- Riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 menempatkan Hong Kong dan Jepang sebagai negara dengan rasio utang tertinggi di dunia.
- Pemicu lonjakan utang di Hong Kong berasal dari sektor korporasi properti, sementara di Jepang didominasi oleh kewajiban pemerintah.
- Indonesia memiliki rasio utang sebesar 79% terhadap PDB, menjadikannya negara dengan tingkat utang paling rendah di kawasan Asia Tenggara.
Hong Kong: 380%
Jepang: 372%
Singapura: 347%
Prancis: 326%
Kanada: 315%
China: 298%
Bagaimana Indonesia?
Total akumulasi beban utang Indonesia tercatat berada di level aman, yakni hanya berkisar 79% dari total PDB nasional. Angka tersebut ditopang oleh kontribusi utang sektor rumah tangga sebesar 15%, korporasi non-keuangan 24%, dan porsi utang pemerintah sebesar 40%.
Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat leverage paling rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang masuk dalam pemeringkatan IIF.
Sebagai perbandingan, rasio utang Indonesia jauh lebih kokoh ketimbang Filipina (96% dari PDB), Laos (114%), Vietnam (161%), Thailand (223%), Malaysia (224%), bahkan Singapura (347%).
Sejalan dengan data global tersebut, laporan berkala Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Mei 2026 yang dirilis oleh Bank Indonesia mengonfirmasi arah kebijakan fiskal yang kian pruden. Pada Triwulan I-2026, total posisi ULN Indonesia bertengger di angka USD 433,4 miliar (atau setara kisaran Rp7.600 triliun).
Meskipun secara nominal terlihat besar, kecepatan pertumbuhan utang luar negeri ini terbukti melambat secara signifikan. ULN Indonesia tercatat hanya tumbuh sebesar 0,8% secara tahunan (year-on-year), melandai drastis dari kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh laju pertumbuhan 1,9%.
Dari total pinjaman luar negeri tersebut, sektor publik (gabungan portofolio pemerintah pusat dan bank sentral) memegang kendali atas dana sebesar USD 214,7 miliar.
Menariknya, pengereman penarikan utang baru oleh pemerintah terjadi di tengah tingginya minat manajer investasi global dalam berburu Surat Berharga Negara (SBN).