Sisa Roti Basi yang Membuat Rakyat Tetap Hidup di Bawah Taliban

Siswanto, BBC

Minggu, 19 Juni 2022 | 11:57 WIB
Sisa Roti Basi yang Membuat Rakyat Tetap Hidup di Bawah Taliban
BBC

Suara.com - Di depan masjid berkubah biru di Kabul, Afghanistan, berjejer karung besar berwarna jingga berisi roti naan sisa yang basi.

Roti itu, sebelumnya, biasanya dibeli untuk diberikan sebagai makanan hewan. Tapi sekarang, menurut penjual, banyak orang Afghanistan membayar roti itu untuk dimakan sendiri.

Shafi Mohammed telah menjual roti basi selama 30 tahun terakhir di pasar Pul-e-Kheshti Kabul.

"Sebelumnya, biasanya hanya sekitar lima orang datang membeli roti ini dalam sehari, sekarang, lebih dari 20 orang," katanya.

Pasar saat itu sedang ramai - dan semua orang di sana yang kami ajak bicara mengeluhkan krisis ekonomi yang telah menyelimuti negara itu.

Baca juga:

Pendapatan rata-rata masyarakat telah dipangkas sepertiga sejak Taliban mengambilalih Agustus lalu, sementara, harga pangan meningkat tajam.

Sambil mengobrak-abrik isi karung, Shafi Mohammed menunjukkan kepada saya roti yang paling bersih meskipun telah basi.

Roti ini, katanya, adalah yang dicari oleh pelanggan yang akan memakannya sendiri, bukan roti yang lebih tua dan berjamur.

baca juga

"Kehidupan orang Afghanistan saat ini seperti burung yang dikurung dalam sangkar tanpa makanan atau air," katanya. "Saya berdoa kepada Tuhan untuk menyingkirkan kesengsaraan dan kemiskinan ini dari negara saya."

Bantuan kemanusian telah dikirimkan ke Afghanistan, mencegah ketakutan akan kelaparan selama musim dingin, namun tetap ada peringatan bahwa jumlah itu tidak lagi cukup.

Bagaimanapun juga, krisis yang terjadi di Afghanistan pada dasarnya didorong oleh keputusan negara-negara Barat memotong sebagian besar bantuan pembangunan yang sangat dibutuhkan Afghanistan dan membekukan cadangan bank sentral negara itu usai Taliban mengambil alih kekuasaan.

Di sisi lain, keputusan Barat itu juga tidak lepas sebagai respons dan keprihatinan atas perlakuan keras Taliban terhadap perempuan - seperti mendikte apa yang harus dikenakan para perempuan, misalnya.

Tapi, yang mengalami konsekuensi dan menderita adalah keluarga miskin, seperti ayah tiga anak Hashmatullah.

Pekerjaan dia adalah membawakan belanjaan orang lain di sekitar pasar, tetapi pendapatannya yang sudah sedikit itu anjlok lagi menjadi seperlima dari tahun lalu.

Membeli sekantong belanja berisi roti basi, dia mengatakan kepada BBC: "Saya telah bekerja sejak pagi dan hanya ini yang saya mampu."

Terdapat industri kecil di balik roti basi ini. Para pemulung mengambil barang bekas dan juga potongan roti sisa dari restoran, rumah sakit, hingga rumah-rumah masyarakat.

Kemudian, mereka membawanya ke perantara yang kemudian menjual ke penjual pinggir jalan.

Tetapi ketika sekitar separuh negara mengalami kelaparan, maka semakin sedikit roti yang tersisa, segalanya semakin langka.

"Orang-orang kini kelaparan," kata seorang pemulung barang bekas, sambil menunjukkan satu karung roti sisa yang telah dikumpulkan lebih dari seminggu.

Dulu, katanya, mereka mampu mengumpulkan satu karung per hari.

"Kalau kami menemukan roti yang bersih, biasanya kami memakannya sendiri," kata pedagang lain.

