Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya

Riki Chandra | Suara.com

Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:42 WIB
Benarkah Merokok Berlebihan Bisa Rusak Kesehatan Mental? Ini Faktanya
Bahaya merokok bagi kesehatan mental. [Dok. Antara]

Suara.com - Merokok tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mental. Kebiasaan itu dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kecemasan, stres, hingga gangguan tidur.

Direktur Senior dan Kepala Departemen Kesehatan Mental dan Ilmu Perilaku di Max Super Specialty Hospital, Sameer Malhotra mengatakan, nikotin dalam rokok dapat menyempitkan pembuluh darah, termasuk yang menuju otak.

Hal ini berpotensi menyebabkan penurunan aliran darah ke berbagai bagian tubuh dan meningkatkan risiko gangguan suasana hati.

Selain itu, merokok juga dapat memicu disfungsi memori akibat peningkatan kadar karbon monoksida dalam darah. Hal ini berakibat pada berkurangnya pasokan oksigen ke otak, yang dalam jangka panjang dapat mengganggu kemampuan kognitif seseorang.

Lalu, apa dampaknya? Berikut ulasannya dikutip dari Antara.

1. Meningkatkan kecemasan dan stres

Nikotin memengaruhi kadar dopamin dan norepinefrin dalam otak, yang bisa menyebabkan gangguan kecemasan serta meningkatkan stres.

2. Menjadi pemicu gangguan suasana hati

Merokok berlebihan dikaitkan dengan peradangan kronis di otak yang dapat merusak sawar darah otak, meningkatkan risiko gangguan kognitif, dan memperburuk suasana hati.

3. Mengganggu pola tidur

Sebagai stimulan, nikotin dapat menyebabkan gangguan tidur dan membuat perokok sulit mendapatkan kualitas tidur yang baik.

4. Menurunkan daya ingat

Peningkatan kadar karbon monoksida dalam darah akibat merokok dapat mengganggu fungsi otak dan menyebabkan disfungsi memori dalam jangka panjang.

Tak hanya itu, penderita skizofrenia juga cenderung lebih sering merokok dibandingkan orang lain. Salah satu mitos yang beredar adalah bahwa merokok bisa meningkatkan konsentrasi.

Namun, faktanya, konsumsi nikotin berlebih justru dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi.

Oleh karena itu, penting bagi para perokok untuk mulai mempertimbangkan dampak negatif merokok terhadap kesehatan mental, selain risiko penyakit fisik yang sudah banyak diketahui.

Berhenti Merokok Kurangi Kecemasan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam The British Journal of Psychiatry menemukan bahwa berhenti merokok dapat menurunkan tingkat kecemasan secara signifikan.

Studi ini dilakukan terhadap 500 perokok yang menjalani terapi berhenti merokok, di mana 68 orang yang berhasil berhenti dalam enam bulan menunjukkan penurunan kecemasan yang mencolok.

Berhenti merokok bisa mengurangi rasa cemas. [Dok. Antara]
Berhenti merokok bisa mengurangi rasa cemas. [Dok. Antara]

Dampak dari berhenti merokok ini berpengaruh besar terhadap suasana hati dan rasa cemas yang berlebihan, dibandingkan dengan mereka yang tetap merokok untuk kesenangan semata.

Para ilmuwan dari Universitas Cambridge, Oxford, dan King’s College London menyatakan bahwa temuan ini harus dijadikan dorongan bagi perokok untuk menghentikan kebiasaan mereka.

Namun, penelitian ini tidak berlaku bagi penderita gangguan suasana hati tertentu, sebagaimana diberitakan oleh BBC.

Para ilmuwan juga menyebutkan bahwa banyak perokok yang menjadikan kebiasaan ini sebagai cara untuk mengatasi kecanggungan atau rasa cemas.

Studi lain yang dilaporkan oleh health.com juga menemukan bahwa berhenti merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental.

Para peneliti menganalisis data dari 4.800 perokok di Amerika Serikat yang mengikuti dua survei terpisah dalam kurun waktu tiga tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang mengalami kecanduan atau gangguan mental pada survei pertama cenderung mengalami perbaikan pada survei kedua jika mereka berhasil berhenti merokok.

Dalam survei pertama, 40 persen peserta memiliki gangguan suasana hati atau kecemasan, 50 persen mengalami masalah alkohol, dan 24 persen memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba.

Pada survei kedua, hanya 29 persen dari mereka yang berhenti merokok masih mengalami gangguan suasana hati, dibandingkan dengan 42 persen dari mereka yang tetap merokok.

