Komunitas Pasien Cuci Darah Dukung Kelas Rawat Inap Standar, Apa Keuntungannya?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 29 September 2022 | 08:43 WIB
Komunitas Pasien Cuci Darah Dukung Kelas Rawat Inap Standar, Apa Keuntungannya?
Ilustrasi pasien cuci darah. (Shutterstock)

Suara.com - Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia mendukung sistem kelas 1,2,3 BPJS dihapus diganti dengan kelas rawat inap standar (KRIS), agar pelayanan kesehatan merata di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah melakukan uji coba kelas rawat inap standar di 4 RS vertikal milik pemerintah. Sehingga kini kategori peserta BPJS hanya terbagi pada peserta PBI dan peserta PPU.

Peserta PBI yakni iuran sebesar Rp 42.000 bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, dibayarkan oleh pemerintah pusat.

Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, Tony Richard Samosir. (Dok. Dini/Suara.com)
Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, Tony Richard Samosir. (Dok. Dini/Suara.com)

Sedangkan PPU atau pekerja penerima upah seperti ASN, TNI, POLRI dan pekerja swasta, besaran iuran sebesar 5% dari upah, dengan rincian 4% dibayarkan oleh pemberi kerja dan 1% oleh pekerja.

Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia, Tony Richard Samosir mengatakan dengan adanya kelas 1,2,3 BPJS hanya akan memperparah gap atau kesenjangan yang ada di masyarakat.

"Kalau udah namanya kita di kotak-kotakin kelas-kelas, ya otomatis nantinya berdampak kurang baik untuk pelayanan kesehatan untuk itu harus dilebur menjadi satu kesatuan," ujar Tony dalam acara diskusi di Gondangdia, Jakarta Pusat (28/9/2022).

Tony mengatakan, setelah layanan 1,2,3 BPJS dihapuskan bukan berarti tugas pemerintah selesai, karena masih ada pengawasan yang perlu dilakukan. Memastikan program ini bisa dijalankan maksimal.

Apalagi kata Tony, masih saja ada oknum rumah sakit nakal yang tidak memberikan fasilitas pelayanan obat atau pengobatan yang seharusnya sudah dijamin oleh pemerintah.

"Oknum-oknum rumah sakit inilah yang seharusnya diawasi ya, pelayan kesehatan ini yang seharusnya diawasi oleh pemerintah. Kalau aturannya sudah oke, sudah ada pengawasan. Kalau nggak ada pengawasan itu percuma lagi-lagi pasien yang akan dirugikan," papar Tony.

baca juga

Salah satu contoh perbedaan pengobatan dan terapi yang kerap ditemukan di rumah sakit di Jakarta, dan rumah sakit daerah untuk pelayanan pasien sakit ginjal yang harus cuci darah hemodialisis meliputi obat anemia setelah tindakan.

"(Cuci darah) tapi obatnya yang antara ngasih atau tidak, dan setengah-setengah. Jadinya mereka kekurangan darah anemia, kalau obat eritropoietin mereka tidak bisa dijamin otomatis apa, mereka akan komplikasi, mengalami gangguan jantung," tutup Tony.

Obat hormon eritropoietin atau EPO adalah hormon yang berfungsi untuk mengatur produksi sel darah merah di sumsum tulang. Kekurangan atau kelebihan hormon ini dapat menyebabkan beberapa penyakit yang berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sudah Bertahun-tahun Jalani Cuci Darah

Kamaruddin Simanjuntak Meninggal Dunia, Sudah Bertahun-tahun Jalani Cuci Darah

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Akses Vaskular Jadi Kunci Keselamatan Pasien Dialisis, Dokter Ungkap Pentingnya Persiapan Dini

Akses Vaskular Jadi Kunci Keselamatan Pasien Dialisis, Dokter Ungkap Pentingnya Persiapan Dini

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 16:16 WIB

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

Dari Anak Tanpa Vaksin ke Lonjakan Pasien Cuci Darah: Rantai Krisis Kesehatan yang Terabaikan?

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:08 WIB

Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah

Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:59 WIB

Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi

Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 18:15 WIB

Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

Timbulkan Kegaduhan, Kemensos Aktifkan Kembali BPJS PBI Khusus Pasien Cuci Darah

Video | Sabtu, 07 Februari 2026 | 15:00 WIB

BPJS PBI Nonaktif, Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam: Mengapa?

BPJS PBI Nonaktif, Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam: Mengapa?

Your Say | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:17 WIB

BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya

BPJS PBI Dinonaktifkan Sepihak, Pasien Gagal Ginjal Terkendala Cuci Darah: Ini Alasannya

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:57 WIB

Terkini

Transaksi Syariah Card Melonjak 73 Persen, Bank Mega Syariah Bidik Pasar Gaya Hidup Halal

Transaksi Syariah Card Melonjak 73 Persen, Bank Mega Syariah Bidik Pasar Gaya Hidup Halal

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:27 WIB

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ini Jalur Alternatif Hindari Kemacetan di Jakarta!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Air Dispenser Bau Plastik? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam, Galeri 24, dan UBS Bergerak Bervariasi

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam, Galeri 24, dan UBS Bergerak Bervariasi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Dua UMKM RI Bidik Pasar Ekspor, Incar Kontrak Dagang Internasional

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Samsung Galaxy S27 Meluncur Lebih Awal? Memorinya Masih Misteri

Samsung Galaxy S27 Meluncur Lebih Awal? Memorinya Masih Misteri

Tekno | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:03 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran Tingkat Kepuasan Stagnan di 55,3 Persen, Ekonomi Belum Stabil Jadi Catatan

2 Tahun Prabowo-Gibran Tingkat Kepuasan Stagnan di 55,3 Persen, Ekonomi Belum Stabil Jadi Catatan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Viral Sikap Arogan Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud ke Mahasiswa di Kaltim

Viral Sikap Arogan Ajudan Gubernur Rudy Mas'ud ke Mahasiswa di Kaltim

Kaltim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:49 WIB

AAJI Catat 29 Perusahaan Layani Masyarakat dengan Nilai Pertanggungan Rp16,3 Triliun

AAJI Catat 29 Perusahaan Layani Masyarakat dengan Nilai Pertanggungan Rp16,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:44 WIB

Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Cuaca Semarang Panas Menyengat, Suhu Udara Diprakirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 07:43 WIB

×