Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Menhub Ungkap 5 Titik Penahan Arus di Banten Jelang Mudik Terpadat

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Selasa, 17 Februari 2026 | 12:45 WIB
Menhub Ungkap 5 Titik Penahan Arus di Banten Jelang Mudik Terpadat
Ilustrasi sejumlah kendaraan pemudik antre di dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung. [ANTARA FOTO/Ardiansyah]
  • Banten diprediksi menjadi titik krusial mudik dengan potensi 11,17 juta pergerakan, termasuk 6 juta penumpang di Merak-Bakauheni.
  • Pemerintah menyiapkan 255 kapal dan titik *delaying system* untuk mengurai kepadatan di Pelabuhan Merak saat mudik.
  • Skema antisipasi meliputi pembagian jenis kendaraan di empat pelabuhan Banten serta pengamanan 157 perlintasan kereta api.

Suara.com - Provinsi Banten diproyeksikan menjadi salah satu titik paling krusial dalam arus mudik Lebaran tahun ini. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan Banten masuk lima besar provinsi asal pergerakan masyarakat dengan potensi mobilitas mencapai 11,17 juta orang.

Angka tersebut menjadikan wilayah di ujung barat Pulau Jawa ini sebagai simpul utama pergerakan dari Jawa menuju Sumatera.

Seluruh kendaraan dari Jakarta dan sekitarnya yang menuju Pulau Sumatera melalui jalur darat dan penyeberangan praktis akan melewati wilayah Banten.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menyebut besarnya mobilitas itu juga ditopang keberadaan simpul transportasi nasional di wilayah tersebut.

“Bandara Soekarno-Hatta yang termasuk dalam Provinsi Banten merupakan bandara asal dan tujuan favorit dengan jumlah sebanyak 3,18 juta penumpang. Lintas pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni yang merupakan pelabuhan penyeberangan asal dan tujuan diprediksi akan menjadi terpadat dengan total sampai 6 juta penumpang,” jelas Dudy dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Lonjakan pergerakan itu membuat jalur penyeberangan Merak–Bakauheni diperkirakan kembali menjadi titik terpadat nasional saat mudik.

Pemerintah menyiapkan total 255 kapal di 15 lintas penyeberangan dengan kapasitas angkut mencapai 6,15 juta penumpang serta 770.000 kendaraan.

Untuk mengurai potensi penumpukan menuju Pelabuhan Merak, pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik delaying system.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. [Suara.com/Dicky Prastya]

Lokasinya berada di Rest Area KM13 A, KM43 A, KM68 A, Cikuasa Atas, serta JLS Ciwandan sebagai kantong penahan kendaraan sebelum masuk pelabuhan.

Selain itu, pemerintah menyiapkan lima jalur penyeberangan alternatif sebagai skema cadangan. Jalur tersebut meliputi Merak–Bakauheni, Ciwandan–PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan–Bakauheni, BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera–Pelabuhan Panjang.

Dudy menjelaskan, skema pemecahan arus kendaraan akan dilakukan berdasarkan jenis kendaraan agar distribusi lebih merata di beberapa pelabuhan.

“Untuk Ciwandan Pelindo itu akan melayani kendaraan roda 2 dan angkutan kendaraan kecil truk. Kemudian juga KBS, Krakatau Bandar Samudera, itu sebagai salah satu alternatif untuk Pelabuhan Panjang," jelas Dudy.

"Merak itu hanya akan melayani kendaraan pribadi dan bus, kemudian Bojonegara akan melayani kendaraan truk ukuran besar. Itu adalah salah satu antisipasi kami yaitu memecah dengan mengoptimalisasi empat pelabuhan yang ada di wilayah Banten sini,” lanjutnya.

Selain arus penyeberangan, pemerintah juga menyoroti potensi hambatan di jalur darat. Pasar tumpah seperti Pasar Kranggot, Pasar Kalodran, dan Pasar Sentiong diperkirakan dapat memicu kepadatan lalu lintas saat arus mudik.

Destinasi wisata juga diprediksi meningkatkan volume kendaraan di Banten, khususnya kawasan Pantai Anyer, Pantai Carita, hingga Tanjung Lesung. Ketiga lokasi ini kerap menjadi tujuan wisata masyarakat saat libur panjang Lebaran.

Dari sisi keselamatan perjalanan, Banten tercatat memiliki 157 perlintasan sebidang kereta api.

Pemerintah telah menambah 43 penjaga perlintasan guna memperkuat pengawasan, terutama di jalur arteri menuju Pelabuhan Merak yang diprediksi menjadi titik rawan kepadatan.

“Di provinsi Banten terdapat perlintasan sebidang sebanyak 157. Telah dilakukan penambahan 43 penjaga jalan perlintasan untuk peningkatan pengawasan perlintasan di Banten. Adapun wilayah perlintasan padat yaitu jalan arteri dari dan ke kawasan Pelabuhan Merak yang melewati pelintasan sebidang, diharapkan menjadi prioritas pengamanan selama masa mudik,” pungkas Dudy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

UMK Tangerang Tertinggi, Ini Daftar Upah Kota dan Kabupaten di Banten 2026

UMK Tangerang Tertinggi, Ini Daftar Upah Kota dan Kabupaten di Banten 2026

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 17:52 WIB

Arus Mudik Nataru, Truk Logistik Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan

Arus Mudik Nataru, Truk Logistik Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan

Foto | Senin, 22 Desember 2025 | 19:58 WIB

Fakta Baru OTT KPK: Siapa Saja 9 Sosok yang Diserahkan ke Kejaksaan Agung?

Fakta Baru OTT KPK: Siapa Saja 9 Sosok yang Diserahkan ke Kejaksaan Agung?

Video | Jum'at, 19 Desember 2025 | 20:35 WIB

Kabupaten Serang Banten Direndam Banjir

Kabupaten Serang Banten Direndam Banjir

Foto | Kamis, 18 Desember 2025 | 17:16 WIB

Darurat Sampah, Terpal Jadi Andalan Pemkot Tangsel

Darurat Sampah, Terpal Jadi Andalan Pemkot Tangsel

Foto | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:57 WIB

Penertiban Tambang Ilegal di Gunung Halimun Salak

Penertiban Tambang Ilegal di Gunung Halimun Salak

Foto | Kamis, 04 Desember 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB