudah Dimulai Dari Aspek Perencanaan

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 20:56 WIB

Sawah Baru di Tanah Laut Siap Dongkrak Produksi Padi Kalsel, Kementan Perkuat Mekanisasi Pertanian

Sawah Baru di Tanah Laut Siap Dongkrak Produksi Padi Kalsel, Kementan Perkuat Mekanisasi Pertanian

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:46 WIB

Mentan Amran Pastikan Temuan Kasus Pupuk Tidak Ganggu Pertanaman Petani, Stok Pupuk Aman

Mentan Amran Pastikan Temuan Kasus Pupuk Tidak Ganggu Pertanaman Petani, Stok Pupuk Aman

Bisnis | Selasa, 14 Oktober 2025 | 14:11 WIB

Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata

Kinerja Kementan Bikin Publik Optimis Pangan Nasional Aman, Swasembada di Depan Mata

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:19 WIB

Berdasar Survei Litbang Kompas, 71,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kementan

Berdasar Survei Litbang Kompas, 71,5 Persen Publik Puas dengan Kinerja Kementan

Bisnis | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 19:27 WIB

Terkini

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Harga BBM Tak Naik, Purbaya Akui Anggaran Subsidi Bengkak hingga Rp 100 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:52 WIB

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

IHSG Akhirnya Bangkit, Ternyata Ini Pemicunya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 17:51 WIB

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:50 WIB

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:39 WIB

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:01 WIB

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:56 WIB

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:34 WIB

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:32 WIB

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:27 WIB