Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.905

Tren Baru Properti: Hunian Terintegrasi yang Dukung Gaya Hidup dan Pendidikan

Restu Fadilah

Senin, 09 Maret 2026 | 23:05 WIB
Tren Baru Properti: Hunian Terintegrasi yang Dukung Gaya Hidup dan Pendidikan
Patung ikonik Earth Sentinels di Nuanu [Suara.com/Rena Pangesti]

Suara.com - Pengembangan kawasan properti kini tidak lagi sekadar menghadirkan hunian, tetapi juga mengintegrasikan berbagai fasilitas yang mendukung kualitas hidup penghuninya, termasuk pendidikan. Hal ini lantaran masyarakat modern terutama generasi milenial dan Gen Z tidak hanya mencari rumah, tetapi juga pengalaman hidup. Mereka ingin tinggal di tempat yang dekat dengan fasilitas gaya hidup seperti ruang kreatif, kafe, taman, pusat olahraga, hingga tempat belajar.

Tren global urban development mendorong konsep tinggal, bekerja, bermain, dan belajar dalam satu kawasan. Hal ini membuat penghuni tidak perlu sering berpindah tempat, sehingga lebih efisien waktu dan meningkatkan kenyamanan hidup. Selain itu, banyak profesi kini bisa dilakukan dari mana saja (remote working). Akibatnya, orang lebih memilih tinggal di kawasan yang menyediakan komunitas kreatif, coworking space, dan ekosistem kolaborasi daripada sekadar kompleks perumahan biasa.

Hunian modern semakin menekankan community living. Penghuni ingin tinggal di lingkungan yang memiliki aktivitas bersama, acara komunitas, hingga ruang interaksi sosial yang memperkaya kehidupan sehari-hari. Faktor seperti akses pendidikan, ruang hijau, kesehatan mental, dan keseimbangan hidup semakin menjadi prioritas.

Oleh karena itu, kawasan properti mulai dirancang lebih holistik untuk mendukung kesejahteraan penghuninya. Tren ini semakin terlihat pada proyek-proyek kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, gaya hidup, komunitas, hingga fasilitas pembelajaran dalam satu ekosistem.

"Nuanu sejak awal tidak dirancang sebagai sekadar proyek pengembangan properti biasa," ujar CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll.

Visi perusahaan adalah membangun tempat tinggal terbaik. Artinya, pihaknya memprioritaskan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu mulai dari gaya hidup, fasilitas pendidikan, hingga ruang komersial yang mendukung kehidupan sehari-hari dan menciptakan nilai tambah bagi para penghuninya.

Dalam ekosistem tersebut, pendidikan menjadi salah satu elemen penting. Kawasan ini bekerja sama dengan Genius Group Limited untuk menghadirkan Genius City, sebuah platform pembelajaran yang berfokus pada keterampilan masa depan, kewirausahaan, dan teknologi.

Tahap awal kolaborasi ini menghadirkan program pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan kurikulum Cambridge di ProEd Global School bagi siswa sekolah dasar hingga menengah. Konsep ini memungkinkan siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

Menariknya, konsep belajar di kawasan ini tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari pengalaman belajar sehari-hari. Di mana penghuni bisa belajar dari berbagai aktivitas kreatif yang berlangsung di dalamnya mulai dari seni, teknologi, hingga inovasi.

baca juga

Selain pendidikan, kawasan ini juga mengembangkan berbagai hunian yang dirancang untuk mendukung gaya hidup komunitas kreatif. Dengan konsep tersebut, hunian tidak lagi sekadar tempat pulang setelah beraktivitas, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar hal baru, membangun jejaring, dan tumbuh bersama komunitas yang memiliki minat serupa.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil

Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 07:44 WIB

PANI Sulap Kawasan Golf Jadi Magnet Investasi Properti Premium

PANI Sulap Kawasan Golf Jadi Magnet Investasi Properti Premium

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 08:19 WIB

Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket

Pemerintah Mau Bangun 3 Juta Rumah Tiap Tahun, Pertumbuhan Ekonomi Diklaim Bakal Meroket

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:02 WIB

Sudah Sentuh 4,7 Persen, Inflasi Gerus Margin Pengembang Properti

Sudah Sentuh 4,7 Persen, Inflasi Gerus Margin Pengembang Properti

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:34 WIB

Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Properti Dinilai Tetap Jadi Motor Ekonomi, Asal Tak Didominasi Segelintir Pelaku Usaha

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:03 WIB

Mau Beli Rumah? Ini Alasan Kenapa Lewat Agen Properti Bisa Jadi Keputusan Paling Aman

Mau Beli Rumah? Ini Alasan Kenapa Lewat Agen Properti Bisa Jadi Keputusan Paling Aman

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:59 WIB

Investor Indonesia Caplok Lahan di Australia Setara 1,5 Triliun

Investor Indonesia Caplok Lahan di Australia Setara 1,5 Triliun

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:25 WIB

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 08:14 WIB

Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI

Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 10:33 WIB

Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar

Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 07:45 WIB

Terkini

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 12:51 WIB

×