Polisi Tawarkan Kerjasama ke 4 Penyelundup 1,6 Ton Sabu asal Cina

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 27 Februari 2018 | 14:29 WIB
Polisi Tawarkan Kerjasama ke 4 Penyelundup 1,6 Ton Sabu asal Cina
Bareskrim Polri dan Bea Cukai merilis barang bukti narkotika golongan I jenis sabu seberat 1,6 ton, hasil pengungkapan di perairan Kepulauan Riau, di Jakarta, Selasa (27/2).

Suara.com - Empat tersangka kasus penyeludupan sabu seberat 1,6 ton asal Cina ternyata bersaudara satu keluarga dan tetangga dekat. Mereka ditangkap di Kepulauan Riau.

Tan Hui, nakhoda kapal berbendera Singapura dan tiga anak buah kapal ditangkap tim gabungan Mabes Polri dan Bea Cukai di perairan Anambas, Kepulauan Riau, Selasa (20/2/2018).

"Empat tersangka, baik nahkoda maupun ABK dan teknisi masih keluarga dan tetangganya," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Eko Daniyanto di kantornya, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (27/2/2018).

Setelah kasus ini terungkap, polisi masih menelusuri keberadaan L yang berperan sebagai otak di balik peredaran sabu-sabu tersebut. Tim gabungan berkoordinasi dengan Kepolisian Cina untuk meringkus L.

"Kita akan dalami semunya dan kita ada kerja sama polisi Cina dan mudah-mudahan diketahui dan tangkap juga bosnya di sana. kita akan bersama polisi cina," kata dia.

Polisi juga menawarkan kepada empat tersangka agar bisa menjadi justice collaborator untuk memudahkan pengusutan kasus tersebut.

"Kami mencoba menawarkan JC (justice collaborator) ke tersangka. Jadi bahan untuk meringankan hukuman para tersangka," kata dia.

Polisi juga akan menyisihkan sejumlah barang bukti 1,6 ton sabu tersebut untuk penelitian di Pusat Laboratorium Forensik Polri. Nantinya, tambah Eko, sisa sabu-sabu itu akan dimusnahkan apabila sudah ada putusan dari pengadilan.

"Barbuk nanti kita disisihkan utk keperluan puslabfor forensik dan nantinya juga untuk bukti saat sidang. Globalnya Nanti sisanya akan kita musnahkan," kata Eko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Kejar WN Cina Bos Pembawa 1,6 Ton Sabu ke Jawa

Polisi Kejar WN Cina Bos Pembawa 1,6 Ton Sabu ke Jawa

News | Selasa, 27 Februari 2018 | 13:21 WIB

Remaja Jadi Sasaran Pasar Narkoba karena Bergaya Hidup Negatif

Remaja Jadi Sasaran Pasar Narkoba karena Bergaya Hidup Negatif

News | Senin, 26 Februari 2018 | 19:43 WIB

Kasus Narkoba, Fadli Zon Soroti Peran Bandara dan Pelabuhan

Kasus Narkoba, Fadli Zon Soroti Peran Bandara dan Pelabuhan

News | Sabtu, 24 Februari 2018 | 11:41 WIB

Polisi Segera Masukkan Artis Fachri Albar ke Panti Rehabilitasi

Polisi Segera Masukkan Artis Fachri Albar ke Panti Rehabilitasi

Entertainment | Kamis, 22 Februari 2018 | 15:13 WIB

Dinyatakan Korban, BNN Rekomendasikan Fachri Albar Direhabilitasi

Dinyatakan Korban, BNN Rekomendasikan Fachri Albar Direhabilitasi

Entertainment | Rabu, 21 Februari 2018 | 22:16 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB