Studi: Kurang Tidur Pengaruhi Respons Stres, Apa Dampaknya pada Kesehatan?

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Rabu, 16 September 2020 | 08:37 WIB
Studi: Kurang Tidur Pengaruhi Respons Stres, Apa Dampaknya pada Kesehatan?
Ilustrasi kurang tidur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitan dari University of British Columbia (UBC) menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur akan beraksi lebih emosional terhadap peristiwa stres di hari berikutnya. Dalam hal ini para peneliti menunjukkan bahwa pola tidur memengaruhi respons terhadap kejadian stres atau menyenangkan di keesokan harinya. 

Melansir dari Medicalxpress, penelitian ini disusun oleh psikolog kesehatan Nancy Sin dari UBC.  "Ketika orang mengalami sesuatu yang positif, seperti mendapatkan pelukan atau menghabiskan waktu di alam, mereka biasanya merasa lebih bahagia di hari itu," kata Nancy Sin, asisten profesor di departemen psikologi UBC. 

"Tapi kami menemukan bahwa ketika seseorang kurang tidur, mereka tidak mendapat banyak dorongan emosi positif dari peristiwa menyenangkan di keesokan hari," imbuhnya. 

Penelitian ini juga mengungkaplan bahwa ketika orang tidur lebih sedikit dari biasanya, mereka merespons peristiwa stres seperti pertengkaran, ketegangan sosial, serta diskiminasi dengan lebih emosional. 

Menurut Sin, masalah respons ini sayangnya memiliki konsekuensi pada kesehatan. Studi Sin sebelumnya menunjukkan bahwa tidak mampu mempertahankan emosi positif saat menghadapi stres membuat orang berisiko mengalami peradangan dan bahkan kematian lebih dini.

"Pedoman yang direkomendasikan untuk tidur malam yang nyenyak adalah setidaknya tujuh jam, namun satu dari tiga orang dewasa tidak memenuhi standar ini," kata Sin. 

"Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa tidur yang tidak memadai meningkatkan risiko gangguan mental, kondisi kesehatan kronis, dan kematian dini. Penelitian saya menambahkan bukti ini dengan menunjukkan bahwa fluktuasi kecil dalam durasi tidur dapat memiliki konsekuensi bagaimana orang menanggapi peristiwa dalam kehidupan sehari-hari mereka," imbuhnya. 

Ilustrasi susah tidur, insomnia. (Shutterstock)
Ilustrasi susah tidur, insomnia. (Shutterstock)

Kondisi kesehatan kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker lazim dialami orang dewasa, terutama seiring bertambahnya usia. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang lebih reaktif ketika menghadapi situasi stres kemungkinan mengalami keausan sistem stres fisiologis. Hal ini yang akan berpengaruh pada kondisi kesahatan secara umum. 

Oleh karena itu, Sin berharap agar orang mulai memprioritaskan tidur yang berkualitas hidup untuk kesehatan jangka panjang. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pandemi Covid-19 Bikin Tingkat Depresi di Masyarakat Meningkat

Studi: Pandemi Covid-19 Bikin Tingkat Depresi di Masyarakat Meningkat

Health | Selasa, 15 September 2020 | 19:23 WIB

Studi FKUI: Orang dengan Adiksi Internet Sulit Memulai Tidur

Studi FKUI: Orang dengan Adiksi Internet Sulit Memulai Tidur

Health | Selasa, 15 September 2020 | 14:50 WIB

Bayi Lahir dari Ibu Depresi Alami Peningkatan Denyut Jantung, Apa Efeknya?

Bayi Lahir dari Ibu Depresi Alami Peningkatan Denyut Jantung, Apa Efeknya?

Health | Selasa, 15 September 2020 | 11:13 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×