Singgung Ajaran Bung Karno, Andi Arief: PDIP Harusnya Menolak Omnibus Law

Reza Gunadha | Hadi Mulyono | Suara.com

Senin, 05 Oktober 2020 | 16:24 WIB
Singgung Ajaran Bung Karno, Andi Arief: PDIP Harusnya Menolak Omnibus Law
Poster aksi tolak omnibus law. [BBC]

Suara.com - Pembahasan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja yang merupakan paket omnibus law telah dilakukan oleh DPR dan pemerintah dalam rapat kerja pengambilan keputusan tingkat I, Sabtu (03/10) akhir pekan lalu.

Untuk menjadi undang-undang, draft tersebut tinggal disahkan dalam rapat paripurna DPR yang semula bakal digelar Kamis 8 Oktober 2020. 

Namun, DPR secara mendadak memajukan jadwal paripurna tersebut pada hari Senin (5/10/2020).

Sebanyak tujuh fraksi di DPR sepakat mendukung adanya RUU Cipta Kerja, sedangkan dua lainnya menolak.

Fraksi yang mendukung antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Gerindra, Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Adapun yang menolak adalah fraksi PKS dan fraksi Partai Demokrat.

Tangkapan layar cuitan Andi Arief. (Twitter/@AndiArief_)
Tangkapan layar cuitan Andi Arief. (Twitter/@AndiArief_)

Politikus Partai Demokrat Andi Arief, lantas menyentil sikap PDI Perjuangan yang mendukung Omnibus Law, melalui akun Twitternya @AndiArief_.

"Omnibuslaw ini dibaca nggak ya sama kawan-kawan PDIP?" kicau Andi, Minggu (04/10/2020).

"Harusnya yang pertama menolak karena merasa memiliki keadilan sosial Soekarno ya kawan-kawan itu. Kecuali pimpinannnya ada yang keblinger, gak ada syarat-syarat sedikitpun PDIP menerima RUU itu," sambung Andi.

Pertanyaan Andi Arief tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai bagian dari Partai Demokrat, ia mendesak pemerintah dan DPR mengkaji kembali omnibus law karena jika belum komprehensif maka bisa merugikan rakyat.

Kicauan Andi Arief itu pun langsung ditanggapi serius oleh warganet pengguna Twitter.

"PDIP sudah dikuasai pengusaha, jadi mereka mewakili pengusaha bukan rakyat. Jargon partai wong cilik tapi nyatanya partai wong sugih dan cukong. Kasihan rakyat kecil banyak kena tipu mentah-mentah dan hanya dijadikan alat pemuas nafsu ingin berkuasa partai. Sadarlah wahai rakyat," ujar akun @Heryha***

"Sebuah UU seharusnya berpijak pada Pancasila dan UUD 1945. RUU Ciptaker sudah menerabas semuanya," timpal akun @sigitra***

Dikebutnya RUU Cipta Kerja ini langsung mendapat banyak protes dari masyarakat salah satunya yang tergabung dalam Fraksi rakyat Indonesia (FRI).

Direktur YLBHI Asfinawati yang juga bagian dari FRI membacakan pernyataan sikapnya melalui siaran daring yang diterima Suara.com, Senin (5/10/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Soroti Pelaksanaan Mudik 2026, Indonesia Masih di Bawah China

PDIP Soroti Pelaksanaan Mudik 2026, Indonesia Masih di Bawah China

Video | Minggu, 22 Maret 2026 | 15:30 WIB

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

Lebaran di Markas PDIP: Megawati Jamu Dubes Palestina hingga Rusia, Ini yang Jadi Bahasan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 14:02 WIB

Kritik PDIP untuk Mudik 2026, Indonesia Disebut Masih Tertinggal Dari China

Kritik PDIP untuk Mudik 2026, Indonesia Disebut Masih Tertinggal Dari China

Video | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:37 WIB

Bukan Hanya TNI, Legislator PDIP: Kasus Andrie Yunus Bisa Berkembang, Mungkin Pihak Sipil Terlibat

Bukan Hanya TNI, Legislator PDIP: Kasus Andrie Yunus Bisa Berkembang, Mungkin Pihak Sipil Terlibat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 17:39 WIB

Megawati Gelar Open House Lebaran di Kantor PDIP, Beda dari Tahun Sebelumnya! Ada Apa?

Megawati Gelar Open House Lebaran di Kantor PDIP, Beda dari Tahun Sebelumnya! Ada Apa?

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 13:22 WIB

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

PDIP Kritik Pengelolaan Mudik 2026, Sebut Indonesia Masih Tertinggal dari China

News | Senin, 16 Maret 2026 | 23:24 WIB

Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran

Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

PDIP Soroti 800 Lubang Tambang Terbengkalai di Kalsel, Sudah Telan 20 Korban Jiwa

PDIP Soroti 800 Lubang Tambang Terbengkalai di Kalsel, Sudah Telan 20 Korban Jiwa

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:00 WIB

Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law

Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 18:23 WIB

Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat

Eks Kader PDIP Nina Agustina Resmi Gabung PSI, Perkuat Basis di Jawa Barat

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 10:37 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB