Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 25 Maret 2026 | 07:52 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Tinggi Lagi, Kembali Dibanderol USD 100/Barel
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
  • Harga minyak mentah Brent dan WTI naik lebih dari 4 persen pada Selasa, setelah sebelumnya anjlok akibat klaim kemajuan negosiasi Iran.
  • Kenaikan ini disebabkan kekhawatiran pasar terhadap risiko konflik berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah.
  • Gangguan potensi produksi minyak dan distribusi, termasuk ancaman di Selat Hormuz, menjadi perhatian utama para pelaku pasar energi.

Suara.com - Harga minyak dunia kembali meroket pada perdagangan Selasa (Rabu Pagi Waktu Indonesia), setelah sempat anjlok tajam pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan perang Iran.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei naik lebih dari 4 persen ke level USD 104,49 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melonjak lebih dari 4 persen dan ditutup di USD 92,35 per barel.

Penguatan ini menjadi aksi rebound setelah pada Senin harga minyak tertekan cukup dalam. Brent tercatat sempat jatuh sekitar 11 persen ke kisaran USD 99 per barel, setelah sebelumnya menyentuh USD 112 pada akhir pekan lalu.

Penurunan tajam itu dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengklaim adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran. Ia bahkan menyebut kedua negara telah melakukan diskusi 'sangat baik dan produktif' terkait penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Trump juga menyatakan telah memerintahkan penundaan serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Pernyataan tersebut sempat menekan harga minyak sekaligus mendorong penguatan pasar saham global.

Namun, kenaikan kembali harga minyak pada Selasa mencerminkan sikap skeptis pelaku pasar terhadap klaim tersebut. Iran sebelumnya membantah adanya negosiasi dengan Washington.

Ekonom Senior Interactive Brokers, José Torres, menilai risiko konflik berkepanjangan masih menjadi kekhawatiran utama pasar energi.

"Terlepas dari euforia di Wall Street, harga minyak tetap jauh di atas titik terendahnya setelah Teheran membantah melakukan negosiasi apa pun dengan Washington," ujarnya.

Ia menambahkan, serangan berulang terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah telah memicu kekhawatiran akan gangguan produksi dan distribusi minyak.

Selain itu, potensi gangguan di Selat Hormuz juga menjadi perhatian besar. Jalur ini sebelumnya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global melalui laut, sebelum konflik memanas.

Media pemerintah Iran menyebut Teheran akan mengizinkan jalur aman di Selat Hormuz, namun tidak untuk kapal-kapal yang terkait dengan 'musuh-musuhnya'.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:55 WIB

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Terkini

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Tensi Geopolitik Timteng Panas, Ketahanan Energi RI Dinilai Paling Kuat di ASEAN

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:46 WIB

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Update Arus Balik Lebaran 2026: Terminal Pulo Gebang Ramai, Perjalanan Tetap Lancar

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:43 WIB

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Siap-siap! IHSG Bisa Anjlok Setelah Libur Panjang, Simak Rekomendasi Saham

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:31 WIB

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

IHSG Rawan Terkoreksi, Cek Saham yang Cuan setelah Liburan Panjang Berakhir

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:23 WIB

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB