Pameran Lukisan Terpidana Mati Myuran Sukumaran Dibatalkan

Ruben Setiawan

Sabtu, 14 Maret 2015 | 06:10 WIB
Pameran Lukisan Terpidana Mati Myuran Sukumaran Dibatalkan
Andrew Chan (kiri) dan Myuran Sukumaran (kanan). (Reuters/Murdani Usman)

Suara.com - Pameran hasil karya seni lukisan terpidana mati kasus penyelundupan heroin 8,2 kilogram, Myuran Sukumaran, dibatalkan oleh pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar (Lapas Kerobokan). Pembatalan dikarenakan pihak lapas tidak ingin terlibat keriuhan politik yang terjadi menyusul rencana eksekusi mati duo Bali Nine.

Hanya beberapa jam sebelum acara pameran digelar, Kalapas Kerobokan Sujonggo memerintahkan agar seluruh lukisan terpidana yang berjumlah 92 buah dipindahkan. Ia meminta agar acara dibatalkan.

Sujonggo mengatakan, setelah pihaknya mengetahui bahwa acara itu akan digelar untuk penghormatan bagi Myuran Sukumaran, ia memutuskan untuk membatalkannya. Sejak awal Sujonggo mengaku sudah memberitahukan kepada penyelenggara agar pameran bukan digelar khusus bagi Sukumaran. Ia mengatakan, pameran disertai pelelangan itu hanya dalam rangka memamerkan karya narapidana Lapas Kerobokan.

Ketika mengetahui ada nama Sukumaran di surat undangan pameran, ia meminta agar lukisan-lukisan yang sudah dipasang di Hotel Hard Rock untuk diambil kembali.

"Dibatalkan karena kami tidak ingin terlibat dalam urusan apapun terkait Myuran. Saya telah menegaskan kepada penyelenggara tentang hal itu dan mereka berjanji bahwa tidak akan ada satupun lukisan Myuran yang disertakan dalam pameran. Namun ternyata ada beberapa lukisan Myuran di pameran itu," kata Sujonggo.

"Kami baru mengetahui bahwa undangan yang kami terima berbeda dengan undangan yang disebar untuk umum. Maka kami memutuskan untuk menurunkan seluruh lukisan sore ini," sambungnya.

"Ini bukan berarti kami melupakan Myuran. Tidak. Tapi kami hanya tidak ingin terlibat dalam polemik eksekusi yang kini sudah mulai dipolitisasi," kata Sujonggo.

Lelang 92 lukisan narapidana Lapas Kerobokan sedianya digelar di Hotel Hard Rock, Bali, Jumat (13/3/2015) malam. Tidak satupun lukisan Myuran yang disertakan dalam lelang, namun beberapa karya terbarunya akan dipamerkan dalam acara tersebut.

Chinthu, saudara Myuran yang datang ke Bali untuk menyaksikan pameran itu mengaku sedih menyusul pembatalan yang dilakukan Lapas Kerobokan.

"Saya sedih pameran dibatalkan namun saya menghargai keputusan otoritas Indonesia. Myu (Myuran) berharap, uang yang diperoleh dari lelang bisa dipakai untuk membangun sebuah sanggar seni di luar penjara sebagai tempat belajar bagi para mantan narapidana, untuk melukis," kata Chinthu.

"Studio tersebut bisa membantu mereka agar bisa kembali berbaur dengan masyarakat," lanjutnya.

Saat ini, Myuran Sukumaran dan rekannya, Andrew Chan, dua terpidana mati yang kerap disebut duo Bali Nine masih menunggu jadwal eksekusi mati di Lapas Besi, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. (News.com.au)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

Dua Suntikan Mematikan Tak Membunuh Christa Pike, Saksi Ungkap Suara Mengerikan dan Kejanggalan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:47 WIB

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 15:11 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 13:58 WIB

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

Di China, Mantan Gubernur Terbukti Korupsi Rp 388 Miliar Langsung Divonis Mati, Hak Politik Dicabut

News | Rabu, 09 September 2026 | 14:45 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Hukum Mati Koruptor vs Rampas Hartanya: Mana yang Benar-Benar Bikin Jera?

Hukum Mati Koruptor vs Rampas Hartanya: Mana yang Benar-Benar Bikin Jera?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 11:10 WIB

Debat Panas Rocky Gerung vs AMPB Soal Hukuman Mati Koruptor hingga Risiko Salah Eksekusi

Debat Panas Rocky Gerung vs AMPB Soal Hukuman Mati Koruptor hingga Risiko Salah Eksekusi

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:06 WIB

Terkini

Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?

Kasus Bolosego Alkid Dinyatakan Bukan Pemerasan, Lalu Mengapa Ada Polisi Diproses Propam?

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:46 WIB

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Dituding Santet Anaknya, Kakek 70 Tahun di Sampang Dihabisi Tetangga: Pelaku Tidak Menyesal

Jatim | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Sore Ini Skuad Thailand Berangkat dari Bandung ke Jakarta, Siap Tantang Indonesia di SUGBK

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tempe Terpaksa Kecilkan Ukuran

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:26 WIB

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Acer Siapkan Perlindungan 5 Tahun untuk Laptop Predator, Gamer Bisa Berburu Tiket ke Vietnam

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Isu Ijazah Gibran Disinyalir Tutupi Riuhnya Reshuffle Kabinet, Pengamat UngkapPermainan Politik

Jogja | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

5 HP Rp3 Jutaan dengan Baterai Jumbo dan Performa Ngebut

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Menimba Memori dan Pemanfaatan Air yang Krusial lewat Fasad Sumur Timba

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

Mundur dari Jadwal, Ini Bocoran Tuntutan Partai Non-Parlemen yang Bakal Disodorkan ke Pimpinan DPR

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:16 WIB

3 Rekomendasi Raket Nyamuk Awet Mulai Rp70 Ribuan Sesuai Review Pengguna

3 Rekomendasi Raket Nyamuk Awet Mulai Rp70 Ribuan Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:15 WIB

×