Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB
Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya
Ilustrasi rupiah. [Suara.com]
  • Gubernur BI Perry Warjiyo mengonfirmasi pertumbuhan uang beredar terjaga, didorong kebijakan likuiditas moneter efektif.
  • Uang primer (M0) Februari 2026 tumbuh 13,3% yoy, dipicu kebutuhan uang kartal Ramadan dan Idulfitri.
  • Uang beredar luas (M2) Januari 2026 naik menjadi 10,0% yoy akibat ekspansi kredit dan tagihan pemerintah.

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memastikan pertumbuhan jumlah uang beredar tetap terjaga sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang mendorong efektivitas ekspansi likuiditas moneter.

Dalam keterangannya, Perry menyampaikan bahwa uang primer (M0) pada Februari 2026 tumbuh sebesar 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 11,0 persen (yoy).

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh meningkatnya kebutuhan uang kartal menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.

“Pertumbuhan M0 dipengaruhi oleh meningkatnya uang kartal, seiring kebutuhan masyarakat pada momen musiman keagamaan,” ujar Perry dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Dari sisi faktor pendorong, peningkatan M0 pada Februari 2026 juga didukung oleh ekspansi fiskal pemerintah serta strategi operasi moneter Bank Indonesia yang akomodatif.

Sementara itu, uang beredar dalam arti luas (M2) juga menunjukkan tren peningkatan. Pada Januari 2026, M2 tumbuh 10,0 persen (yoy), naik dari 9,6 persen (yoy) pada Desember 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo pada Oktober 2025 mengatakan BI masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga acuan. [Antara/Asprilla Dwi Adha]
Gubernur BI Perry Warjiyo. [Antara/Asprilla Dwi Adha]

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat serta penyaluran kredit yang semakin ekspansif.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga pertumbuhan uang beredar melalui sinergi kebijakan bersama pemerintah guna menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, stabilitas sistem pembayaran nasional tetap terjaga. Hal ini didukung oleh infrastruktur yang andal serta struktur industri yang sehat.

Kinerja infrastruktur tercermin dari kelancaran Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) dan sistem pembayaran industri, serta kecukupan pasokan uang tunai dalam jumlah dan kualitas yang memadai sepanjang Februari 2026.

Struktur industri yang solid juga terlihat dari semakin kuatnya interkoneksi antar pelaku sistem pembayaran, yang diiringi dengan perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat industri sistem pembayaran, khususnya dalam aspek manajemen risiko dan keandalan teknologi.

Upaya ini sejalan dengan implementasi Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengaturan Industri Sistem Pembayaran yang menjadi landasan penguatan sektor tersebut.

“Sinergi kebijakan akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Daftar Lokasi Tukar Uang Baru di Pekanbaru Lewat Kas Keliling BI

Daftar Lokasi Tukar Uang Baru di Pekanbaru Lewat Kas Keliling BI

Lifestyle | Kamis, 05 Maret 2026 | 10:27 WIB

Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Bos BI Pasang Badan

Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Bos BI Pasang Badan

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 09:50 WIB

Lebaran 2026 Makin Praktis Pakai THR Digital Bank Indonesia, Begini Cara Mainnya

Lebaran 2026 Makin Praktis Pakai THR Digital Bank Indonesia, Begini Cara Mainnya

Lifestyle | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:35 WIB

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:28 WIB

Terkini

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 11:46 WIB