Kembali ke rumahnya di lingkungan miskin Kabul, Hashmatullah menyiapkan makanan untuk keluarganya.

Dia melakukan semuanya agar ketiga putranya yang masih kecil dapat terus bersekolah, daripada mengirim mereka bekerja seperti yang dilakukan banyak keluarga lain dengan anak-anak mereka.

Tapi keputusan itu berarti mereka harus bertahan hidup dari roti basi, dimasak dan dilunakkan dengan tomat dan bawang.

"Saya merasa malu di depan keluarga saya, bahwa saya sangat miskin sehingga saya tidak mampu memberi mereka makanan enak," katanya kepada kami.

"Tidak ada yang bisa saya lakukan. Bahkan, jika saya mencoba dan meminjam uang, tidak ada yang akan meminjamkannya kepada saya ... Anak-anak saya sangat kurus karena mereka tidak makan dengan layak."

Di luar toko-toko roti di Kabul, sudah menjadi hal yang umum melihat sekelompok perempuan dan anak mengantre untuk mendapatkan potongan roti naan segar yang gratis, disumbangkan pada sore hari.

Beberapa dari mereka bahkan membawa perlengkapan menjahit saat menunggu, dan menghabiskan sepanjang hari di sana, putus asa untuk tidak melewatkan kesempatan mendapatkan roti hangat.

Bahkan ketika miliaran dolar mengalir ke Afghanistan, korupsi dan dampak perang membuat hidup sebagai perjuangan berat.

Sekarang, perang telah berakhir, tetapi dalam banyak hal, perjuangan malah menjadi semakin berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:20 WIB

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:01 WIB

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:08 WIB

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Review Film 13 Days, 13 Nights: Ketegangan Evakuasi di Tengah Badai Taliban

Your Say | Minggu, 14 Desember 2025 | 18:40 WIB

Terkini

Polisi Siagakan 10.121 Personel Gabungan Amankan Final Timnas Indonesia vs Thailand di SUGBK

Polisi Siagakan 10.121 Personel Gabungan Amankan Final Timnas Indonesia vs Thailand di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya

Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:16 WIB

9 HP Murah RAM 8 GB Internal 256 GB yang Bisa Kamu Beli

9 HP Murah RAM 8 GB Internal 256 GB yang Bisa Kamu Beli

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Influenza A Apakah Berbahaya? Bukan Flu Biasa, Bisa Sebabkan Komplikasi Serius!

Influenza A Apakah Berbahaya? Bukan Flu Biasa, Bisa Sebabkan Komplikasi Serius!

Health | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:10 WIB

11 Sunscreen Ringan Cepat Meresap untuk Kulit Berminyak

11 Sunscreen Ringan Cepat Meresap untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Petasan Maulid hingga Larut Malam Bikin Warga Pondok PInang Resah, Pramono Anung Turun Tangan

Petasan Maulid hingga Larut Malam Bikin Warga Pondok PInang Resah, Pramono Anung Turun Tangan

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Mensos Gus Ipul Cek Kesiapan Operasional Dapur SRT 3 Sulsel

Mensos Gus Ipul Cek Kesiapan Operasional Dapur SRT 3 Sulsel

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Kondisi Ole Romeny Meragukan Menjelang Laga Final Timnas Indonesia vs Thailand

Kondisi Ole Romeny Meragukan Menjelang Laga Final Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Infinix XBOOK 14 NEO, Laptop Tipis dengan Baterai 13 Jam dan RAM Bisa Diupgrade

Infinix XBOOK 14 NEO, Laptop Tipis dengan Baterai 13 Jam dan RAM Bisa Diupgrade

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:05 WIB

4 Rekomendasi Krim Malam Dermatologically Tested untuk Kulit Cerah dan Lembap

4 Rekomendasi Krim Malam Dermatologically Tested untuk Kulit Cerah dan Lembap

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 12:02 WIB

×