OPINI: Eh, Eh... Kamu Ketahuan!

Redaksi

Sabtu, 12 April 2025 | 21:28 WIB
OPINI: Eh, Eh... Kamu Ketahuan!
Ilustrasi mikrofon (Pixabay/Iograstudio)

Suara.com - "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri." — Soekarno

SEKARANG ini, yang paling murah di negeri ini barangkali adalah kata "integritas". Tak perlu dibuktikan, cukup diucapkan sambil menatap kamera. Bonusnya? Bisa viral.

Lebih ironis lagi, integritas hari ini bisa dipinjam seperti kostum sewaan --dipakai ketika dibutuhkan, dilepas saat sudah mencemari citra. Dan yang paling absurd: bisa juga dijadikan jubah suci ketika tersandung perkara hukum. Tiba-tiba jadi "korban kriminalisasi", "pejuang yang dizalimi", bahkan —dengan wajah tanpa dosa— disandingkan dengan nama besar Bung Karno.

Begini, Bung. Bung Karno dipenjara karena menantang kekuasaan kolonial yang menghisap darah rakyat. Anda? Diproses hukum oleh negara merdeka karena dugaan mempermainkan kekuasaan yang justru diberikan rakyat. Jauh. Jauh sekali.

Mungkin kelakuan politisi ini sudah banyak dikupas dan dibahas di media sosial termasuk portal berita. Namun, melihat kenyataan dan moralitas politik itu bukan sesuatu identitas alias cuma make-up saja, ya begini jadinya. Akhirnya berhadapan dengan penegak hukum. Ini terlepas dari gonjang-ganjing lembaga anti-rasuah pun saat ini patut dipertanyakan independensinya. Perkara hukum dan politik hukum memang berbeda. Walaupun begitu, penegak hukum tidak boleh tunduk apalagi takut pada politisi yang terlibat perkara hukum.

Menyamakan diri dengan Soekarno dalam konteks ini, maaf, bukan hanya lucu, tapi menjijikkan. Yang satu berpidato di bawah bayang-bayang moncong senapan penjajah sebagai seorang negarawan, pemimpin bangsa. Yang satu lagi berkoar-koar lewat mikrofon mewah sambil dikelilingi tim hukum, tim pencitraan, dan mungkin buzzer bersponsor, meratap-ratap seolah sedang di-dzolimi. Plis... deh!

Dan yang paling menyedihkan, sebagian dari mereka yang hari ini memekik "kriminalisasi!" adalah nama-nama lama yang dulu duduk nyaman di kekuasaan saat Komisi Pemberantasan Korupsi dilemahkan habis-habisan. Revisi Undang-Undang KPK? Selesai dalam sekejap, dengan koor bulat dipimpin partai yang mengaku pro rakyat. Pengawasan internal dipasung, independensi disayat, penyidik digasak keluar. Sekarang ketika hukum menggigit balik, barulah muncul air mata buaya bertabur kutipan Bung Karno. Ingat kan, TWK pegawai KPK? Giliran masuk kandang situmbin, baru meratap.

Integritas bukan properti eksklusif politisi yang sedang terpojok. Bukan juga kata sakti untuk menghindari pertanggungjawaban. Ia adalah komitmen —yang paling diuji justru ketika kita sedang di puncak kuasa, bukan saat berusaha menghindari akibat. Siapa yang menabur angin akan menuai badai... iya kan? Nah, siapa yang salah?

Kalau dulu saat berkuasa bisa dengan gagah mengebiri lembaga anti-rasuah, sekarang jangan mendadak jadi tokoh opera sabun dengan naskah penganiayaan politik. Rakyat sudah cukup muak dengan drama. Kami ingin pertanggungjawaban, bukan pertunjukan. Kalau memang merasa tidak bersalah, buktikan dengan jantan. Usah mendadak sok-sok romantis dengan bersurat-surat. Kemaren ke mane aje, Mas? Mau niru Soekarno..?

Dan kalau memang merasa tidak bersalah, silakan buktikan di pengadilan. Tapi tolong, jangan lagi mengemis simpati dengan cara mendaur ulang sejarah perjuangan yang tidak pernah Anda jalani. Bung Karno bukan tameng, apalagi pajangan pencitraan.

Ini bukan sekadar soal satu nama. Ini tentang pola. Tentang bagaimana para elite menggunakan "integritas" sebagai aksesori kampanye, lalu melupakan maknanya ketika sudah duduk nyaman di kursi kekuasaan. Jangan heran jika hari ini kepercayaan publik menguap —karena terlalu banyak yang bersumpah atas nama rakyat, tapi hidupnya menjilat kekuasaan. Sekarang jika masih belum juga sadar, ingat, suara rakyat sesungguhnya sedang bekerja. Kami tak pernah lupa. Rakyat yang terus melawan lupa.

Bung Karno pernah bilang, "Jangan sekali-kali melupakan sejarah." Tapi yang lebih menyedihkan adalah ketika sejarah digunakan untuk menipu publik dan menyelamatkan ego. Alih-alih mikirin rakyat, yang ada masih mikir ambil alih partai.

Jadi sekali lagi, Bung, tolong, plis deh..! Jangan samakan dirimu dengan Soekarno. Itu penghinaan, bukan penghormatan.

Penulis: Nanang Farid Syam, mantan Pegawai KPK.

Catatan: Opini tersebut di atas sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi Suara hanya melakukan editing seperlunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Dicecar KPK Soal Proyek Dana Siap Pakai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:44 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:27 WIB

KPK Geledah 6 Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

KPK Geledah 6 Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

Muncul Kode RAMA Jatah Duit untuk Menteri, KPK Jelaskan Alasan Tak Pernah Periksa Agus Andrianto

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:36 WIB

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Cari Wedding Venue? Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Penawaran Spesial di Wedding Market Fair 2026

Cari Wedding Venue? Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Penawaran Spesial di Wedding Market Fair 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM

Pasca Ramai Seruan Boikot, RANS Carnival di Maguwoharjo Ditinggal Musisi dan UMKM

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:43 WIB

5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!

5 Body Lotion dengan Kandungan Aloe Vera, Memberi Sensasi Sejuk di Kulit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:40 WIB

5 Mobil MPV Ground Clearance Tinggi Aman untuk Jalan Berlubang Subtitusi Innova Reborn, Irit BBM!

5 Mobil MPV Ground Clearance Tinggi Aman untuk Jalan Berlubang Subtitusi Innova Reborn, Irit BBM!

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026

Polresta Sleman Sita 561 Botol Miras Ilegal Selama Oktober 2026

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Deklrasi Sumpah Pemuda dengan Massa Bayaran Buat Gaduh, Young Lex Tampar Raffi Ahmad

Deklrasi Sumpah Pemuda dengan Massa Bayaran Buat Gaduh, Young Lex Tampar Raffi Ahmad

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga

Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:33 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering dan Kusam di Bawah Rp50 Ribu

5 Sabun Cuci Muka untuk Kulit Kering dan Kusam di Bawah Rp50 Ribu

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

×