Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.460

Ekonomi Indonesia Bakal Meroket, Bos BI Minta Pengusaha Berhenti Wait and See

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:33 WIB
Ekonomi Indonesia Bakal Meroket, Bos BI Minta Pengusaha Berhenti Wait and See
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo (tengah). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt/aa]
  • Gubernur BI mendorong investor tidak menunda investasi karena fundamental ekonomi Indonesia tumbuh kuat dan optimis.
  • BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 mencapai 4,7-5,5% dan menguat pada 2027.
  • Kebijakan suku bunga BI tetap akomodatif, membuka peluang penurunan BI Rate guna dorong pertumbuhan ekonomi.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakaan, keyakinan bersama menjadi kunci agar Indonesia tidak tertinggal dalam momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu, dia meminta investor berhenti untuk wait and see. Pasalnya, fundamental ekonomi Indonesia masih tumbuh kuat.

“Berhentilah wait and see. Kalau kita terus wait and see, kita akan tertinggal kereta. Optimisme itulah yang akan membawa ekonomi kita menjadi lebih baik,” ujar Perry dikutip dari akun Youtube BI, Kamis (29/1/2026).

Dia meramal perekonomian Indonesia pada 2026 hingga 2027 berpotensi tumbuh lebih kuat.

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi setelah 2025 berada di kisaran 4,7–5,5 persen.

Pada tahun ini, pertumbuhan diproyeksikan meningkat ke rentang 4,9–5,7 persen dengan titik tengah 5,3 persen.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Dan kembali menguat pada 2027 di kisaran 5,1–5,9 persen dengan titik tengah 5,5 persen," katanya.

Sementara itu, dia membuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.

Hal ini seiring masih adanya ruang pelonggaran tersebut sejalan dengan kondisi inflasi inti yang tetap rendah serta kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kami juga masih melihat ke depan ada ruang penurunan suku bunga lebih lanjut,” kata Perry.

Selain itu, Bank Indonesia memperkirakan kapasitas produksi nasional dalam dua tahun ke depan berada di kisaran 5,8 persen hingga 6,2 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi yang masih berada di bawah rentang tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi inti.

“Karena inflasi inti kita rendah dan masih perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, maka kebijakan suku bunga diarahkan untuk mendukung hal tersebut,” jelas Perry.

Saat ini, sikap kebijakan moneter BI ke depan tetap bersifat akomodatif, tidak hanya melalui penurunan suku bunga, tetapi juga melalui ekspansi likuiditas.

Langkah tersebut antara lain ditempuh lewat pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder serta pendalaman pasar uang untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas

Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:08 WIB

Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:36 WIB

Penyaluran Kredit Meningkat, Uang Beredar Tumbuh Tinggi di Desember

Penyaluran Kredit Meningkat, Uang Beredar Tumbuh Tinggi di Desember

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 13:27 WIB

IMF Ramal Ekonomi RI Hanya 5,1 Persen, BI Siapkan Strategi Ini

IMF Ramal Ekonomi RI Hanya 5,1 Persen, BI Siapkan Strategi Ini

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:42 WIB

Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama

Purbaya Kukuh Bela Keponakan Prabowo Masuk BI, Klaim Rupiah Melemah Sejak Lama

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:19 WIB

QRIS Segera Digunakan di China dan Korsel, India Bakal Menyusul

QRIS Segera Digunakan di China dan Korsel, India Bakal Menyusul

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 08:27 WIB

Terkini

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:39 WIB

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:32 WIB

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:30 WIB

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:36 WIB

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Hilirisasi Nikel Dinilai Ganjil: Modal Asing Diduga Dimanja, Pengusaha Lokal Berdarah-darah

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:28 WIB

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

RI - Belarus Sepakati Roadmap Ekonomi 2026-2030, Airlangga Bidik Lonjakan Perdagangan dan Investasi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB