Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
Ilustrasi tumpukan uang. [Ist]
  • Riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 menempatkan Hong Kong dan Jepang sebagai negara dengan rasio utang tertinggi di dunia.
  • Pemicu lonjakan utang di Hong Kong berasal dari sektor korporasi properti, sementara di Jepang didominasi oleh kewajiban pemerintah.
  • Indonesia memiliki rasio utang sebesar 79% terhadap PDB, menjadikannya negara dengan tingkat utang paling rendah di kawasan Asia Tenggara.

Hong Kong: 380%

Jepang: 372%

Singapura: 347%

Prancis: 326%

Kanada: 315%

China: 298%

Bagaimana Indonesia?

Total akumulasi beban utang Indonesia tercatat berada di level aman, yakni hanya berkisar 79% dari total PDB nasional. Angka tersebut ditopang oleh kontribusi utang sektor rumah tangga sebesar 15%, korporasi non-keuangan 24%, dan porsi utang pemerintah sebesar 40%.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat leverage paling rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang masuk dalam pemeringkatan IIF.

Sebagai perbandingan, rasio utang Indonesia jauh lebih kokoh ketimbang Filipina (96% dari PDB), Laos (114%), Vietnam (161%), Thailand (223%), Malaysia (224%), bahkan Singapura (347%).

Sejalan dengan data global tersebut, laporan berkala Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Mei 2026 yang dirilis oleh Bank Indonesia mengonfirmasi arah kebijakan fiskal yang kian pruden. Pada Triwulan I-2026, total posisi ULN Indonesia bertengger di angka USD 433,4 miliar (atau setara kisaran Rp7.600 triliun).

Meskipun secara nominal terlihat besar, kecepatan pertumbuhan utang luar negeri ini terbukti melambat secara signifikan. ULN Indonesia tercatat hanya tumbuh sebesar 0,8% secara tahunan (year-on-year), melandai drastis dari kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh laju pertumbuhan 1,9%.

Dari total pinjaman luar negeri tersebut, sektor publik (gabungan portofolio pemerintah pusat dan bank sentral) memegang kendali atas dana sebesar USD 214,7 miliar.

Menariknya, pengereman penarikan utang baru oleh pemerintah terjadi di tengah tingginya minat manajer investasi global dalam berburu Surat Berharga Negara (SBN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:42 WIB

Bayar Utang atau Berkurban, Mana yang Harus Didahulukan Menurut Islam?

Bayar Utang atau Berkurban, Mana yang Harus Didahulukan Menurut Islam?

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:06 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:57 WIB

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB