- Rupiah tembus Rp17.600, Presiden Prabowo sebut hanya pengusaha yang pusing, warga desa aman.
- Prabowo minta warga tenang selama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa masih tersenyum terkendali.
- Presiden tegaskan ekonomi domestik kuat dan minta kabinet fokus bekerja untuk rakyat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang merosot hingga menembus angka Rp17.600 di pasar internasional pada Jumat (15/5/2026) tidak membuat Presiden Prabowo Subianto panik. Sambil berseloroh, Kepala Negara menyebut bahwa gejolak kurs ini justru menjadi beban pikiran para pengusaha dan mereka yang hobi ke luar negeri, bukan masyarakat di perdesaan.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan 1.062 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pada Sabtu (16/5/2026). Di depan para warga, Prabowo meyakinkan masyarakat untuk tetap tenang selama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, masih bisa melempar senyum.
"Purbaya sekarang populer banget. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," ujar Prabowo disambut tawa hadirin, sebagaimana dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Presiden, fluktuasi mata uang asing tidak mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat desa yang roda ekonominya berbasis domestik. Sebaliknya, dampak nyata pelemahan rupiah ini justru langsung memukul para pelaku usaha dan pejabat yang sering melakukan transaksi internasional.
Dalam pidatonya yang jenaka namun sarat pesan, Prabowo sempat "mengabsen" dan menyentil sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang memiliki latar belakang pengusaha atau sering bepergian ke luar negeri.
"Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo. Siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Mana lagi ini? Menteri tapi pengusaha coba aku cek mana lagi ini, (Menteri Kelautan dan Perikanan) Trenggono? Nah Trenggono! Sudah nggak keluar negeri? Oh, kau ke pulau-pulau. (Menteri Investasi dan Hilirisasi) Rosan! Tapi nggak dia sudah botak, nggak apa-apa lo duduk saja," seloroh Prabowo.
Tak berhenti di situ, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, yang turut hadir juga tidak luput dari sasaran candaan sang Presiden. "Anin! Anin lo pusing boleh. lo pengusaha, Kadin," tambahnya.
Meski situasi global penuh ketidakpastian, Presiden Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kokoh. Ia mengimbau seluruh jajaran kabinet, tanpa memandang latar belakang politik, untuk bersatu padu menjaga stabilitas ekonomi nasional demi rakyat.
"Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat. Dari partai manapun nggak ada urusan. Di semua partai ada patriot, di semua partai ada juga yang brengsek-brengsek," tegas Presiden menutup arahannya.