Ini Tingkatan Penggunaan APD bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19

Chandra Iswinarno, Yosea Arga Pramudita

Jum'at, 17 April 2020 | 13:34 WIB
Ini Tingkatan Penggunaan APD bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19
Pekerja menunjukan kostum Alat Pelindung Diri (APD) di PT Kasih Karunia Sejati , Bandulan, Malang, Jawa Timur, Senin (6/4). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Suara.com - Di tengah pandemi Covid-19, alat pelindung diri (APD) menjadi kebutuhan pokok yang digunakan untuk mencegah penularan Virus Corona yang hingga kini terus menjalar. Berbagai lapisan masyarakat kini banyak berburu APD untuk melindungi diri dari penularan virus, tak terkecuali para tenaga medis yang menjadi ujung tombak penanganan Covid-19.

Namun, tidak semua masyarakat paham mengenai kebutuhan APD yang mereka gunakan. Bahkan, tak jarang banyak warga yang menyalahgunakan penggunaan APD untuk kepentingan non-medis.

Padahal, sejatinya APD merupakan salah satu 'perlengkapan perang' utama tenaga medis dalam menangani pasien Corona.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Arianti Anaya mengatakan, APD dalam penanganan Covid-19 terdiri dari barbagai macam jenis. Misalnya, masker, sarung tangan, pelindung muka, pelindung kepala, hingga sepatu bot anti air.

"Sebenarnya kalau kita menyebut alat pelindung diri atau APD khususnya untuk penanganan Covid-19 ini terdiri dari masker, sarung tangan, coverall, gawn, pelindung mata, pelindung muka, pelindung kepala, pelindung kaki dan sepatu bot anti air," kata dia di Gedung BNPB, Jumat (17/4/2020).

Arianti menjelaskan, penggunaan APD dalam penanganan Covid-19 memunyai jenjang penggunaan. Contohnya adalah APD yang dikenakan tenaga kesehatan yang bekerja di tempat praktik umum --yang memunyai risiko penularan tinggi.

"Contohnya satu, untuk tenaga kesehatan tingkat pertama, yaitu tenaga kesehatan yang bekerja di tempat praktek umum, di mana kegiatannya tidak menimbulkan resiko tinggi, tidak menimbulkan aerosol, maka dapat menggunakan APD, masker bedah, Gawn dan sarung tangan pemeriksaan," jelasnya.

Tenaga kesehatan tingkat dua, kata Arianti, merupakan dokter, perawat, petugas laboratorium. Mereka biasanya orang-orang yang bekerja di ruang perawatan pasien.

Arianti menjelaskan, sosok tersebut memerlukan APd seperti penutup kepala, kacamata hingga sarung tangan bedah saat bekerja.

baca juga

"Maka APD yang dibutuhkan antara lain, penutup kepala, kacamata pengaman atau google, màsker bedah, gawn, sarung tangan sekaki pakai," beber Arianti.

Lebih lanjut, Arianti menyebut ada tenaga kesehatan yang masuk kategori tingkat tiga. Mereka adalah tenaga kesehatan yang berkontak langsung dengan pasien Covid-19.

Untuk itu, mereka setidaknya harus menggunakan APD yang betul-betul aman. Misalnya masker N95, coverall, hingga sarung tangan bedah.

"Maka APD yang digunakan harus lebih lengkap. Yaitu penutup kepala, tutupan muka, pengaman maka, masker N95, coverall, sarung tangan bedah dan sepatu boot antislip," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajib Tahu, Ini 3 Tingkatan Penggunaan APD Bagi Tenaga Medis

Wajib Tahu, Ini 3 Tingkatan Penggunaan APD Bagi Tenaga Medis

Health | Jum'at, 17 April 2020 | 12:03 WIB

Kemenkes Sebut Medis yang Meninggal Tertular Virus Corona Salah Pakai APD

Kemenkes Sebut Medis yang Meninggal Tertular Virus Corona Salah Pakai APD

News | Jum'at, 17 April 2020 | 11:20 WIB

Sangar! Modifikasi Motor Sport Jadi Ambulans untuk Perangi Virus Corona

Sangar! Modifikasi Motor Sport Jadi Ambulans untuk Perangi Virus Corona

Otomotif | Jum'at, 17 April 2020 | 08:26 WIB

Jahit APD Sendiri, Stephen dan Samuel Wongso Kirim Donasi ke Luar Daerah

Jahit APD Sendiri, Stephen dan Samuel Wongso Kirim Donasi ke Luar Daerah

Entertainment | Jum'at, 17 April 2020 | 07:33 WIB

Bersama Lawan Corona, Karang Taruna di Kulon Progo Galakkan Masker Gratis

Bersama Lawan Corona, Karang Taruna di Kulon Progo Galakkan Masker Gratis

Jogja | Kamis, 16 April 2020 | 21:05 WIB

Kebutuhan APD Meningkat Dua Kali Lipat, Anies: Sekarang 10.000 Per Hari

Kebutuhan APD Meningkat Dua Kali Lipat, Anies: Sekarang 10.000 Per Hari

News | Kamis, 16 April 2020 | 20:39 WIB

Terkini

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka

Riau | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

×