PNS Palu Ikut Kampanye di Media Sosial

Laban Laisila

Jum'at, 06 Juni 2014 | 15:08 WIB
PNS Palu Ikut Kampanye di Media Sosial
Deklarasai pemilu damai dan berintegritas di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (3/6). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu Sulawesi Tengah mengungkap indikasi adanya oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang mengarahkan pemilih ke calon presiden dan calon wakil presiden tertentu melalui dunia maya seperti facebook.

"Saya liat itu di media sosial. Saya tidak paham apakah mereka lupa atau sengaja bahwa apa yang mereka lakukan sudah mengarah ke calon tertentu," kata anggota Bawaslu Sulawesi Tengah Asirfai di Palu, Jumat (6/6/2014).

Dia mengatakan kampanye berupa ajakan, mempengaruhi orang lain, itu masuk dalam ranah tindak pidana pemilu yang melibatkan oknum pegawai negeri sipil.

Asrifai mengatakan Bawaslu hanya mengingatkan pegawai negeri yang hobi bermain di media sosial agar berhati-hati sebab itu bisa menjadi alat bukti keterlibatan mereka.

Bawaslu Sulawesi Tengah juga sudah mengirim surat ke Gubernur Sulawesi Tengah untuk mengingatkan jajarannya tidak melibatkan pegawai negeri sipil dalam kampanye pemilihan presiden.

"Harapan kami ini sampai ke tingkat bawah termasuk bupati/wali kota agar mengingatkan aparatnya," katanya.

Dia mengatakan salah satu instrumen yang ikut memberi pengaruh besar dalam memengaruhi orang lain adalah kepala desa.

Asrifai mengatakan pada pemilu 9 April 2014 diduga banyak kepala desa yang terlibat memengaruhi orang lain.

"Kita berharap ini tidak terjadi pada pemilihan presiden," katanya.

Bawaslu kata Asrifai berharap kepala daerah tidak sekadar menghimbau namun perlu tindakan jika ada pegawai negeri sipil yang melakukan keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon presiden dan ikut memengaruhi orang lain.

Dia menegaskan Undang-Undang Nomor 42/2008 tentang Pemilihan Presiden bahwa pegawai negeri sipil dilarang mengadakan kegiatan yang berpengaruh pada keberpihakan terhadap pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

Dia mengatakan larangan kegiatan memengaruhi orang lain berlaku sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye.

Asrifai mengatakan kampanye tersebut berupa pertemuan, ajakan, himbauan, seruan, pemberian barang kepada pegawai negeri sipil dalam lingkup unit kerja, anggota keluarga dan masyarakat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perwira Menengah TNI Diduga Arahkan Calon Pemilih Pilpres

Perwira Menengah TNI Diduga Arahkan Calon Pemilih Pilpres

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 14:58 WIB

JK Klaim Pasangan Jokowi-JK Tak Punya Dosa Sosial

JK Klaim Pasangan Jokowi-JK Tak Punya Dosa Sosial

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 14:40 WIB

Bawaslu: Penyuruh 'Babinsa' dan Pelakunya Bisa Dipidana

Bawaslu: Penyuruh 'Babinsa' dan Pelakunya Bisa Dipidana

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 14:25 WIB

KPK Ingatkan Capres Soal Strategi Dongkrak Penerimaan Duit Negara

KPK Ingatkan Capres Soal Strategi Dongkrak Penerimaan Duit Negara

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 14:21 WIB

Dipanggil Bawaslu, Jokowi Mangkir Lagi

Dipanggil Bawaslu, Jokowi Mangkir Lagi

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 14:09 WIB

Tim Hukum Jokowi Minta Bawaslu Cepat Respon Kasus Babinsa

Tim Hukum Jokowi Minta Bawaslu Cepat Respon Kasus Babinsa

News | Jum'at, 06 Juni 2014 | 13:55 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×