Sementara itu, masalah alkohol berkurang menjadi 18 persen dari kelompok yang berhenti, dibandingkan dengan 28 persen yang masih merokok.

Begitu pula masalah narkoba. Hanya dialami oleh 5 persen dari mereka yang berhenti, dibandingkan dengan 16 persen yang masih merokok.

Para peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis menegaskan bahwa dokter perlu memperhatikan kebiasaan merokok pasien saat menangani gangguan kesehatan mental.

Kepala penelitian, Patricia Cavazos-Rehg, menyebutkan bahwa banyak ahli klinis lebih fokus mengobati depresi atau kecanduan sebelum menangani kebiasaan merokok pasien.

Meski penelitian ini tidak menemukan hubungan langsung antara berhenti merokok dengan peningkatan kesehatan mental, para ahli tetap mendorong dokter dan pasien untuk mempertimbangkan manfaat ini. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

APINDO Minta Pemerintah Pikir Ulang Aturan Soal Industri Rokok Terbaru

APINDO Minta Pemerintah Pikir Ulang Aturan Soal Industri Rokok Terbaru

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 18:16 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 7% di Maret 2026, Purbaya Akan Lebih Galak ke Rokok Ilegal

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:58 WIB

Ulasan Buku Broken, Seni Bertahan Hidup di Tengah Badai Kecemasan

Ulasan Buku Broken, Seni Bertahan Hidup di Tengah Badai Kecemasan

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:45 WIB

Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita

Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 18:10 WIB

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB

SUGA BTS Resmi Jadi Salah Satu Penulis Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme

SUGA BTS Resmi Jadi Salah Satu Penulis Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:40 WIB

Misi Mencari Hilal Penerimaan Cukai: Karpet Merah Buat Rokok Ilegal Jadi Jawaban?

Misi Mencari Hilal Penerimaan Cukai: Karpet Merah Buat Rokok Ilegal Jadi Jawaban?

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11 WIB

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:20 WIB

Terkini

Cara Exfoliating Toner agar Kulit Tak Iritasi, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Aman untuk Pemula

Cara Exfoliating Toner agar Kulit Tak Iritasi, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Aman untuk Pemula

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:05 WIB

Urutan Skincare Wardah Acnederm Pagi dan Malam untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya

Urutan Skincare Wardah Acnederm Pagi dan Malam untuk Atasi Jerawat dan Bekasnya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:35 WIB

APPMI DKI: Isu BBM Naik Bikin Warga Menahan Belanja Baju Lebaran 2026 Lalu

APPMI DKI: Isu BBM Naik Bikin Warga Menahan Belanja Baju Lebaran 2026 Lalu

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:05 WIB

5 Sunscreen Stick untuk Re-Apply saat Pakai Makeup, Cocok untuk Pekerja Kantoran

5 Sunscreen Stick untuk Re-Apply saat Pakai Makeup, Cocok untuk Pekerja Kantoran

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:35 WIB

Kenalan sama Godzilla El Nino, Fenomena Iklim Dampaknya Sampai Indonesia?

Kenalan sama Godzilla El Nino, Fenomena Iklim Dampaknya Sampai Indonesia?

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:10 WIB

7 Skincare Bengkoang untuk Mencerahkan Wajah, Kulit Glowing Mulai Rp6 Ribuan

7 Skincare Bengkoang untuk Mencerahkan Wajah, Kulit Glowing Mulai Rp6 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:05 WIB

Bolehkah Retinol dan Niacinamide Dipakai Bersamaan? Ini Panduannya

Bolehkah Retinol dan Niacinamide Dipakai Bersamaan? Ini Panduannya

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:58 WIB

Bikin SKCK Bayar Berapa? Cek Biaya Resmi Terbaru dan Syarat Lengkapnya di Sini!

Bikin SKCK Bayar Berapa? Cek Biaya Resmi Terbaru dan Syarat Lengkapnya di Sini!

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:16 WIB

5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental

5 Risiko Melahirkan di Usia 40-an seperti Annisa Pohan, Ada Tantangan Fisik dan Mental

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:01 WIB

Cara Seru Nikmati Kebersamaan Usai Lebaran: Pilih Sampai Nikmati Daging Durian Super Tebal di PIK

Cara Seru Nikmati Kebersamaan Usai Lebaran: Pilih Sampai Nikmati Daging Durian Super Tebal di PIK

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 17:08 WIB