Menlu China Sebut AS Sebar Hoaks untuk Merusak Hubungan Internasional

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Menlu China Sebut AS Sebar Hoaks untuk Merusak Hubungan Internasional
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. (AFP)

Zhao Lijian tuding AS sengaja merusak hubungan internasional China dengan negara lain.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri china menuduh Mike Pompeo menyebar Hoax dan mengarang semua berita pelasu untuk merusak hubungan internasional China dengan negara lain.

Menyadur CNN pada Jumat (10/07/2020), komentar ini diungkap olah Menlu China Zhao Lijian dalam konferensi pers terbarunya.

"Pompeo terus mengarang segala macam berita palsu untuk menyerang dan menodai China dan mencoba meracuni hubungan antara China dan negara-negara lain," ujarnya.

Sebelumnya pada hari Rabu, Pompeo mengatakan "Beijing mengklaim selama berbulan-bulan bahwa itu melaporkan wabah virus ke WHO. Sekarang kita tahu itu tidak benar juga," katanya.

Tak cuma itu, Mike Pompeo juga menyebut China punya masalah kredibilitas yang sangat besar dan gagal mengungkap kebenaran virus corona.

Jubir Kemlu China Zhao Lijian (ANTARA/HO-MFA/mii)
Zhao Lijian (ANTARA/HO-MFA/mii)

"Mereka gagal memberitahu dunia tentang kebenaran virus ini dan sekarang ratusan ribu orang di seluruh dunia sudah meninggal," ucap Pompeo.

Zhao Lijian mengatakan bahwa China memberi tahu WHO tentang informasi terbaru tentang penyebaran virus secepat mungkin.

Dia juga mendesak Pompeo untuk memperbaiki kesalahannya dan berhenti menyebarkan virus politik sebelum ia menjadi bahan tertawaan komunitas internasional.

ilustrasi WHO. (PlusONE / Shutterstock.com)
ilustrasi WHO. (PlusONE / Shutterstock.com)

Sementara itu pada 29 Juni , Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengubah timeline virus corona. Dalam revisi tersebut mereka mengaku bahwa berita virus corona pertama berawal dari siaran pers secara daring, bukan dari otoritas China.

"Kantor Perwakilan WHO di Republik Rakyat Cina mengambil pernyataan media oleh Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan dari situs web mereka tentang kasus 'virus pneumonia' di Wuhan, Republik Rakyat China," kata WHO.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS