Dalam Hitungan Hari, TikTok Akan Keluar dari Hong Kong

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 07 Juli 2020 | 16:52 WIB
Dalam Hitungan Hari, TikTok Akan Keluar dari Hong Kong
Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]

Suara.com - Aplikasi TikTok memutuskan hengkang dari Hong Kong. Menyadur BBC pada Selasa (07/07/2020), keputusan ini akan segera direalisasikan dalam beberapa hari ke depan.

"Mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan operasi aplikasi TikTok di Hong Kong," kata seorang juru bicara pada BBC.

Aplikasi video pendek ini diluncurkan oleh ByteDance yang berbasis di China untuk pengguna di luar China daratan. Perusahaan aplikasi video pendek serupa juga ada di China, disebut Douyin.

TikTok yang kini dijalankan oleh mantan eksekutif Walt Disney, Kevin Mayer pernah menyampaikan bahwa data pengguna aplikasi ini tidak disimpan di China.

Mereka juga tidak memenuhi permintaan pemerintah China untuk menyensor konten atau memberikan akses ke data penggunanya.

Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]
Ilustrasi aplikasi TikTok. [Shutterstock]

Namun, undang-undang keamanan nasional yang baru berlaku di Hong Kong memberikan kekuatn baru bagi otoritas China dan hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang privasi data.

Undang-undang tersebut mengatur hal-hal penting seperti pemisahan diri, subversi, terorisme dan kolusi dengan pihak asing dengan hukuman hingga seumur hidup di penjara.

Para kritikus mengatakan undang -undang itu membatasi banyak hal termasuk kebebasan berbicara di wilayah semi-otonom, Hong Kong.

Sebelumnya, Facebook, WhatsApp, Twitter, Google dan Telegram juga mengumumkan pada minggu ini tentang perubahan operasi mereka di Hong Kong pasca undang-undang keamanan diresmikan.

Ilustrasi Facebook dan Twitter. [Shutterstock]
Ilustrasi Facebook dan Twitter. [Shutterstock]

Analisis dari koresponden bisnis Asia, Karishma Vaswani mengatakan aksi ini adalah bagian dari strategi TikTok untuk mempertahankan citra globalnya. Undang-undang yang baru membuat perusahaan ini susah mempertahankan komitmen.

Dikatakan, TikTok menyasar India sebagai pasar terbesarnya dan mendapat pemasukan iklan yang besar dari sana.

Kini, TikTok sedang menunjukkan posisinya sebagai perusahaan yang bebas dan tak hanya dimiliki oleh China, dengan harapan mereka akan terus mendapat keuntungan secara global, termasuk dari India.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Carrie Lam: Dibandingkan Negara Lain, Hukum di Hong Kong Lebih Ringan

Carrie Lam: Dibandingkan Negara Lain, Hukum di Hong Kong Lebih Ringan

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 14:55 WIB

PM Inggris Tawarkan Kewarganegaraan pada Penduduk Hong Kong

PM Inggris Tawarkan Kewarganegaraan pada Penduduk Hong Kong

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 17:57 WIB

China Ungkap Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong

China Ungkap Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong

News | Sabtu, 20 Juni 2020 | 22:22 WIB

Terkini

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

Berapa Harga Tiket Kapal Pesiar MV Hondius? Liburan Mewah Berujung Infeksi Hantavirus Mematikan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:35 WIB

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Membedah Pola Pikir Anggota BAIS TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:28 WIB

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

Terdakwa Kasus Pemerasan K3 Klaim Dapat Surat Kaleng, Apa Isinya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:12 WIB

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:05 WIB

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:45 WIB

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:40 WIB

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:38 WIB

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:36 WIB