- Hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri menyalurkan KUR senilai Rp17,77 triliun kepada 135.829 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
- Penyaluran KUR difokuskan pada sektor produktif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan rasio kredit bermasalah tetap terjaga satu persen.
- Bank Mandiri terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna meningkatkan kapasitas produksi serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Suara.com - Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Mandiri terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Hingga 31 Mei 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp17,77 triliun kepada 135.829 pelaku usaha di seluruh Indonesia.
Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan sektor produktif nasional.
Realisasi KUR Bank Mandiri 2026 tersebut telah mencapai 43,34 persen dari target penyaluran sepanjang tahun ini.
Selain mencatat pertumbuhan penyaluran, Bank Mandiri juga mampu menjaga kualitas pembiayaan dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), tetap berada di kisaran 1 persen, mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang optimal.
Senior Vice President Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan keberhasilan model bisnis mikro perseroan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan kredit, tetapi juga menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
"Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan," ujar Bayu dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Menurut Bayu, keberhasilan penyaluran KUR tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat sektor produktif di berbagai daerah.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang semakin inklusif dan kompetitif.
"Bank Mandiri memandang KUR bukan sekadar fasilitas pembiayaan, tetapi sebagai instrumen untuk menghadirkan nilai tumbuh kepada masyarakat," katanya.
Melalui akses modal yang lebih luas, dia menambahkan, perseroan ingin membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan membuka peluang kerja baru yang berdampak langsung pada perekonomian daerah.
Dari total penyaluran hingga Mei 2026, sebanyak 63,54 persen atau Rp11,29 triliun disalurkan ke sektor produksi. Sementara itu, 36,46 persen atau Rp6,48 triliun dialokasikan ke sektor non-produksi.
Dominasi pembiayaan ke sektor produktif tersebut sejalan dengan komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui pembiayaan yang memberikan efek berganda bagi masyarakat.
Berdasarkan sektor usaha, pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan nilai mencapai Rp5,82 triliun atau 32,77 persen dari total penyaluran.
Selanjutnya disusul sektor jasa produksi sebesar Rp3,86 triliun atau 21,72 persen, industri pengolahan Rp1,35 triliun atau 7,60 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp249 miliar atau 1,41 persen.
Selain memperkuat pembiayaan UMKM, Bank Mandiri juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Tiga Juta Rumah.