alexametrics

Kasus Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Menkes Budi Gunadi Sudah Antisipasi

M. Reza Sulaiman
Kasus Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Menkes Budi Gunadi Sudah Antisipasi
Tangkapan layar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang dipantau daring, Senin (26/7/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku terus memantau dan mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di luar negeri.

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku terus memantau dan mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi di luar negeri.

Sebab dikatakannya, Indonesia juga memiliki potensi mengalami lonjakan kasus menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Semua gerakan atau kejadian kasus di negara-negara luar negeri ini kita pelajari dengan ketat, kita awasi dengan ketat dan kita laporkan ke Bapak Presiden agar membuat kita tetap waspada terutama di masa Nataru ini,” ucap Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengutip situs resmi Satgas Covid-19.

Budi menyebutkan bahwa kasus konfirmasi Covid-19 di Eropa terus mengalami peningkatan yang disebabkan oleh varian delta dan turunannya. Namun, kasus konfirmasi di beberapa negara yang sempat terkena virus korona varian delta sudah mulai melandai.

Baca Juga: Epidemiolog Ingatkan Lonjakan Kasus COVID-19 di Awal Tahun 2022

#INFOGRAFIS: Kasus COVID-19 di China Naik Lagi!
#INFOGRAFIS: Kasus COVID-19 di China Naik Lagi!

“India yang dulu pernah puncaknya terkena delta, sekarang masih landai sesudah 195 hari. Contohnya juga Afrika Selatan pernah kena delta juga sekarang melandai sudah 134 hari. Indonesia 124 hari, Maroko 101 hari, dan Jepang 86 hari,” ujar Budi.

Pemerintah juga terus mengamati perkembangan situasi pandemi di seluruh kabupaten/kota di Indonesia yang masih terpantau aman. Namun, Budi mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap kenaikan kasus di setiap daerah.

"Walaupun memang jumlahnya masih kecil, positivity rate-nya masih rendah, BOR rumah sakitnya juga masih rendah, tapi kita mengikuti daerah-daerah ini agar jangan sampai kita terlambat kalau nanti ada kenaikan,” lanjut Menteri Kesehatan.

Menteri Kesehatan pun meminta pemerintah daerah untuk terus memperhatikan dan meningkatkan kedisiplinan dalam pengetesan dan pelacakan di daerahnya masing-masing. Hal ini dinilai penting untuk mencegah adanya gelombang baru.

"Jadi testing harus dilakukan terhadap orang-orang kontak erat hasil dari tracing. Kami melihat kota-kota yang ada kenaikan disiplin untuk tracing kontak eratnya dan melakukan testing bagi orang yang didefinisikan sebagai kontak kerat sudah sangat rendah,” ucap Budi.

Baca Juga: CDC Tambah Daftar Negara di Eropa yang Masuk Level 4 Covid-19

Budi mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menyuntikkan 225 juta dosis vaksin Covid-19. Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat Indonesia yang belum divaksin untuk segera mendapatkan vaksinasi, terutama untuk para lansia.

Komentar