Ingin Anak Sukses Jadi Ilmuwan di Masa Depan, Bunda Perlu Kenalkan Sains Sejak Balita

Kamis, 10 November 2022 | 17:41 WIB
Ingin Anak Sukses Jadi Ilmuwan di Masa Depan, Bunda Perlu Kenalkan Sains Sejak Balita
Ilustrasi anak ingin jadi ilmuwan, belajar sains, ilmu sains. (Freepik/pressfoto)

Suara.com - Orang tua yang ingin anaknya sukses menjadi peneliti dan ilmuwan di masa depan, disarankan mengenalkan ilmu sains dari usia balita. Apa sih keuntungannya?

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Dr. Itje Chodidjah M.A., mengatakan, agar tertarik dengan hal tersebut, orang tua perlu aktif mengarahkan sejak anak masih balita. Dengan begitu, anak akan terlatih memiliki keingintahuan dan rasa penasaran.

"Misalnya anak masih usia TK, jadi ketika sedang melihat di halaman ada pohon, ajak untuk dilihat, diamati bentuk batangnya apakah kuat atau tidak, kenapa bentuknya begitu, daunnya seperti apa, nanti buahnya juga seperti apa. Jadi bukan diajak meneliti, tapi diajak rasa penasaran, menumbuhkan keingintahuan," tutur Itje saat konferensi pers virtual bersama L'OREAL, Kamis (10/11/2022).

Ilustrasi anak ingin jadi ilmuwan, belajar sains, ilmu sains.(Freepik.com/jcomp)
Ilustrasi anak ingin jadi ilmuwan, belajar sains, ilmu sains. (Freepik.com/jcomp)

Seiring bertambahnya usia anak, pendekatan untuk mengenali sains juga harua terus dikembangkan. Saat anak masuk usia sekolah dasar, Itje menyarankan untuk tetap ajak anak untuk melihat lebih detail hal apa oun yang dilihatnya.

"Kalau dulu saya suka begini, kalau anak nanya sesuatu saya minta mereka mencari dulu dari sumber lain. Misal mereka tanya tentang sesuatu, cari diensiklopedi dulu," sarannya.

Cara itu menjadi cara untuk mengajarkan anak mau mencari referensi dari sumber terpercaya.

"Itu akan menumbuhkan dalam diri keingintahuan untuk cari referensi, itu cikal bakat sifat peneliti," katanya.

Menurut Itje, minat anak-anak muda masa kini menjadi peneliti memang masih rendah, terutama pada perempuan. Namun, seiring perkembangan zaman dan teknologi, Itje mengatakan bahwa profesi peneliti sebenarnya semakin dibutuhkan.

Keberadaan peneliti dianggap penting untuk menciptakan kehidupan berkelanjutan dan lebih baik.

Baca Juga: Dukung Kemandirian Alkes, Kemenkes dan Gakeslab Hubungkan Peneliti dengan Dunia Industri Lewat Forum Ini

"Penelitian ini nantinya akan beri prospek baik karena dengan perkembangan teknologi, rata-rata sekarang yang diminta adalah data. Misal makanan ini sehat bagi penderita diabetes, apa buktinya? Misalnya, ruangan ini akan bangun kesehatan kita lebih baik itu juga butuh penelitian. Jadi makin marak teknologi dan informasi makin butuh penelitian karena itu akan jadi basis," tuturnya.

Ia mengajak para peneliti untuk lebih rutin lakukan kampanye kepada anak generasi Z juga gen Alpha yang masih sekolah untuk menyebarkan keseruan berprofesi menjadi peneliti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI